Kerja Sama Kadin Sultra, 47 Ton Beras Lokal hasil Pertanian disalurkan oleh CV Zalva

News, Ragam1,697 views

Lumbungsuaraindonesia.com, Kendari – Kadin Sultra kolaborasi bersama semua pelaku-pekaku  usaha UMKM  untuk bisa tumbuh dan berkembang bersama

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Kadin Kolaka melakukan misi dagang dengan menyalurkan  beras lokal perdana hasil pertanian Kabupaten Kolaka ke alfamdi.

Diketahui sebanyak 47 ton beras lokal di distribusikan  ke toko Alfamidi wilayah distribusi Sultra dan Sulawesi Tengah (Sulteng), ” hal itu diungkapkan Sastra Alamsyah selalu
Wakil Ketua Umum Bidang Pasar Modal Kadin Sultra pada Jumat (18/11)

Baca Juga:  Fakultas Farmasi UHO Kendari Gelar Pharmacy Expo 2025

Sastra Alamsyah juga menjelaskan bahwa  pengiriman perdana beras lokal dari Kabupaten Kolaka akan masuk ke toko Alfamidi yang berada di pulau Sulawesi, ” ujarnya.

“Beras lokal masuk ke Alfamidi, dan beras ini diambil dari petani-petani lokal di Kolaka Raya, ” tuturnya.

Sastra juga mengatakan bahwa langkah tersebut sebagai salah bentuk misi dagang yang dibangun oleh Kadin Sultra, melalui perusahaan binaannya dari Kabupaten Kolaka CV. Zalva berhasil melakukan pengiriman sebanyak satu kontainer dengan berat 47 ton, ” bebernya.

Baca Juga:  DPW Gerakan Anti Narkoba dan Zat Adiktif Sultra Gelar Seminar dan Sosialisasi tentang Bahaya Narkoba dan Zat Adiktif lainnya

Ini kita gerakkan merupakan salah satu misi dagang Kadin Sultra yang berkolaborasi bersama Kadin Kolaka. Ini juga sebagai bentuk sinergi bersama Kadin Daerah dan pengusaha lokal untuk bisa masuk ke Retail marketing, ” harapnya.

Dalam pengiriman beras lokal tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat Sultra, terkhusus di sektor pertanian.

Baca Juga:  Satu Persatu Warga Tapak Kuda Legowo atas Rencana Eksekusi Lahan yang di Huni selama ini

beras yang dikirim ini adalah beras  lokal,  target akan menjangkau Wilayah Sulawesi Tenggara dan Wilayah Sulteng, ” tutup Sastra

. . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar