Transformasi Kurikulum Berbasis OBE, Prodi Jurnalistik UHO Siapkan Lulusan Adaptif di Era Digital dan AI

News475 views

Kendari // LumbungsuaraIndonesia.com Program Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mulai merancang transformasi kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan digitalisasi dan perkembangan kecerdasan artifisial (AI).

Ketua Prodi Jurnalistik FISIP UHO, Marsia Sumule Genggong, mengungkapkan bahwa inisiatif tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan lokakarya kurikulum yang bertujuan meninjau serta menyelaraskan kembali mata kuliah dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang, Kamis, 12/3/2026

Menurutnya, pendekatan OBE menitikberatkan pada capaian pembelajaran yang terukur, sehingga diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga profesional dalam praktik jurnalistik.

Baca Juga:  Komitmen Netralitas Ditegaskan, Plt Rektor UHO Kendari Pastikan Pilrek 2026 – 2030 Berjalan Transparan dan Demokratis

Harapan kami, mahasiswa dapat tumbuh menjadi jurnalis yang profesional dan berdaya saing. Di tengah arus digitalisasi dan perkembangan AI, kurikulum harus dirancang berbasis luaran agar relevan dengan kebutuhan industri, ujarnya.
Ia menambahkan, melalui pendekatan tersebut, lulusan Jurnalistik UHO diharapkan memiliki kemampuan adaptif dan kreatif dalam menghadapi dinamika ekosistem digital yang terus berubah. Kemampuan beradaptasi dengan teknologi, lanjutnya, menjadi kunci utama dalam menciptakan profesional yang unggul dan memiliki nilai tambah.

Dalam proses pengembangan kurikulum, pihak prodi tidak menambah program studi baru, melainkan melakukan rekonstruksi terhadap mata kuliah yang telah ada. Penyesuaian ini difokuskan pada integrasi perkembangan teknologi serta kebutuhan praktis di dunia jurnalistik.
Substansi pembelajaran yang selama ini ada akan diselaraskan dengan perkembangan teknologi. Dengan demikian, lulusan tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga terdorong untuk terus berinovasi dan menghasilkan karya yang relevan, jelasnya.

Baca Juga:  Ridwan BAE Sangat Apresiasi  dan Dukung Rencana Pemda Muna Barat Bangun Kampus  ITBKM

Lebih lanjut, Marsia menyampaikan bahwa lokakarya tersebut turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk asosiasi ilmu komunikasi dan praktisi media. Masukan dari para praktisi menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum yang disusun bersifat aplikatif dan sesuai dengan kebutuhan industri.
Para praktisi, kata dia, berharap agar lulusan Jurnalistik UHO memiliki kesiapan kerja yang tinggi, sehingga mampu terserap di berbagai sektor, baik di perusahaan media maupun instansi pemerintahan.

Baca Juga:  Ketua Laskar Merah Putih Sultra Desak KPK RI untuk Tangkap Oknum BKD Sultra atas Dugaan Jual Beli SK Pengangkatan P3K

Selain fokus pada pembaruan kurikulum, Prodi Jurnalistik UHO juga tengah berupaya meningkatkan status akreditasi dari “Baik Sekali” menjadi “Unggul”. Saat ini, tim prodi sedang menyusun borang evaluasi diri untuk diajukan ke Lembaga Akreditasi Mandiri Sains Sosial dan Humaniora.

Proses penyusunan borang sedang berjalan. Kami berharap seluruh tahapan dapat dilalui dengan baik sehingga akreditasi Prodi Jurnalistik UHO dapat meningkat menjadi Unggul, tutupnya.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar