27 November Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara Untuk Gubernur dan Walikota, Para Elit Jangan Provokasi Rakyat                         

News973 views

Kendari – Lumbungsuaraindonesia.com Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, yang pelaksanaannya kurang dari sepekan. Momentum pesta demokrasi ini jadi rutinitas 5 tahunan untuk memilih calon kepala daerah dalam rangka melanjutkan program pembangunan dalam lima tahun ke depan.

Di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), momen Pilkada ini sangat diidam-idamkan banyak pihak berlangsung aman dan kondusif dengan tetap merawat keragaman dan menjaga persatuan di daerah.

Baca Juga:  Kapolri Pimpin Kenaikan Pangkat untuk 10.548 Perwira Polri

Sebab, menjadi penting dalam menjaga kebersamaan di tengah-tengah keberagaman dalam memilih calon kepala daerah yang berkualitas.

Dari empat paslon tersebut, yang menjadi perdebatan publik hari ini adalah soal kehadiran pasangan calon gubernur, Andi Sumangerukka, S.E., M.M, (ASR) dan calon wakil gubernur, Ir. Hugua menjadi sorotan dari berbagai kalangan, tentu hal ini merupakan suatu dinamika yang menarik bagi beberapa pihak sebagai bahan diskusi dimana pun termasuk di warkop-warkop.

Baca Juga:  Akhirnya Direktur PT. Tristaco Mineral Makmur dan Kuasa Direktur PT. Cinta Jaya Resmi Tersangka, Semua Karena Pesona Kilau Ore Nikel Block Mandiodo.

Maka dari itu, diperlukan dari kita, kandidat, Tim-tim paslon gubernur dan yang mengaku tokoh masyarakat apakah itu rakyat jangan diprovokasi dengan mendiskreditkan calon lain, mempengaruhi rakyat dengan narasi sara, suku (kampanye hitam) yang tidak mendasar dan tidak mendidik.

Baca Juga :  Majelis Ulama Indonesia Gelar Rakornas Pusat Inkubasi Bisnis Syariah di Kendari

Baca Juga:  Beberkan Duduk Perkara Tapak Kuda, Kuasa Khusus Koperson Senggol Ketua Komisi III DPRD Kota Kendari

Salah satu masyarakat Sultra, Basri Matta mengatakan, bumi Anoa sama-sama harus kita jaga karena terdiri banyak suku bangsa, ada Muna, Buton, Tolaki, Bugis, Moronene, Wakatobi, Jawa, Bajo, dan lainnya.

“Jangan hanya karena pemilihan gubernur (Pilgub), membuat rakyat kita satu sama lain terjadi irisan, gap atau jarak yang disebabkan ego segelintir orang yang membuat tidak harmonis, tidak kondusif. Sungguh sangat disayangkan,” ujarnya.

 

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar