Keluarga Besar PJI Turut Berduka Cita Yang Mendalam Atas Musibah Gempa Cianjur Jabar

News435 views

Lumbungsuaraindonesia.com

Kendari-Gempa di Cianjur Jawa Barat menelan korban tewas sekitar 162 Orang sehingga pengurus Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) turut berduka cita yang mendalam kepada saudara-saudara kita yang terkena musibah.

Ketua DPD PJI Sultra Agussalim Patunru didampingi Wakil Ketua Karmin.SH, Dan Sekertaris Adiansyah beserta seluruh pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Jurnalis Indonesi juga ikut berbelasungkawa atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Cianjur Jawa Barat.

“Ia saya selaku ketua DPD PJI Sultra mengucapkan turut berduka cita yang mendalam atas musibah yang terjadi di Cianjur Jawa barat, semoga saudara-saudra kita yang terkena musibah disana cepat teratasi semua,” ucap Agussalim Patunru Selasa (22/11/2022)

Keta
Oke

Ditempat terpisah Ketua Umum DPP PJI Hartanto Buchori dalam Kiriman via wahatsappnya juga mengucapkan turut berduka yang mendalam atas musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Cianjur Jawa barat.

Selain itu pihaknya juga mengirim pamplet dengan ucapan “PRAY FOR CIANJUR” Turut berduka cita yang mendalam atas musibah gempa dengan kekuatan Mag 5,6 semoga saudara-saudara kita disana diberikan kesabaran dan ketabahan Ucap Hartanto Boechori.

Sementara diketahui Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencatat adanya gempa berkekuatan 5,6 SR di wilayah Cianjur, Jawa Barat.

Baca Juga:  RADIMAN MATTANG : Soal Sengketa Tanah, Muh. Rusmin Liga di Duga Bolak-Balik Fakta.

Gempa di Cianjur, Jawa Barat ini terjadi pada Senin pukul 13.21.10 WIB.

Dihimpun, dalam catatannya, BMKG menyatakan gempa yang berada di 10 kilometer barat daya Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ini tidak berpotensi tsunami.

Perlu diketahu, gempa di Cianjur, Jawa Barat ini berada di kedalaman 10 kilometer.

Sementara Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat jumpa pers di Pendopo Cianjur, Senin (21/11/2022), mengatakan korban tewas mencapai 162 orang.

Titik gempa berada di 6,84 Lintang Selatan dan 107,05 Bujur Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan gempa tidak berpotensi tsunami. “Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG, Senin (21/11/2022).

Baca Juga:  Kapitan Sultra Minta APH, Panggil dan Periksa Dirut PT.KDI Dan PT.AKP, Di Duga Pelanggaranya Sangat Berat.

Gempa berpusat di Kabupaten Cianjur hari ini bermagnitudo (M) 5,6. Guncangan gempa hari ini terasa kuat hingga wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Selain di Jakarta, gempa turut dirasakan di Sukabumi, Bogor, Bandung, hingga Depok.

Warga di beberapa wilayah melaporkan merasakan gempa. Di Jakarta, warga di Jakarta Selatan, Jakarta Barat, hingga Jakarta Pusat merasakan getaran yang kuat selama beberapa detik. “Di Jakpus berasa kenceng,” kata warga.

Selain itu, gempa berpusat di Kabupaten Cianjur ini juga terasa di berbagai tempat seperti di rumah Sakit Tumbuh Kembang Depok, di Polda Metro Jaya dan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, di Gedung DPR Jakarta Pusat, di Balai Kota Jakarta, hingga di Kampus IPB Bogor.

Kerusakan infrastruktur juga tercatat di Kabupaten Bogor sebanyak 46 rumah rusak, Kabupaten Sukabumi 443 rumah rusak, dan di Kota Sukabumi sebanyak 14 unit rumah rusak.

Baca Juga:  Kata Ridwan BAE : Efek dari Pembangunan Tidak Skala Priortas, Ambrolnya Jalan di Desa Anduna Jadi Bukti Nyata.

Di himpun, BPBD setempat juga masih terus melakukan pendataan terkait jumlah korban jiwa dan kerusakan infrastruktur. Sementara itu, terdapat pula kebutuhan mendesak di lapangan seperti 20 unit tenda, alat berat untuk evakuasi, 10 unit penerangan, 100 unit velbed, dan bahan bakar minyak.

“Gempa susulan masih dirasakan di lapangan meski dengan kekuatan lebih kecil dari gempa sebelumnya,” katanya.

BNPB mengimbau kepada warga di Kabupaten Cianjur dan sekitarnya untuk mengungsi apabila dirasa rumahnya masih belum aman dari bahaya gempa bumi. Warga diimbau untuk tetap waspada akan adanya potensi gempa susulan.

Selain itu, warga juga diminta untuk mengikuti dan mendapatkan informasi dari kanal resmi BNPB, BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah setempat

. . . . . ' . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar