Tablig Akbar Ustaz Abdul Somad di Kendari, Momentum Sucikan Hati dan Pererat Ukhuwah di Hari Fitri

News500 views

Kendari// LumbungsuaraIndonesia.com Nuansa religius yang sarat keteduhan menyelimuti pelaksanaan tablig akbar yang menghadirkan pendakwah nasional, Ustaz Abdul Somad, di Jalan Subsidi, Perumahan Bukit Griya Celebes Blok B 789, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Minggu malam (5/4/2026). Ribuan jemaah hadir memadati lokasi kegiatan, mencerminkan kerinduan masyarakat akan siraman rohani yang menyejukkan jiwa.

Kegiatan yang digagas oleh Unaha Bhakti Persada Group tersebut dirangkaikan dengan Halal Bihalal bertema “Satukan Tangan, Satukan Hati, dan Saling Memaafkan di Hari yang Fitri”. Tema ini menjadi refleksi mendalam atas pentingnya membangun kembali jalinan persaudaraan dalam bingkai keimanan dan ketakwaan setelah menjalani bulan suci Ramadan.
Dalam sambutannya, perwakilan manajemen Unaha Bhakti Persada Group, Ir. Afdhal, mengungkapkan rasa syukur dan penghormatan atas kehadiran Ustaz Abdul Somad di tengah kesibukan dakwahnya yang begitu padat. Ia menilai, kehadiran dai tersebut menjadi anugerah tersendiri bagi masyarakat Kendari.

Baca Juga:  Operasi Keselamatan Anoa 2025: Polisi Lakukan Penindakan dan Teguran di Jalan Kol. H. Abd. Hamid

Ini merupakan kebahagiaan yang tak ternilai bagi kami. Beliau adalah sosok yang telah memberikan kontribusi besar dalam syiar Islam, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional, ungkapnya.
Ia pun berharap, tausiyah yang disampaikan dapat menjadi penyejuk hati, sekaligus memperkuat keimanan serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Ustaz Abdul Somad menyampaikan tausiyah dengan gaya yang khas santun, komunikatif, dan penuh kehangatan. Ia menyapa para tokoh yang hadir, termasuk tuan rumah Ir. Afdhal dan Ibu Selin, serta sejumlah pejabat dari berbagai instansi.
Dalam ceramahnya, UAS mengupas makna mendalam dari tema “Satukan Tangan” sebagai simbol pentingnya berjabat tangan dalam mempererat tali silaturahmi dan saling memaafkan. Ia mengingatkan bahwa dalam ajaran Islam, pertemuan dua Muslim yang disertai dengan salaman menjadi wasilah diampuninya dosa oleh Allah SWT.
Bersalaman bukan sekadar kebiasaan sosial, melainkan amalan yang mengandung nilai spiritual tinggi dalam memperkuat persaudaraan, tuturnya.

Baca Juga:  Peduli Korban Banjir, Yudhianto Mahardika Gerak Cepat Beri Bantuan Kepada Warga yang Terdampak.

UAS menegaskan pentingnya menjaga harmoni dalam kehidupan sosial, baik sesama Muslim maupun antar sesama manusia dalam bingkai keberagaman. Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an:
“Wahai manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa.” (QS. Al-Hujurat: 13).
Menurutnya, ayat tersebut menjadi landasan kuat bahwa perbedaan bukanlah alasan untuk berpecah, melainkan sarana untuk mempererat silaturahmi, saling memahami, serta menumbuhkan sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para jemaah yang dengan penuh kesabaran menanti hingga berjam-jam demi mengikuti tausiyah tersebut. Dalam pesannya, UAS mengajak umat Islam untuk senantiasa menjaga harmoni dan hubungan baik dengan sesama, tanpa membedakan latar belakang.
Di sisi lain, ia juga menjelaskan secara bijaksana mengenai sikap kehati-hatiannya dalam tidak bersalaman dengan perempuan yang bukan mahram, sebagai upaya menjaga diri dari potensi fitnah, terlebih di tengah derasnya arus informasi di era digital.
Tausiyah ditutup dengan sentuhan humor khas UAS yang ringan namun sarat makna, menggambarkan bagaimana sebuah peristiwa sederhana dapat menjadi viral akibat pemaknaan yang tidak utuh di media sosial.

Baca Juga:  PT. Wijaya Inti Nusantara (WIN) Tetap Komitmen Berdayakan Masyarakat Sekitar Lingkar Tambang.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhidmatan. Momentum Halal Bihalal ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga membawa keberkahan serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sosial masyarakat Kota Kendari.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar