Genjot Pertanian di Tengah Keterbatasan Anggaran, Gubernur Sultra Datangkan Ratusan Alsintan untuk Petani

News28 views

Kendari // LumbungsuaraIndonesia.com Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara terus memperkuat sektor pertanian meski menghadapi keterbatasan anggaran. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah meningkatkan koordinasi dengan Kementerian Pertanian RI untuk mendatangkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) bagi para petani.
Upaya ini membuahkan hasil. Sepanjang tahun 2025, Sulawesi Tenggara menerima ratusan alsintan dengan berbagai jenis. Bantuan tersebut meliputi 100 unit traktor roda dua (TR-2), 52 unit traktor roda empat (TR-4), 10 unit combine harvester, 25 unit pompa air berukuran tiga inci, serta tiga unit drone untuk penyemprotan pestisida dan pemupukan.

Penyaluran alsintan tersebut terus dilakukan oleh Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) Sultra hingga tahun 2026. Terbaru, bantuan disalurkan ke Kabupaten Konawe dan Kolaka Timur pada Sabtu, 4 April 2025, yang dipimpin langsung oleh Kepala Distanak Sultra, Prof. Muhammad Taufik.
Sebanyak empat kelompok tani menerima bantuan traktor roda dua. Rinciannya, satu kelompok tani berasal dari Konawe dan tiga kelompok tani dari Kolaka Timur. Selain itu, enam kelompok tani di Kolaka Timur, khususnya di Desa Wia-Wia dan Desa Tokai, mendapatkan bantuan pompa air untuk mengatasi dampak kekeringan yang cukup parah.

Baca Juga:  Cipta Kondisi Jelang Pilkada Damai, Polres Kolaka Amankan Terduga Pelaku Penikaman

Memasuki triwulan kedua tahun 2026, Gubernur Sultra kembali berhasil mendatangkan tambahan 40 unit TR-2. Sebelumnya, pemerintah pusat juga menyetujui program cetak sawah seluas 10 ribu hektare. Dengan tambahan ini, total luas program cetak sawah di Sultra kini mencapai 24.050 hektare.
Penyaluran alsintan dilakukan secara merata dan disesuaikan dengan luas lahan baku sawah di masing-masing daerah. Bantuan ini tidak diberikan untuk dimiliki secara pribadi, melainkan digunakan secara bergiliran antar kelompok tani.

Baca Juga:  Bahagianya Keluarga Rifda, Anak Bintara asal Kendari Lolos Seleksi Pusat Taruni Akpol 2024

Alsintan ini bersifat pinjam pakai. Setelah digunakan oleh satu kelompok tani, alat tersebut harus bisa dimanfaatkan oleh kelompok lain di wilayah yang sama. Dan yang terpenting, bantuan ini tidak dipungut biaya, ujar Prof. Muhammad Taufik, Senin, 6 April 2026.

Program bantuan alsintan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat infrastruktur pertanian sekaligus meningkatkan produktivitas petani.
Traktor roda dua dan roda empat diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan lahan. Sementara itu, pompa air menjadi solusi cepat bagi petani yang menghadapi kekeringan agar terhindar dari risiko gagal panen.

Baca Juga:  Kapolri dan Menteri P2MI Bersinergi Lindungi Pekerja Migran Indonesia

Di sisi lain, penggunaan combine harvester membantu mempercepat proses panen sehingga dapat mengurangi potensi kerugian. Adapun drone dimanfaatkan untuk mendukung penerapan teknologi pertanian modern, terutama dalam proses pemupukan dan perawatan tanaman.
Sesuai arahan Bapak Gubernur, pembangunan sektor pertanian harus berbasis solusi dan teknologi. Bantuan ini adalah bukti bahwa pemerintah daerah terus hadir untuk mendampingi petani dalam berbagai kondisi, tutupnya.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar