Kendari – Lumbungsuaraindonesia.com Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD), Universitas Halu Oleo Kendari tahun ini memasuki Usia yang ke -14 tahun.
Memperingati hari jadi ke -14 tahun tersebut dirayakan dengan menggelar berbagai perlombaan untuk para alumni dan Mahasiswa PG PAUD serta para anak usia dini.
Dr Sitti Rahmaniar Abubakar ketua PG PAUD FKIP UHO Kendari menjelaskan bahwa rangkaian acara Dies Natalis ini telah berlangsung sejak tanggal 26 – 30 Mei 2025.
Adapun Cabang olahraga yang dilombakanntara lain senam, bola gotong, story telling, serta puisi bagi peserta Mahasiswa dan alumni.
Untuk lomba peserta PAUD/TK/RA meliputi fashion show, senam, balap karung, bakiak, dan congklak.
Dies natalis ini diakhiri dengan jalan santai bersama Pak Dekan, TK, IKA Alumni, seluruh mahasiswa PG PAUD sebagai penutup, ungkapnya.
Peserta sangat antusias mengikuti lomba terutama tingkat PAUD sangat tinggi semangatnya jika dilihat dari pesertanya yang mencapai 177 anak se – Kota Kendari, ungkapnya.
Lewat kegiatan tersebut, ratusan anak usia dini ini mendapatkan pengalaman dan teman baru sehingga diharapkan bisa menstimulasi tumbuh kembangnya.
Dr Sitti Rahmaniar Abubakar menjelaskan, hari jadi ke-14 menjadi refleksi bagi seluruh civitas akademika PG PAUD FKIP UHO Kendari, sambungnya.
Jurusan ini terbentuk atas mandat dari Kementerian Pendidikan Tinggi pada tahun 2011 silam yang mengharuskan Universitas Perguruan tinggi negeri membuka jurusan PG PAUD.
Akhirnya pada tahun 2024 lalu, PG PAUD FKIP UHO Kendari berhasil menyandang akreditasi unggul.
Semua Civitas akademika akan merasa bahwa posisi unggul ini harus dipertahankan, kalau bisa ditingkatkan dengan demikian semua kegiatan di jurusan kita pacu, bebernya.
Maka dari itu, Dies Natalis ke -14 PG PAUD FKIP UHO merupakan bagian dari upaya agar tetap unggul serta sebagai wadah peningkatan kompetensi mahasiswa dan jurusan.
Meski menjadi tenaga pendidik PAUD mempunyai banyak tantangan, tetapi itu diubah menjadi hal menyenangkan sehingga dapat memberikan energi positif.
Hingga Guru itu bisa mencintai pekerjaannya dan jika kita menjalani profesi dengan santai, maka tantangan dan hambatan akan berubah menjadi hal positif, imbuhnya.


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar