Mahasiswa UHO Raih Emas POMNAS 2025, Harumkan Nama UHO dan Sulawesi Tenggara

News164 views

Sultra Lumbungsuaraindonesia.com Mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) kembali mengukir prestasi cemerlang di panggung nasional. Yasir Nur Ikhwanuddin, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, berhasil membawa medali emas untuk cabang pencak silat (kelas under 45 kg) pada Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNAS) XIX 2025 di Semarang.

Sejak babak awal, Yasir menunjukkan performa luar biasa. Ia menundukkan sejumlah pesilat tangguh dari berbagai provinsi, termasuk atlet tuan rumah Jawa Tengah di semifinal, sebelum mengatasi perlawanan dari atlet DIY di final dan memastikan emas bagi kontingen UHO  sekaligus menjadi sejarah, karena ini adalah medali emas pertama cabang silat bagi UHO di POMNAS.

Baca Juga:  Aksi Jilid IV GMII di KPK Atas Dugaan Tindak Pidana Korupsi PT Antam

Kemenangan ini saya persembahkan untuk kampus dan masyarakat Sulawesi Tenggara. Semoga menjadi batu loncatan bagi prestasi-prestasi berikutnya, kata Yasir usai pertandingan.

Rektor Universitas Halu Oleo yang baru, Prof. Armid, menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras Yasir. Ia menegaskan bahwa prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa UHO mampu bersaing secara nasional dan membuka peluang lebih luas bagi atlet-mahasiswa dari Sulawesi Tenggara.

Baca Juga:  USN Kolaka–UHO Kendari Olah Limbah Nikel Jadi Beton, Upaya Mitigasi Dampak Lingkungan di Sultra

Kami merasa bangga atas pencapaian ini. Kepada Yasir dan tim, saya ucapkan selamat, dan semoga prestasi ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk mengejar prestasi di bidang akademik maupun non-akademik, ujar Prof. Armid.

Dengan prestasi emas ini, Yasir juga berpeluang mewakili Indonesia dalam ajang ASEAN University Games 2026 di Malaysia, sekaligus menambah daftar atlet berbakat asal Sulawesi Tenggara yang mampu berkiprah di level internasional.

Baca Juga:  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sultra Gelar RDP bersama Koalisi Masyarakat Menggugat dan Badan POM Kota Kendari.

Prestasi ini bukan hanya milik Yasir atau UHO, tetapi milik seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara, sebuah bukti bahwa dari daerah ini lahir bibit unggul yang mampu berprestasi di panggung nasional.

. . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar