Sultra – Lumbungsuaraindonesia.com Tim dosen dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menggelar kegiatan Pelatihan dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Media Tanam bagi ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Kambu, Kota Kendari. Kegiatan yang berlangsung di balai pertemuan kelurahan ini menghadirkan antusiasme tinggi dari para peserta yang ingin belajar mengolah lahan pekarangan menjadi sumber pangan keluarga.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari tiga dosen Fakultas Pertanian UHO, yakni Dr. Nini Mila Rahmi, Dr. La Ode Alwi, S.P., M.P., dan Wa Ode Nur Aida, S.I., M.Si., serta sejumlah mahasiswa yang turut berperan aktif dalam kegiatan lapangan ini. Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) — salah satu dari tiga pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi, selain pendidikan dan penelitian.
Membumikan Pengetahuan Kampus di Pekarangan Warga.
Dalam pelatihan yang dikemas secara interaktif itu, para dosen menjelaskan konsep dasar media tanam, mulai dari pemilihan bahan, teknik pencampuran, hingga pentingnya menjaga keseimbangan unsur hara di dalam tanah.
Para peserta juga diperkenalkan pada berbagai bahan alami yang bisa digunakan sebagai media tanam, seperti tanah gembur, sekam bakar, dan kompos organik hasil pengolahan limbah dapur rumah tangga.
Kami ingin membekali ibu-ibu PKK dengan keterampilan praktis agar mereka bisa memanfaatkan lahan pekarangan menjadi kebun produktif. Media tanam adalah fondasi utama bagi keberhasilan tanaman. Kalau medianya baik, tanaman akan tumbuh sehat dan hasilnya bisa dinikmati untuk kebutuhan rumah tangga,” jelas Dr. Nini Mila Rahmi, ketua tim pelaksana kegiatan.
Menurutnya, pengetahuan sederhana tentang media tanam dapat membuka peluang besar bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam program ketahanan pangan keluarga. Selain memenuhi kebutuhan gizi, kegiatan bercocok tanam di rumah juga mampu menekan pengeluaran harian dan memperkuat kemandirian ekonomi rumah tangga.
Antusiasme dan Harapan dari Ibu-Ibu PKK.
Kegiatan ini diikuti puluhan anggota PKK yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga dengan semangat tinggi untuk belajar bercocok tanam secara modern namun tetap ramah lingkungan. Para peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan teori, tetapi juga langsung melakukan praktik mencampur bahan media tanam, menanam bibit sayur, hingga mengenal cara sederhana merawat tanaman agar tetap subur.
Lurah dan Ketua PKK Kelurahan Kambu, sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah positif dari kalangan akademisi yang peduli terhadap pemberdayaan perempuan di tingkat akar rumput.
Kami merasa sangat senang dengan adanya pelatihan dari UHO ini. Banyak di antara kami yang selama ini ingin menanam, tapi belum tahu bagaimana membuat media tanam yang baik. Sekarang kami jadi tahu caranya, dan siap menerapkannya di rumah masing-masing, ujarnya penuh semangat.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak warga di kelurahan lain di Kota Kendari. Dengan bimbingan langsung dari tenaga ahli, masyarakat dapat mengembangkan keterampilan baru yang bermanfaat jangka panjang.
Mahasiswa Turun ke Lapangan, Ilmu untuk Masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa Fakultas Pertanian UHO juga berperan penting sebagai pendamping lapangan. Mereka membantu peserta dalam praktik pembuatan media tanam dan berbagi pengalaman terkait proses menanam hingga perawatan tanaman sayur dan toga (tanaman obat keluarga).
Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya pengabdian, tetapi juga pembelajaran nyata. Kami bisa melihat bagaimana ilmu yang kami pelajari di kampus benar-benar diterapkan di masyarakat, tutur salah satu mahasiswa peserta kegiatan.
Interaksi antara mahasiswa dan masyarakat menciptakan suasana belajar yang akrab dan menyenangkan. Banyak ibu-ibu PKK yang bahkan menanyakan cara memanfaatkan limbah rumah tangga seperti kulit buah dan sisa sayur untuk dijadikan pupuk alami. Hal ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran ekologis di kalangan warga setelah mengikuti pelatihan.
Mendorong Ketahanan Pangan dari Pekarangan Rumah.
Kegiatan pelatihan ini juga sejalan dengan program pemerintah daerah dan nasional tentang urban farming dan penguatan ketahanan pangan keluarga. Di tengah keterbatasan lahan perkotaan, pemanfaatan pekarangan rumah menjadi solusi kreatif untuk menghasilkan pangan sehat sekaligus memperindah lingkungan sekitar.
Dr. La Ode Alwi, salah satu anggota tim, menegaskan bahwa penggunaan media tanam yang tepat dapat meningkatkan produktivitas tanaman meskipun dilakukan di lahan sempit.
Melalui pendekatan sederhana seperti ini, kita bisa menumbuhkan budaya menanam di lingkungan rumah. Jika setiap keluarga mampu memproduksi sebagian kebutuhan sayurnya sendiri, dampaknya akan sangat besar bagi ekonomi rumah tangga dan ketahanan pangan masyarakat, ujarnya.
Sebagai penutup kegiatan, tim dosen dan mahasiswa UHO menyerahkan paket media tanam serta bibit sayuran siap tanam kepada seluruh peserta. Paket ini diharapkan menjadi modal awal untuk menerapkan hasil pelatihan di rumah masing-masing.
Langkah Nyata Perguruan Tinggi untuk Lingkungan dan Pemberdayaan.
Pelatihan media tanam yang digelar di Kelurahan Kambu ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ia menjadi simbol nyata sinergi antara dunia akademik dan masyarakat, bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi sarana pemberdayaan dan solusi atas tantangan sehari-hari.
Melalui kegiatan pengabdian seperti ini, Fakultas Pertanian UHO menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan pertanian berkelanjutan dan berbasis lingkungan, sekaligus memperkuat peran perempuan sebagai garda depan ketahanan pangan rumah tangga.
Fakta Kegiatan:
Kegiatan: Pelatihan dan Bimbingan Teknis Pembuatan Media Tanam
Pelaksana: Tim Dosen dan Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari
Tim Dosen: Dr. Nini Mila Rahmi, Dr. La Ode Alwi, S.P., M.P., dan Wa Ode Nur Aida, S.I., M.Si.
Peserta: Ibu-Ibu PKK Kelurahan Kambu, Kota Kendari.
Tujuan : Memberdayakan masyarakat melalui keterampilan pembuatan media tanam organik dan pemanfaatan pekarangan rumah untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar