FK UHO Kendari Turunkan Tim Medis ke Aceh Tamiang, Layani 535 Warga

News40 views

Aceh //Lumbungsuaraindonesia.com  Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar program kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, selama lima hari, 3–7 Februari 2026. Kegiatan ini difokuskan pada pelayanan kesehatan dasar serta peningkatan akses sanitasi bagi masyarakat.

Pada program ini,  FK UHO Kendari menerjunkan tujuh personel inti yang terdiri dari dua dokter spesialis jantung, satu dokter spesialis forensik, satu dokter umum, satu perawat, serta dua mahasiswa kedokteran. Kegiatan dilaksanakan secara kolaboratif bersama VCB Disaster Response Unit, Petualang Muslim Indonesia, Niqob Squad, dan Pemerintah Daerah Aceh Tamiang.
Sepanjang pelaksanaan kegiatan, tim medis memberikan layanan pemeriksaan kesehatan kepada 535 warga. Selain pelayanan medis, relawan juga menyalurkan bantuan sosial berupa paket sembako, susu, dan popok kepada keluarga kurang mampu.
Aspek sanitasi turut menjadi perhatian dalam program tersebut. Tim relawan memasang filter air minum bersih di sejumlah titik untuk membantu masyarakat memperoleh akses air layak konsumsi serta menekan risiko penyakit berbasis lingkungan.
Hasil pendataan awal menunjukkan sejumlah keluhan kesehatan yang paling banyak ditemukan yakni  infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hipertensi, penyakit rematik, gangguan kulit, gangguan pencernaan, serta gangguan kesehatan mata.

Baca Juga:  Kapolri dan Ketua Bhayangkari Sapa Dua Anak Pemenang Lomba Setapak Perubahan

Koordinator program, dr. Asmarani, mengatakan kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan layanan kesehatan langsung, tetapi juga memperkuat kerja sama lintas lembaga dalam penanganan kesehatan masyarakat.
Kami mendorong terbentuknya sinergi antarorganisasi agar respons terhadap persoalan kesehatan publik dapat dilakukan lebih cepat dan terkoordinasi, ujar dr. Asmarani.
Tim medis yang terlibat dalam kegiatan ini adalah  dr. Asmarani sebagai Koordinator, dr. Jamaluddin, dr. Raja Al Fath Widya Iswara, dr. Amiruddin Eso, Sri Susanty, Muh. Syarief, dan Diva Ayudia.

. . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar