Di Tangan Anton Timbang, Kadin Sultra Menjelma sebagai Motor Penggerak Ekonomi Sulawesi Tenggara

News497 views

Kendari // LumbungsuaraIndonesia.com
Kepemimpinan Anton Timbang di tubuh Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara menorehkan jejak transformasi yang signifikan bagi penguatan dunia usaha dan akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah. Di bawah arah kepemimpinannya, Kadin Sultra tidak hanya tampil sebagai organisasi representatif para pengusaha, tetapi juga berkembang menjadi simpul strategis yang menjembatani kepentingan pelaku usaha, pemerintah, investor, serta masyarakat.

Sejak dipercaya menakhodai Kadin Sultra periode 2021–2026, Anton Timbang menghadirkan Paradigma baru dalam pengelolaan organisasi : lebih inklusif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil nyata.

Berbagai program kerja yang digagasnya tidak berhenti pada tataran seremonial, melainkan menyentuh langsung kebutuhan pelaku usaha dan tantangan ekonomi regional.

Salah satu keberhasilan paling menonjol selama kepemimpinannya ialah kemampuan Kadin Sultra dalam membuka ruang kemitraan antara pengusaha lokal dengan investor nasional maupun internasional. Anton Timbang secara konsisten mendorong agar setiap arus investasi yang masuk ke Sulawesi Tenggara wajib melibatkan pengusaha lokal sebagai mitra strategis, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya berputar di kalangan pemodal besar, tetapi juga dirasakan oleh pelaku usaha daerah.

Gagasan ini kemudian menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. �
Media Nikel Indonesia + 1
Di sektor penguatan kelembagaan ekonomi, Anton Timbang berhasil menjadikan Kadin Sultra sebagai forum bisnis yang aktif mempertemukan pemerintah, asosiasi, BUMN, BUMD, akademisi, hingga dunia industri dalam satu meja dialog investasi. Melalui berbagai business meeting, forum investasi, dan penandatanganan kerja sama lintas sektor, Kadin Sultra tampil sebagai mediator yang efektif dalam mempercepat lahirnya peluang-peluang usaha baru di bidang pertambangan, perikanan, jasa, infrastruktur, dan pariwisata.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Gerebek Lokasi Percetakan Uang Palsu

Tidak hanya itu, keberpihakan Anton Timbang terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga menjadi salah satu indikator keberhasilan kepemimpinannya. Ia menyadari bahwa kekuatan ekonomi Sultra tidak mungkin bertumpu pada industri besar semata, melainkan harus dibangun dari ketahanan ekonomi kerakyatan. Karena itu, Kadin Sultra secara intensif melaksanakan pelatihan kewirausahaan, pendampingan usaha, fasilitasi promosi produk, hingga penguatan literasi digital agar UMKM mampu naik kelas, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki daya saing pasar yang lebih luas.

Program digitalisasi usaha yang diperkenalkan pada masa kepemimpinan Anton Timbang menjadi langkah progresif dalam menjawab tantangan era transformasi ekonomi modern. Pelaku usaha kecil didorong untuk mulai masuk dalam ekosistem pemasaran digital, memanfaatkan platform daring, serta membangun sistem usaha yang lebih efisien dan profesional.

Keberhasilan lainnya tampak dari konsistensi Kadin Sultra dalam menjalankan program-program sosial ekonomi yang menyentuh langsung masyarakat. Pasar murah yang digelar di sejumlah titik di Kota Kendari menjadi salah satu bukti konkret keberpihakan organisasi terhadap stabilitas kebutuhan masyarakat, khususnya di tengah tekanan ekonomi pascapandemi. Langkah tersebut tidak hanya bernilai sosial, tetapi juga memperlihatkan sensitivitas Kadin Sultra dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kebutuhan publik.

Baca Juga:  DPD dan DPC PDIP se Kabupaten Kota Prov. Sultra Sepakati buka Pendaftaran Balon Gubernur dan Balon Bupati/Walikota.

Pada level Nasional hingga internasional, Anton Timbang juga sukses membawa Kadin Sultra tampil dalam forum-forum bisnis prestisius. Keterlibatan dalam B20 inAGRO Expo and Business Forum serta partisipasi dalam B20 Summit Indonesia 2022 di Bali menandai keberhasilan Kadin Sultra dalam membuka jejaring yang lebih luas dengan komunitas bisnis nasional dan global. Forum B20 sendiri merupakan pertemuan bisnis internasional yang diinisiasi Kadin Indonesia dan dihadiri ribuan CEO serta pemimpin usaha dari puluhan Negara, dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi inovatif, inklusif, dan kolaboratif.

Melalui keterlibatan tersebut, Anton Timbang tidak sekadar membawa nama organisasi, tetapi juga memperkenalkan potensi strategis Sulawesi Tenggara kepada investor yang lebih luas, khususnya pada sektor hilirisasi pertambangan, industri perikanan, energi, dan pariwisata bahari.

Dalam aspek hubungan kelembagaan, Anton Timbang dikenal aktif membangun komunikasi konstruktif dengan pemerintah daerah. Ia konsisten mendorong terciptanya iklim investasi yang sehat melalui penyederhanaan regulasi, penguatan infrastruktur ekonomi, serta penciptaan kepastian usaha bagi investor. Pendekatan persuasif yang dibangunnya membuat Kadin Sultra berada pada posisi yang diperhitungkan dalam proses perumusan kebijakan ekonomi daerah.

Tak berhenti pada urusan bisnis, Anton Timbang juga menanamkan wajah humanis pada Kadin Sultra. Berbagai kegiatan kemanusiaan, bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana, hingga pemberdayaan komunitas produktif menjadi bagian dari orientasi organisasi di bawah kepemimpinannya. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang diperjuangkan tidak semata berorientasi pada angka, tetapi juga pada kebermanfaatan sosial.

Baca Juga:  LSM LIRA Desak Kementerian ESDM dan KLHK Mencabut Izin Pertambangan PT. Cipta Djaya Surya.

Tokoh pemuda Sulawesi Tenggara, Ikbal, menilai sosok Anton Timbang sebagai figur pengusaha yang berhasil memadukan kepemimpinan bisnis dengan tanggung jawab pembangunan daerah.

Anton Timbang bukan hanya memimpin Kadin sebagai organisasi pengusaha, tetapi menjadikannya sebagai rumah besar kolaborasi ekonomi. Banyak langkah konkret yang beliau lakukan untuk membantu pertumbuhan ekonomi Sultra, membuka ruang bagi pengusaha lokal, dan memastikan dunia usaha memiliki kontribusi nyata bagi masyarakat, ujar Ikbal.

Menurutnya, keberhasilan Anton Timbang terletak pada kemampuannya membaca kebutuhan zaman, yakni menghadirkan Kadin Sultra sebagai organisasi yang adaptif, responsif, dan tidak berjarak dengan persoalan riil para pelaku usaha.

Dengan sederet capaian tersebut, Anton Timbang dinilai berhasil menempatkan Kadin Sultra sebagai organisasi yang lebih progresif, modern, dan berdaya pengaruh. Kepemimpinannya bukan hanya meninggalkan catatan administratif, melainkan menghadirkan fondasi kuat bagi tumbuhnya ekosistem usaha yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Bumi Anoa.

Di tangan Anton Timbang, Kadin Sultra tidak sekadar berjalan sebagai organisasi formal, tetapi menjelma menjadi lokomotif penggerak ekonomi yang memberi harapan baru bagi masa depan investasi dan kemandirian pengusaha lokal Sulawesi Tenggara.

. . < img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/> . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar