LPPM UHO Dorong Hilirisasi Riset 2026, Fokuskan Inovasi untuk Solusi Nyata Masyarakat

News12 views

Kendari// Lumbungsuaraindonesia.com Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari mempertegas arah baru riset dan pengabdian pada tahun 2026 melalui pendekatan hilirisasi, guna memastikan hasil penelitian memberi dampak langsung bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Kebijakan tersebut menandai komitmen UHO agar riset tidak berhenti pada publikasi ilmiah semata, tetapi mampu diterjemahkan menjadi produk, teknologi, serta rekomendasi kebijakan yang aplikatif dan bernilai tambah.
Ketua LPPM UHO Kendari, Prof. Nyoman Sudiana, menegaskan bahwa hilirisasi menjadi pembeda utama arah riset UHO dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Seluruh kegiatan penelitian dan pengabdian kini diarahkan untuk menjawab persoalan riil yang dihadapi masyarakat.
Hilirisasi berarti riset dan pengabdian benar-benar hadir sebagai solusi atas persoalan nyata di masyarakat, bukan sekadar laporan atau publikasi, ungkap Prof. Nyoman.

Baca Juga:  Guru SMKN 9 Kolaka Rayu Mekuo : Kami Merasa Terintimidasi Dengan Prilaku Oknum Kades Berlagak Bak Preman Bentak Guru dan Murid.

Sebagai perguruan tinggi yang tumbuh di wilayah kepulauan, UHO memfokuskan riset dan pengabdian pada sektor kelautan dan perdesaan. Bidang perikanan, pertanian, material, serta pengelolaan wilayah pesisir menjadi prioritas utama, termasuk pengembangan komoditas unggulan daerah seperti rumput laut dan perikanan tangkap.
Di sektor pertanian, riset diarahkan pada pengembangan kakao, jagung, jeruk, padi, hingga inovasi pupuk untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan. Sementara di sektor kelautan dan pesisir, penelitian difokuskan pada penguatan komoditas rumput laut, perikanan, serta pengembangan budidaya udang berbasis teknologi.
Secara nasional, kinerja riset UHO menunjukkan tren yang kian positif. Berdasarkan data Science and Technology Index (SINTA) Kemdikbud, UHO secara konsisten masuk dalam lima persen perguruan tinggi terbaik di Indonesia, serta berada di jajaran satu persen teratas untuk kategori perguruan tinggi negeri.
Sepanjang 2025, LPPM UHO mencatat peningkatan signifikan pada jumlah penelitian, paten, dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Sejumlah dosen juga meraih penghargaan nasional, yang berdampak pada bertambahnya jumlah guru besar sekaligus memperkuat ekosistem riset di lingkungan kampus.
Program pengabdian kepada masyarakat turut diperluas melalui berbagai skema, mulai dari KKN Tematik, Pengabdian Keberdayaan Masyarakat (PKM), hingga kerja sama berbasis wilayah dan industri. Isu yang ditangani meliputi penyediaan air bersih, sanitasi, pengelolaan sampah, pengendalian penyakit tanaman, serta peningkatan nilai tambah produk pangan lokal.
Dalam kerangka hilirisasi, LPPM UHO juga mendorong riset dosen untuk berkembang hingga tahap komersialisasi. Sejumlah riset di bidang material dan energi bahkan telah dikembangkan bersama mitra internasional dan diarahkan untuk mendukung kebutuhan industri masa depan.
Ke depan, LPPM UHO membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan pemerintah daerah, industri, serta berbagai pemangku kepentingan. Sinergi lintas sektor dinilai krusial untuk mengoptimalkan potensi riset dan sumber daya alam Sulawesi Tenggara demi pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga:  Ungkap Syukur Atlit Kempo Lolos PON 2024, Perkemi Sultra Berkurban
. . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar