Ridwan Bae Dorong Insinyur Muda Sultra Bangun Daerah Berbasis Nilai Kebangsaan

News119 views

Kendari//Lumbungsuaraindonesia.com Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tenggara (Sultra), Ir. H. Ridwan Bae, menegaskan pentingnya penguatan nilai-nilai kebangsaan di tengah tantangan pembangunan dan derasnya arus perubahan global. Penegasan itu disampaikannya saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Dagan Coffee, Kelurahan Lepo-Lepo, Kota Kendari, Jumat (6/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Forum Insinyur Muda (FIM) Sulawesi Tenggara, dengan fokus menyasar kalangan insinyur muda sebagai aktor strategis pembangunan yang tidak hanya dituntut kompeten secara teknis, tetapi juga kokoh secara ideologis.
Dalam paparannya, Ridwan Bae menekankan bahwa Empat Pilar Kebangsaan – Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika bukan sekadar slogan, melainkan fondasi utama yang harus menjadi rujukan dalam setiap Kebijakan, Karya, dan Kontribusi Pembangunan.
Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu mengingatkan, kemajuan teknologi dan percepatan pembangunan berpotensi kehilangan arah jika tidak disertai dengan penguatan nilai kebangsaan. Karena itu, ia menilai generasi muda, khususnya insinyur, memiliki tanggung jawab moral dan kebangsaan dalam menjaga persatuan serta keutuhan bangsa.
Pembangunan tanpa nilai kebangsaan akan rapuh. Insinyur muda harus berdiri di garda depan pembangunan nasional yang berorientasi pada persatuan, keadilan, dan kepentingan rakyat, tegas Ridwan Bae.

Baca Juga:  Respon Cepat Polda Kepri Evakuasi Bencana  Alam Tanah Longsor yang Menimpa Rumah Warga di Tiban Koperasi

Di tempat yang sama, Ketua Forum Insinyur Muda (FIM) Sultra, Dr. Munansar, menyebut kegiatan sosialisasi Empat Pilar sebagai momentum penting untuk memperkuat kesadaran ideologis generasi muda di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Ia mengapresiasi komitmen Ridwan Bae yang dinilainya konsisten mendorong penguatan wawasan kebangsaan, khususnya di kalangan profesional muda yang memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah dan nasional.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa peran Insinyur tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga ikut menjaga fondasi kebangsaan. Ini pesan penting bagi generasi muda Sulawesi Tenggara, ujar mantan Presiden Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) itu.

Baca Juga:  Asessmen Polda Sultra Dapat Apresia dari  As SDM Mabes Polri Sebagai Polda Berprestasi                 

Kegiatan tersebut berlangsung dinamis dan penuh diskusi kritis. Para peserta secara aktif menyampaikan pandangan mengenai peran generasi muda dalam menjaga persatuan nasional serta memastikan arah pembangunan tetap berpijak pada nilai-nilai kebangsaan.

. . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar