Rahmat Hidayat dan Tantangan Kepemimpinan BEM UHO, Siap Tarung Jadi Ketua BEM UHO

News450 views

Kendari/Lumbungsuaraindonesia.com Kontestasi pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO) bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, melainkan momentum refleksi arah gerak organisasi mahasiswa. Di antara nama-nama yang mencuat, Rahmat Hidayat, mahasiswa Jurusan Psikologi, menjadi salah satu figur yang menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon ketua.

Keputusan Rahmat terjun dalam kontestasi ini patut dibaca sebagai keberanian politik mahasiswa untuk mengambil tanggung jawab lebih besar di ruang organisasi. Dalam konteks kampus, menjadi Ketua BEM berarti memikul peran strategis: menyuarakan aspirasi, menjaga marwah organisasi, sekaligus membangun komunikasi yang sehat dengan pihak universitas.

Sebagai mahasiswa psikologi, Rahmat membawa pendekatan yang relevan dengan tantangan mahasiswa hari ini, terutama terkait isu kesehatan mental, relasi sosial, serta dinamika tekanan akademik. Modal ini menjadi penting mengingat persoalan mahasiswa tidak lagi semata menyangkut administrasi dan kegiatan seremonial, tetapi juga kesejahteraan psikologis dan keadilan akses.

Baca Juga:  Kapolri Tegaskan TNI - Polri tetap Solid Usai Insiden Penyerangan Mapolres Tarakan

Namun demikian, kontestasi tidak boleh berhenti pada narasi personal dan latar belakang akademik. Publik kampus berhak menuntut gagasan konkret, peta jalan kepemimpinan, serta komitmen yang dapat diukur. Visi harus diterjemahkan dalam program kerja yang realistis, progresif, dan menjawab problem yang benar-benar dialami mahasiswa.

Pemilihan Ketua BEM pada akhirnya adalah soal kepercayaan. Mahasiswa tidak hanya memilih figur, melainkan memilih arah masa depan organisasi. Apakah BEM akan menjadi ruang advokasi yang hidup, atau sekadar struktur formal yang kehilangan daya juang, bergantung pada kepemimpinan yang lahir dari proses ini.

Baca Juga:  Reskrim Polsek Lasolo Berhasil Ringkus Dua Pelaku Pencurian Mesin Kapal       

Bagi Rahmat Hidayat dan kandidat lainnya, kontestasi ini adalah kesempatan membuktikan bahwa kepemimpinan mahasiswa masih memiliki daya ubah. Bukan tentang siapa yang paling populer, tetapi siapa yang paling siap mengabdi.

“Saya maju bukan untuk mencari jabatan, tetapi untuk membuka ruang pengabdian. BEM harus menjadi rumah bersama, tempat setiap mahasiswa merasa aman, didengar, dan diperjuangkan.

Baca Juga:  Manton Minta KPK RI Menindaklanjuti Laporan DPD GSPI Sultra Perihal Gedung Asrama Haji dan Jalan Lingkar Kota Kendari Sultra , Lumbung Suara Indonesia.com Revitalisasi pembangunan Gedung Asrama Haji Kota Kendari yang diduga Mangkrak kini terus menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat luas maupun para aktivis Sulawesi Tenggara. Salah satunya yang disuarakan oleh Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JARNAS MM) pada Rabu, 05/04/2023, didepan Gedung Merah Putih KPK RI. Menanggapi hal tersebut, DPD GSPI Sultra, melalui Manton selaku Ketua Bidang Humas itu kembali mengingatkan pihak KPK RI agar segera menindaklanjuti laporan DPD GSPI Sultra yang di masukan ke KPK RI pada tanggal 20/03/2023 lalu, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, Terkait Gedung Asrama Haji yang Diduga Mangkrak dan paket pekerjaan lainnya. Rabu, 05/04/2023. Selain itu kata Manton, Pihaknya juga meminta kepada KPK RI agar memproses Laporan DPD GSPI Sultra, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, perihal "Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan Anggaran kurang lebih Rp. 69 Miliar. Meski demikian, Pihak Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat telah menanggapi laporan DPD GSPI Sultra melalui via WhatsAppnya yang bertuliskan, sebagai berikut : Yth. Pelapor Berdasarkan pengecekan kami, laporan Saudara sedang dalam proses verifikasi oleh petugas kami. Apabila telah selesai akan diberikan tanggapan melalui surat atau telepon kepada alamat/nomor kontak terlampir. Salam, Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat KPK Demikian bunyi WhatsApp tersebut pada tanggal 27/03/2023 lalu. "Kami berharap, agar KPK RI segera memanggil dan memeriksa Kepala BPJN Sultra, Satker, PPK dan Pihak Kontraktor serta oknum - oknum yang diduga terlibat didalamnya, ini khusus laporan kami soal Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan anggaran sebesar Rp. 69 Miliar kurang lebih. Dan juga terkait Gedung Asrama Haji agar segera dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan lebih lanjut," Harap Manton.

Kepemimpinan bagi saya bukan soal kekuasaan, tetapi tentang keberanian melayani dan konsistensi menghadirkan solusi.
Mahasiswa hari ini tidak hanya menghadapi tekanan akademik, tetapi juga beban mental dan sosial. BEM tidak boleh menutup mata terhadap itu.”

Soal Inklusivitas
Tidak boleh ada mahasiswa yang merasa tersisih di kampus ini. Selama ia bagian dari UHO, ia berhak mendapatkan ruang, perhatian, dan perlakuan yang adil.”

Saya ingin BEM menjadi jembatan, bukan tembok. Menjadi penguat, bukan sekadar simbol.”
Ini bukan tentang saya, ini tentang kita. Tentang masa depan organisasi mahasiswa dan wajah kampus kita ke depan.,tutupnya.

. . < img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/> . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar