Sempat Hilang Saat Penelitian di Hutan Meluhu, Dua Mahasiswa Geologi UHO Kendari Ditemukan Selamat

News467 views

Konawe//LumbungsuaraIndonesia.com     Dua mahasiswa Jurusan Teknik Geologi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang sempat dilaporkan hilang saat melakukan penelitian lapangan di kawasan hutan Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Kedua mahasiswa tersebut diketahui bernama Taufik (22) dan Dimas (22). Keduanya ditemukan pada Rabu (28/1/2026) di sebuah pondok yang berada di tengah area persawahan Wowaepe, sekitar lima kilometer dari lokasi awal penelitian.
Kabar ditemukannya kedua mahasiswa tersebut pertama kali beredar melalui unggahan akun Facebook bernama Git Gita.
Alhamdulillah ketemu mi anak KKN UHO yang tersesat di hutan Meluhu. Didapat di bagian sawah Wowaepe, tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Baca Juga:  Polres Konawe Utara Gelar Cofee Morning Bersama Forkopinda dan Ketua Paguyuban, Ciptakan Pilkada Damai di Bumi Oheo

Sebelumnya, Taufik dan Dimas dilaporkan hilang pada Selasa (27/1/2026) saat menjalankan tugas penelitian pemetaan wilayah sebagai bagian dari kegiatan akademik Fakultas Geologi dan Pertambangan UHO.
Penelitian dilakukan di area perkebunan kelapa sawit milik PT Tani Prima Makmur (TPM) yang berada di Desa Sambasule. Dari area tersebut, para mahasiswa masuk ke kawasan hutan mengikuti jalur pemetaan yang telah ditentukan berdasarkan peta blok yang disusun oleh dosen pembimbing.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan penelitian lapangan tersebut dilakukan secara berkelompok dengan sistem pembagian blok wilayah. Setiap kelompok terdiri dari dua mahasiswa yang bertugas memetakan satu blok area penelitian.

Baca Juga:  Kementerian Perhubungan RI lakukan Roling Jabatan Bidang Syahbandar, Kepala KUPP Lapuko Sultra Bertukar dengan Kepala KUPP Bajoe Sulsel

Dua mahasiswa itu masuk melalui Desa Sambasule dan memulai penelitian dari area perkebunan sawit menggunakan peta blok yang diberikan oleh dosen. Dalam satu grup terdiri dari dua orang, dan hasil pemetaan wajib dilaporkan, ujar Malik Risal, Pimpinan Operasi Pencarian Orang BPBD Konawe, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (28/1).
Kegiatan pemetaan dimulai sejak pagi hari. Seluruh kelompok dijadwalkan kembali ke titik awal untuk melakukan koordinasi pada pukul 12.00 Wita. Namun hingga waktu yang ditentukan, satu kelompok tidak kunjung kembali.

Tim lapangan kemudian melakukan upaya komunikasi hingga pukul 15.00 Wita, namun kedua mahasiswa tersebut tidak dapat dihubungi dan dinyatakan putus kontak. Kondisi itu membuat pihak kampus bersama tim lapangan melaporkan kejadian tersebut sebagai kasus orang hilang.
Proses pencarian kemudian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kepolisian, BPBD Konawe, Dinas Pemadam Kebakaran, serta masyarakat setempat. Tim melakukan penyisiran darat di area perkebunan dan kawasan hutan di sekitar lokasi penelitian.
Setelah dilakukan pencarian intensif, kedua mahasiswa tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi dari lokasi.

Baca Juga:  Kemenkum HAM Sultra Beri Penghargaan Kepada Kadin Sultra Tepat Pada Perayaan Hari Dharma Karya Dika atas Kerja Selama ini.

Pihak terkait mengimbau agar setiap kegiatan penelitian lapangan, khususnya di wilayah hutan, tetap mengedepankan aspek keselamatan serta koordinasi yang ketat guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar