Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Tanam Padi Serentak, Cetak 10 Ribu Hektare Sawah

News766 views

Blora – Lumbungsuaraindonesia.com Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri melakukan penanaman padi serentak di Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, Senin (9/12).

Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Irjen Edy Murbowo mengatakan, selain di Blora, penanaman padi juga dilakukan serentak di 26 Kabupaten dan 7 Provinsi.

“Gerakan tanam padi serentak seluas 10.000 Ha di 26 Kabupaten dan 7 Provinsi. Secara luring dan daring,” kata Irjen Edy Murbowo.

Baca Juga:  Penanaman Jagung Serentak di Kabupaten Konawe, Kolaborasi Polri dan Berbagai Pihak untuk Ketahanan Pangan Nasional

Acara penanaman serentak itu turut dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan forkopimda Kabupaten Blora.

Ketua Gugus Tugas Ketahanan Polri Komjen Dedy Prasetyo sebelumnya menekankan bahwa apa yang dilakukan Polri sebagai bentuk aksi nyata mendukung ketahanan pangan sesuai dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:  Prof  Zamrun Ucapkan Terimakasih yang Sangat Mendalan atas Kinerja Kejati Sultra

Dalam pelaksanaanya, Polri melibatkan peran serta masyarakat antara lain 2.874 relawan, 710 kelompok Wanita tani, dan 3.863 kelompok tani di seluruh Indonesia. Adapun penanaman bakal dilakukan di 7.471 titik.

“Hasil panen akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan program makan gratis bergizi,” jelas Komjen Dedy Prasetyo.

Selain menanam tanaman untuk dikonsumsi, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri juga
menyiapkan pengadaan perikanan dan peternakan di lahan seluas masing-masing 148,3 hektar dan 59,9 hektar.

Baca Juga:  Pasar Malam Bak Jamur di Kendari Beach Diduga Tak Berizin, Pengendara dan Warga Terganggu, Pemkot Diminta Bertindak

Demi mempercepat akselerasi ketahanan pangan, Polri juga membuka rekrutmen Bintara dengan kompetensi khusus (Bakomsus) lulusan pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan Kesehatan.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar