Gubernur Andi Sumangerukka Tekankan Keamanan Siber, Bank Sultra Perkuat Perlindungan Nasabah di Era Digital

News563 views

Kendari /// LumbungsuaraIndonesia.com Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, menegaskan pentingnya penguatan sistem keamanan siber di tubuh Bank Sultra sebagai langkah strategis dalam menjaga kepercayaan masyarakat di tengah akselerasi transformasi digital sektor Perbankan.

Penegasan tersebut disampaikan saat menghadiri sesi berbagi bersama Anggota VI Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia, Fathan Subchi, di Gedung Bank Sultra, Sabtu, 11/4/2026.

Dalam forum tersebut, gubernur memaparkan visinya menjadikan Bank Sultra sebagai lokomotif utama penggerak ekonomi daerah. Ia menilai, bank pembangunan daerah tidak semata berorientasi pada profit, tetapi juga memegang peran strategis dalam mendorong pembangunan serta memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat regional.

Penguatan keamanan siber menjadi prioritas utama. Kami membutuhkan dukungan BPK untuk memastikan sistem informasi Bank Sultra aman, tangguh, dan terlindungi, ujar Andi Sumangerukka.

Ia menjelaskan, pesatnya digitalisasi layanan keuangan mulai dari mobile banking hingga transaksi daring—menuntut kesiapan sistem keamanan yang semakin andal. Di sisi lain, ancaman kejahatan siber juga kian kompleks, sehingga penguatan infrastruktur teknologi informasi menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

Baca Juga:  Korum Sultra Minta DPRD dan Pihak terkait Untuk Menghentikan Aktifitas PT TBS di Blok Watalara           

Secara nasional, Otoritas Jasa Keuangan dan Bank Indonesia terus mendorong perbankan untuk meningkatkan ketahanan siber, termasuk melalui penerapan standar manajemen risiko teknologi informasi serta perlindungan data nasabah.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Bank Sultra, Andri Permana, menegaskan bahwa keamanan sistem siber merupakan fondasi utama dalam menjaga kepercayaan dan kenyamanan nasabah dalam bertransaksi.
“Di era digital saat ini, keamanan sistem bukan lagi sekadar kebutuhan teknis, tetapi menjadi bentuk komitmen kami dalam melindungi data dan transaksi nasabah.

Kepercayaan nasabah adalah aset utama yang harus dijaga melalui sistem yang aman, adaptif, dan berlapis,” ujar Andri Permana.
Ia menambahkan, Bank Sultra terus melakukan penguatan pada berbagai aspek teknologi informasi, mulai dari peningkatan sistem pengamanan, pemantauan transaksi secara real-time, hingga edukasi kepada nasabah terkait potensi risiko kejahatan siber.
Menurutnya, perlindungan terhadap nasabah tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran dan literasi digital masyarakat. Oleh karena itu, Bank Sultra secara berkelanjutan mendorong edukasi agar nasabah semakin waspada terhadap berbagai modus penipuan digital.

Baca Juga:  Manton Minta KPK RI Menindaklanjuti Laporan DPD GSPI Sultra Perihal Gedung Asrama Haji dan Jalan Lingkar Kota Kendari Sultra , Lumbung Suara Indonesia.com Revitalisasi pembangunan Gedung Asrama Haji Kota Kendari yang diduga Mangkrak kini terus menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat luas maupun para aktivis Sulawesi Tenggara. Salah satunya yang disuarakan oleh Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JARNAS MM) pada Rabu, 05/04/2023, didepan Gedung Merah Putih KPK RI. Menanggapi hal tersebut, DPD GSPI Sultra, melalui Manton selaku Ketua Bidang Humas itu kembali mengingatkan pihak KPK RI agar segera menindaklanjuti laporan DPD GSPI Sultra yang di masukan ke KPK RI pada tanggal 20/03/2023 lalu, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, Terkait Gedung Asrama Haji yang Diduga Mangkrak dan paket pekerjaan lainnya. Rabu, 05/04/2023. Selain itu kata Manton, Pihaknya juga meminta kepada KPK RI agar memproses Laporan DPD GSPI Sultra, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, perihal "Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan Anggaran kurang lebih Rp. 69 Miliar. Meski demikian, Pihak Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat telah menanggapi laporan DPD GSPI Sultra melalui via WhatsAppnya yang bertuliskan, sebagai berikut : Yth. Pelapor Berdasarkan pengecekan kami, laporan Saudara sedang dalam proses verifikasi oleh petugas kami. Apabila telah selesai akan diberikan tanggapan melalui surat atau telepon kepada alamat/nomor kontak terlampir. Salam, Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat KPK Demikian bunyi WhatsApp tersebut pada tanggal 27/03/2023 lalu. "Kami berharap, agar KPK RI segera memanggil dan memeriksa Kepala BPJN Sultra, Satker, PPK dan Pihak Kontraktor serta oknum - oknum yang diduga terlibat didalamnya, ini khusus laporan kami soal Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan anggaran sebesar Rp. 69 Miliar kurang lebih. Dan juga terkait Gedung Asrama Haji agar segera dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan lebih lanjut," Harap Manton.

Dalam kesempatan yang sama, gubernur juga menekankan peran penting BPK RI sebagai mitra strategis, tidak hanya dalam fungsi pengawasan, tetapi juga dalam memperkuat tata kelola serta transparansi pengelolaan keuangan daerah.
Kami memandang BPK sebagai mitra strategis untuk memastikan setiap kebijakan dan ekspansi Bank Sultra berjalan secara akuntabel serta sesuai dengan regulasi, katanya.

Selain aspek keamanan, Andi Sumangerukka turut mendorong optimalisasi fungsi intermediasi Bank Sultra, khususnya dalam penghimpunan dana masyarakat dan penyaluran kredit. Menurutnya, fungsi tersebut harus dijalankan secara sehat, produktif, dan tepat sasaran guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Baca Juga:  HUT Polwan ke-76, Kapolri Apresiasi Prestasi yang Ditorehkan Polisi Wanita

Sebagai pemegang saham pengendali Bank Sultra, ia juga menginstruksikan jajaran untuk terus berinovasi melalui digitalisasi layanan, memperluas jangkauan hingga ke wilayah terpencil, serta menghadirkan layanan keuangan yang cepat, transparan, dan inklusif.
Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Sultra, dan BPK RI diharapkan mampu mendorong terwujudnya kemandirian ekonomi yang inklusif di Sulawesi Tenggara, pungkasnya.

Penguatan sistem keamanan siber yang selaras dengan tata kelola yang baik dinilai menjadi kunci bagi Bank Sultra untuk tetap kompetitif di tengah persaingan industri perbankan nasional yang semakin berbasis teknologi, sekaligus menjaga kepercayaan publik sebagai fondasi utama keberlanjutan lembaga keuangan Daerah.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar