News1,349 views

Tanggap Atas Ancaman DBD, Ketua FPRB Sulawesi Tenggara Gencar Instruksikan Lakukan Foging di Pemukiman Warga.
Kendari,lumbungsuaraindoesia.com Sebagai bentuk perhatian terhadap wabah DBD, Forum Pengurangan Resiko bencana (FPRB) Sulawesi Tenggara (Sultra) melakukan aksi penyemprotan fogging di dua titik di Kota Kendari pada Sabtu (20/1/2024) pagi.

Sekolah yang menjadi titik penyemprotan adalah SD Negeri 84 Kendari dan SMP Negeri 1 Kendari.

Baca Juga:  Cooling System Pilkada Damai 2024, Patroli Gabungan Skala Besar Digelar di Kota Kendari

Ketua FPRB Sultra, Yudhianto Mahardika mengatakan bahwa fogging yang dilakukan dalam rangka upaya untuk meminimalisir penyakit demam berdarah dengue yang mulai ditemukan di kota Kendari.

“Hari ini, kita lakukan langkah awal untuk meminimalisir penyebaran DBD yang sangat membahayakan semua orang terutama anak-anak”, ungkapnya.

Selengkapnya, Klik Link di Bio

Lebih lanjut, anggota DPRD Sultra ini mengaku jika pihaknya memfokuskan di sekolah sekolah terlebih dahulu karena anak kecil sangat rentan terkena DBD.

Baca Juga:  Sudirman, SE Siap Eksekusi Keluhan Warga Kelurahan Kandai.

“Kita fokus di sekolah sekolah karena kita tau banyak anak kecil dan mereka berpotensi terkena DBD”, jelasnya.

Di lokasi yang sama, Wakil Kepala Sekolah SD Negeri 84 Kendari, Muh. Rasyid mengapresiasi langkah Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) Sultra yang melakukan fogging.

“Kami sebagai pimpinan berterimakasih atas aksi nyata yang dilakukan FPRB Sultra. Semoga ini terus berjalan untuk meminimalisir terjangkitnya anak anak kita”, tuturnya.

Baca Juga:  Gelar Premier Film Canvas Comins 2024 dengan Sukses, Mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UHO Kendari di Apresiasi Oleh berbagai Dosen.

Di lokasi berbeda Abdul Hamid mengucapkan terimakasih untuk aksi nyata yang dilakukan FPRB Sultra dibawah Komando Yudianto Mahardika.

“Tentunya, aksi fogging ini berdampak positif terhadap sekolah kami, karena ini merupakan langkah nyata dalam meminimalisir penyebaran wabah DBD”, bebernya.

. . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar