Kendari /// LumbungsuaraIndonesia.com Upaya Universitas Halu Oleo (UHO) dalam meneguhkan kualitas akademik bertaraf internasional terus digencarkan. Melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), kampus ini menyelenggarakan pelatihan intensif persiapan akreditasi internasional pada 16 – 17 April 2026.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah program studi lintas fakultas yang tergabung dalam Batch 3, sebagai bagian dari strategi sistematis untuk mendorong pencapaian standar mutu global. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi ke dalam dua klaster guna mengoptimalkan proses pendampingan sekaligus memperdalam substansi berbasis rumpun keilmuan, selaras dengan ketentuan lembaga akreditasi internasional ACQUIN.
Klaster A dihuni oleh lima program studi yang mewakili bidang ilmu sosial, humaniora, dan pertanian, yakni Ilmu Komunikasi, Sosiologi, Tradisi Lisan, Antropologi, serta Penyuluhan Pertanian. Sementara itu, Klaster B mencakup empat program studi dari rumpun kependidikan, yakni Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Fisika, dan Pendidikan Ekonomi.
Ketua pelaksana kegiatan, Rizal Adi Saputra, mengungkapkan bahwa pelatihan ini difokuskan pada penyusunan dokumen Self Assessment Report (SAR) yang nantinya akan diintegrasikan berdasarkan klaster.
Selama ini penyusunan SAR masih dilakukan secara terpisah oleh masing-masing program studi. Ke depan, dokumen tersebut akan disatukan dalam format klaster, menyesuaikan mekanisme visitasi yang juga dilakukan berbasis klaster, jelasnya.
Lebih lanjut, Rizal menyebutkan bahwa terdapat empat fakultas di lingkungan UHO yang tengah berproses menuju akreditasi internasional, yakni Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Pertanian, serta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Dalam skema visitasi mendatang, satu fakultas akan ditunjuk sebagai tuan rumah, sementara evaluasi fasilitas laboratorium tetap dilakukan secara langsung di masing-masing program studi.
Ia juga menyoroti krusialnya kesiapan dokumen kurikulum sebagai salah satu penentu keberhasilan akreditasi. Menurutnya, beberapa program studi pada periode sebelumnya belum berhasil memperoleh pengakuan internasional lantaran belum sepenuhnya memenuhi standar mata kuliah yang ditetapkan oleh asosiasi keilmuan terkait.
Dalam waktu dekat, UHO dijadwalkan menerima kunjungan asesor dari ACQUIN untuk empat program studi, yaitu Kimia dan Fisika pada Fakultas MIPA, serta Ilmu Teknologi Pangan dan Kehutanan. Lembaga akreditasi yang berbasis di Jerman tersebut dikenal sebagai institusi nirlaba yang berfokus pada penjaminan mutu pendidikan tinggi di berbagai disiplin ilmu di tingkat global.


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar