Rahmat Hidayat dan Tantangan Kepemimpinan BEM UHO, Siap Tarung Jadi Ketua BEM UHO

News65 views

Kendari/Lumbungsuaraindonesia.com Kontestasi pemilihan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Halu Oleo (UHO) bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, melainkan momentum refleksi arah gerak organisasi mahasiswa. Di antara nama-nama yang mencuat, Rahmat Hidayat, mahasiswa Jurusan Psikologi, menjadi salah satu figur yang menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon ketua.

Keputusan Rahmat terjun dalam kontestasi ini patut dibaca sebagai keberanian politik mahasiswa untuk mengambil tanggung jawab lebih besar di ruang organisasi. Dalam konteks kampus, menjadi Ketua BEM berarti memikul peran strategis: menyuarakan aspirasi, menjaga marwah organisasi, sekaligus membangun komunikasi yang sehat dengan pihak universitas.

Sebagai mahasiswa psikologi, Rahmat membawa pendekatan yang relevan dengan tantangan mahasiswa hari ini, terutama terkait isu kesehatan mental, relasi sosial, serta dinamika tekanan akademik. Modal ini menjadi penting mengingat persoalan mahasiswa tidak lagi semata menyangkut administrasi dan kegiatan seremonial, tetapi juga kesejahteraan psikologis dan keadilan akses.

Baca Juga:  Ridwan Bae : Sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Jadikan Konawe Lebih Siap Hadapi Pembangunan

Namun demikian, kontestasi tidak boleh berhenti pada narasi personal dan latar belakang akademik. Publik kampus berhak menuntut gagasan konkret, peta jalan kepemimpinan, serta komitmen yang dapat diukur. Visi harus diterjemahkan dalam program kerja yang realistis, progresif, dan menjawab problem yang benar-benar dialami mahasiswa.

Pemilihan Ketua BEM pada akhirnya adalah soal kepercayaan. Mahasiswa tidak hanya memilih figur, melainkan memilih arah masa depan organisasi. Apakah BEM akan menjadi ruang advokasi yang hidup, atau sekadar struktur formal yang kehilangan daya juang, bergantung pada kepemimpinan yang lahir dari proses ini.

Baca Juga:  Usung Tema " BERGERAK" Untuk Pasar Murah"Kadin Sultra Gandeng Perumda Kota Kendari Buka Gerai Sembako Murah.

Bagi Rahmat Hidayat dan kandidat lainnya, kontestasi ini adalah kesempatan membuktikan bahwa kepemimpinan mahasiswa masih memiliki daya ubah. Bukan tentang siapa yang paling populer, tetapi siapa yang paling siap mengabdi.

“Saya maju bukan untuk mencari jabatan, tetapi untuk membuka ruang pengabdian. BEM harus menjadi rumah bersama, tempat setiap mahasiswa merasa aman, didengar, dan diperjuangkan.

Baca Juga:  Polda Sultra Gelar Seleksi Kompetensi PPPK Polri 2024 Melalui Ujian CAT

Kepemimpinan bagi saya bukan soal kekuasaan, tetapi tentang keberanian melayani dan konsistensi menghadirkan solusi.
Mahasiswa hari ini tidak hanya menghadapi tekanan akademik, tetapi juga beban mental dan sosial. BEM tidak boleh menutup mata terhadap itu.”

Soal Inklusivitas
Tidak boleh ada mahasiswa yang merasa tersisih di kampus ini. Selama ia bagian dari UHO, ia berhak mendapatkan ruang, perhatian, dan perlakuan yang adil.”

Saya ingin BEM menjadi jembatan, bukan tembok. Menjadi penguat, bukan sekadar simbol.”
Ini bukan tentang saya, ini tentang kita. Tentang masa depan organisasi mahasiswa dan wajah kampus kita ke depan.,tutupnya.

. . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar