Ribuan Mahasiswa Kepung DPRD Sultra, Aksi Damai Sempat Memanas

News418 views

KendariLumbungsuaraindonesia com  Ribuan Mahasiswa dari berbagai Kampus yang ada di Kota Kendari  serta elemen organisasi Masyarakat Sulawesi Tenggara memadati gedung DPRD Sultra, Senin (1/9/2025). Aksi yang awalnya berlangsung damai itu sempat memanas setelah sekelompok massa melempari gedung dewan dengan batu hingga menyebabkan sejumlah kaca pecah.

Dalam orasinya, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, antara lain mendesak pemotongan tunjangan anggota DPRD sebesar 50 persen selama setahun, percepatan pengesahan UU Perampasan Aset, serta pertanggungjawaban lembaga legislatif terkait berbagai persoalan rakyat.

Ini bentuk kepedulian kami terhadap kondisi masyarakat. Wakil rakyat harus merasakan langsung apa yang dirasakan rakyat,  teriak salah satu orator dari atas mobil komando.

Baca Juga:  Polres Konawe Utara Gelar Perkara tentang TPPO                       

Suasana Sempat tegang dan memanas ketika ada oknum yang melakukan pelemparan batu ke gedung yang mengakibatkan kaca pecah disaat sebagian demonstran mencoba menerobos masuk ke dalam gedung DPRD. Aksi saling dorong dengan aparat kepolisian pun tak terhindarkan, bahkan sempat disertai pelemparan botol air mineral.

Sehingga, sejumlah kaca gedung DPRD pecah akibat lemparan batu dari kelompok tak dikenal. Meski begitu, aparat TNI-Polri yang berjaga berhasil meredam kericuhan sehingga situasi dapat dikendalikan kembali.

Kapolda Sultra menegaskan bahwa aparat mengedepankan langkah persuasif dalam mengawal aksi. Kami berusaha menahan diri. Tugas kami memastikan aspirasi tersampaikan dengan aman dan tidak mengganggu ketertiban umum, ucapnya.

Baca Juga:  Manton Minta KPK RI Menindaklanjuti Laporan DPD GSPI Sultra Perihal Gedung Asrama Haji dan Jalan Lingkar Kota Kendari Sultra , Lumbung Suara Indonesia.com Revitalisasi pembangunan Gedung Asrama Haji Kota Kendari yang diduga Mangkrak kini terus menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat luas maupun para aktivis Sulawesi Tenggara. Salah satunya yang disuarakan oleh Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JARNAS MM) pada Rabu, 05/04/2023, didepan Gedung Merah Putih KPK RI. Menanggapi hal tersebut, DPD GSPI Sultra, melalui Manton selaku Ketua Bidang Humas itu kembali mengingatkan pihak KPK RI agar segera menindaklanjuti laporan DPD GSPI Sultra yang di masukan ke KPK RI pada tanggal 20/03/2023 lalu, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, Terkait Gedung Asrama Haji yang Diduga Mangkrak dan paket pekerjaan lainnya. Rabu, 05/04/2023. Selain itu kata Manton, Pihaknya juga meminta kepada KPK RI agar memproses Laporan DPD GSPI Sultra, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, perihal "Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan Anggaran kurang lebih Rp. 69 Miliar. Meski demikian, Pihak Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat telah menanggapi laporan DPD GSPI Sultra melalui via WhatsAppnya yang bertuliskan, sebagai berikut : Yth. Pelapor Berdasarkan pengecekan kami, laporan Saudara sedang dalam proses verifikasi oleh petugas kami. Apabila telah selesai akan diberikan tanggapan melalui surat atau telepon kepada alamat/nomor kontak terlampir. Salam, Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat KPK Demikian bunyi WhatsApp tersebut pada tanggal 27/03/2023 lalu. "Kami berharap, agar KPK RI segera memanggil dan memeriksa Kepala BPJN Sultra, Satker, PPK dan Pihak Kontraktor serta oknum - oknum yang diduga terlibat didalamnya, ini khusus laporan kami soal Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan anggaran sebesar Rp. 69 Miliar kurang lebih. Dan juga terkait Gedung Asrama Haji agar segera dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan lebih lanjut," Harap Manton.

Di tengah aksi, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala bersama Kapolda Sultra dan Danrem 143/Haluoleo turun langsung menemui massa. Ia menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa dan masyarakat, serta menegaskan siap memperjuangkan aspirasi yang disampaikan.

Kami menerima dengan baik aspirasi saudara-saudara dan akan memperjuangkannya sesuai mekanisme yang berlaku,  ujar La Ode Tariala di hadapan demonstran.

Sebagai bentuk keseriusan, sejumlah perwakilan mahasiswa kemudian dipersilakan masuk ke ruang sidang DPRD untuk berdialog langsung dengan pimpinan dewan.

Sementara itu, untuk menjaga kelancaran lalu lintas, ruas jalan di sekitar gedung DPRD masih ditutup sementara dan sebagian dialihkan ke jalur alternatif. Aparat keamanan dari kepolisian dan TNI juga memperketat penjagaan di titik-titik rawan.

Baca Juga:  Personel Subsatgas PAM Lakukan Pengecekan Keamanan Kantor Penyelenggara Pilkada

Hingga pukul 17.00 Wita tadi, suasana di dalam kantor DPRD Sultra masih kondusif begitu juga di luar gedung serta lalulintas terpantau lancar.

Aksi di Kendari ini menambah deretan gelombang demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah yang mengangkat isu serupa, yakni pemangkasan anggaran dan transparansi penggunaan uang negara. Sejumlah organisasi mahasiswa menyatakan aksi akan terus berlanjut jika tuntutan tidak direspons secara serius oleh pemerintah dan DPRD.

Redaksi : 1/9/2025
**LM@**

. . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar