UHO Kendari Tingkatkan Standar Praktikum, Asisten Laboratorium Dibekali Kompetensi dan Etika Akademik

News833 views

Kendari // LumbungsuaraIndonesia.com Universitas Halu Oleo (UHO) terus memperkuat mutu pembelajaran berbasis praktik melalui penyelenggaraan bimbingan teknis (bimtek) bagi Asisten Praktikum lintas disiplin. Kegiatan yang digagas oleh Unit Penunjang Akademik (UPA) Laboratorium Terpadu ini berlangsung selama dua hari, 30–31 Maret 2026, di Kendari.

Bimtek tersebut melibatkan asisten praktikum dari bidang kimia, biologi, dan fisika, sebagai langkah strategis untuk menyelaraskan standar pelaksanaan praktikum di lingkungan kampus. Wakil Rektor I Bidang Akademik UHO, La Ode Santiaji Bande, menegaskan bahwa praktikum merupakan bagian esensial dalam proses pembelajaran, bukan sekadar pelengkap teori di ruang kelas.

Pelaksanaan praktikum harus mengacu pada standar akademik dan regulasi pendidikan tinggi. Hal ini penting untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap terjaga dan terukur, ujarnya.
Santiaji menjelaskan, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi antara Dosen dan Asisten Praktikum terkait mekanisme pelaksanaan di laboratorium. Keseragaman pemahaman dinilai krusial guna menghindari perbedaan interpretasi yang berpotensi memengaruhi kualitas pembelajaran.

Baca Juga:  Tinggal Menghitung Hari Jelang Eksekusi, RS Aliah Dihimbau Tidak Terima Pasien, Apa Lagi Rawat Inap

Ia menambahkan, sistem praktikum memiliki karakteristik berbeda dibandingkan perkuliahan konvensional. Dalam ketentuan pendidikan tinggi, satu satuan kredit semester (SKS) praktikum harus dilaksanakan secara penuh dalam bentuk kegiatan praktik selama 150 menit setiap pekan.                                    Pemahaman ini perlu dimiliki bersama agar tidak terjadi kekeliruan dalam implementasi di lapangan, katanya.

Baca Juga:  Masih Sesama Keluarga , Warga di Sambuli Bersengketa Soal Tanah Yang Sarat Dengan Kejanggalan dan di luar Fakta.

Meski demikian, Santiaji mengakui masih terdapat keluhan mahasiswa terkait pelaksanaan praktikum yang belum sepenuhnya merujuk pada panduan resmi. Padahal, panduan tersebut telah mengatur secara rinci tahapan kegiatan, metode, hingga alokasi waktu.

Sementara itu, Kepala UPA Laboratorium Terpadu UHO, Muhamad Alim Marhadi, menegaskan bahwa asisten praktikum memegang peran strategis sebagai mitra dosen dalam mendampingi Mahasiswa.
Asisten tidak hanya dituntut menguasai materi sesuai bidang keilmuan, tetapi juga mampu menjalankan fungsi edukatif, termasuk memberikan penilaian yang objektif disertai penjelasan yang konstruktif, ujarnya.

Selain penguatan kompetensi teknis, bimtek ini juga menekankan pentingnya etika akademik, keselamatan kerja di laboratorium, serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang menjadi acuan nasional dalam pengelolaan laboratorium pendidikan.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang mendorong peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik dan riset di perguruan tinggi.

Baca Juga:  Baliho Gubernur tanpa Wagub di Musprov Kadin Sultra Dipersoalkan, Sastra Alamsyah : Jangan Dipolitisasi

Laboratorium dipandang sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung capaian pembelajaran lulusan, khususnya di bidang sains dan teknologi.
Melalui kegiatan ini, UHO menargetkan terwujudnya sistem praktikum yang lebih terstandar, efektif, dan konsisten di seluruh fakultas. Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan peningkatan mutu akademik, tutur Santiaji.

Dengan penguatan kapasitas asisten praktikum, UHO berharap proses pembelajaran di laboratorium semakin berkualitas, sekaligus mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun riset.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar