FKIP UHO Tembus Standar Dunia, Dua Prodi Raih Akreditasi Internasional ASIIN

News23 views

Kendari//Lumbungsuaraindonesia.com   Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari kembali menorehkan capaian strategis di level global. Dua program studi andalannya, yakni Pendidikan Biologi dan Pendidikan Matematika, resmi mengantongi akreditasi internasional dari ASIIN, lembaga akreditasi bereputasi internasional yang berbasis di Jerman.
Pencapaian ini menjadi tonggak penting bagi UHO, mengingat akreditasi ASIIN baru dua kali diraih di lingkungan universitas tersebut. ASIIN dikenal sebagai lembaga akreditasi internasional yang menilai mutu program studi di bidang sains, matematika, informatika, dan rekayasa berdasarkan standar global yang ketat.
Dekan FKIP UHO, Dr. Damhuri, S.Pd., M.P., menyebut akreditasi ini bukan sekadar pengakuan simbolik, melainkan membawa implikasi besar terhadap tata kelola akademik dan reputasi institusi.
Akreditasi ASIIN berdampak langsung pada prioritas kebijakan universitas, termasuk dukungan fasilitas dan pembiayaan. Selain itu, seluruh sistem pembelajaran, mulai dari kurikulum hingga desain perkuliahan harus disesuaikan dengan standar internasional, jelas Damhuri saat ditemui di Kendari.
Menurutnya, dampak paling nyata juga dirasakan oleh para lulusan. Dengan status akreditasi internasional, alumni Pendidikan Biologi dan Matematika FKIP UHO kini memiliki daya saing global yang lebih kuat, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap kualitas lulusan.
Ini prodi-prodi senior di FKIP. Alhamdulillah, hari ini keduanya mampu membuktikan kualitasnya dan mendapat pengakuan di tingkat internasional,” ungkapnya.
Damhuri menjelaskan, proses asesmen lapangan ASIIN dilaksanakan pada 19–20 Juli 2024. Meski baru sekitar satu bulan menjabat sebagai dekan saat itu, ia terlibat langsung dalam proses penyusunan dokumen akreditasi.
Karena saya juga dosen di Pendidikan Biologi, saya masuk dalam tim penyusun. Prosesnya sangat serius dan mendapat dukungan penuh dari universitas, karena ini merupakan program strategis yang juga menjadi indikator kinerja pimpinan universitas bersama kementerian, paparnya.
Keberhasilan tersebut, lanjut Damhuri, tak lepas dari kualitas sumber daya manusia di kedua program studi yang dinilai telah memenuhi standar internasional, baik dari sisi kompetensi dosen, sistem pembelajaran, maupun budaya akademik.
Sebagai bentuk apresiasi, FKIP UHO memastikan akan memberikan dukungan kebijakan dan pendanaan khusus bagi kedua prodi tersebut.
Ini bentuk reward atas kerja keras mereka. Fokus ke depan adalah penguatan pembelajaran, riset, dan pengabdian masyarakat agar standar internasional ini benar-benar terjaga, ungkapnya.
Meski sebelumnya telah menyandang predikat Unggul secara nasional, akreditasi internasional membawa perubahan signifikan dalam praktik akademik. Salah satunya adalah pengembangan kurikulum dan metode pembelajaran yang kini mengacu pada standar global.
Presentasi dosen sudah menggunakan bahasa Inggris dalam bentuk materi ajar. Walaupun penyampaian masih fleksibel, tantangan ke depan adalah peningkatan kapasitas bahasa Inggris dosen,  Damhuri bilang.
Tantangan lainnya adalah kewajiban menghadirkan mahasiswa asing. Saat ini, FKIP UHO telah menjalin kemitraan akademik dengan mahasiswa dari Filipina, Vietnam, dan Myanmar, sebagai bagian dari pemenuhan standar ASIIN.
Akreditasi internasional ASIIN ini berlaku selama lima tahun, terhitung mulai 2025 hingga 2030.
Damhuri berharap, capaian ini menjadi pemicu perubahan budaya akademik, baik bagi mahasiswa maupun pengelola program studi.
Mahasiswa harus membuktikan bahwa mereka layak disebut berstandar internasional. Manajemen prodi juga harus dikelola dengan sistem dan tata kelola global, tandasnya.
Dengan raihan ini, FKIP UHO kian menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi yang kompetitif, berkualitas, dan berdaya saing internasional.

Baca Juga:  Brimob Sebar Ratusan Anggota ke Titik Banjir Jabodetabek, Evakuasi Anak-Lansia
. . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar