Kapolda Sultra Ikuti Arahan Wakapolri Antisipasi El Niño “Godzilla”, Tekankan Mitigasi dan Ketahanan Pangan

News642 views

Kendari // LumbungsuaraIndonesia.com Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Kapolda Sultra) Irjen Pol. Didik Agung Widjanarko, S.I.K., M.H. bersama Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Wakapolda Sultra) Brigjen Pol. Dr. Gidion Arief Setyawan, S.I.K., S.H., M.Hum. mengikuti arahan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo dalam rangka antisipasi fenomena El Niño ekstrem yang dikenal sebagai “Godzilla”, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 15.00 WITA hingga selesai tersebut dilaksanakan melalui sambungan zoom meeting dan dipusatkan di Aula Dhacara Polda Sultra. Arahan nasional ini turut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga strategis, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kehutanan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, serta BMKG.

Baca Juga:  Bripka Syahid Rela Badannya dijadikan jembatan. Irwasum Polri: Inilah contoh polisi yang siap melayani dan melindungi warga

Di Aula Dhacara Polda Sultra, kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala BMKG Sultra, Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta Kepala BPBD Sultra sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana akibat perubahan iklim.

Fenomena El Niño merupakan anomali pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik yang berdampak pada perubahan pola cuaca global. Dalam kondisi ekstrem atau yang kerap disebut “El Niño Godzilla”, fenomena ini berpotensi menimbulkan kekeringan panjang, kebakaran hutan dan lahan, krisis air bersih, hingga gangguan terhadap ketahanan pangan.

Baca Juga:  260 Calon Bintara dan 31 Tamtama Polda Sultra Siap Mengikuti Pendidikan

Dalam arahannya, Wakapolri menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh jajaran, khususnya dalam mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta gangguan distribusi pangan. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam menghadapi ancaman tersebut.

Sejumlah langkah mitigasi yang disoroti meliputi penguatan sistem peringatan dini berbasis data dari BMKG, optimalisasi pengelolaan sumber daya air, peningkatan patroli di wilayah rawan karhutla, serta edukasi masyarakat terkait pencegahan kebakaran.

Selain itu, langkah antisipasi juga difokuskan pada penguatan ketahanan pangan melalui penyesuaian pola tanam, pemanfaatan varietas tahan kekeringan, serta penyediaan cadangan pangan yang memadai guna menjaga stabilitas pasokan di tengah potensi krisis.

Baca Juga:  Perkuat Ukhuwah Ramadan, MD KAHMI Konawe Gelar Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama

Kepolisian berkomitmen untuk mendukung penuh kebijakan nasional dalam menghadapi dampak El Niño ekstrem, serta menginstruksikan jajaran untuk meningkatkan koordinasi lintas sektor agar langkah mitigasi dan penanganan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan serta kesiapan dalam menghadapi potensi dampak El Niño, sehingga risiko bencana dapat diminimalisir dan stabilitas sosial serta ekonomi masyarakat tetap terjaga.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar