Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Tanam Padi Serentak, Cetak 10 Ribu Hektare Sawah

News805 views

Blora – Lumbungsuaraindonesia.com Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri melakukan penanaman padi serentak di Desa Kentong, Kecamatan Cepu, Blora, Jawa Tengah, Senin (9/12).

Wakil Ketua Pelaksana Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri Irjen Edy Murbowo mengatakan, selain di Blora, penanaman padi juga dilakukan serentak di 26 Kabupaten dan 7 Provinsi.

“Gerakan tanam padi serentak seluas 10.000 Ha di 26 Kabupaten dan 7 Provinsi. Secara luring dan daring,” kata Irjen Edy Murbowo.

Baca Juga:  Tim dan Official Patut Berbangga Hati Usai Gojukai Komda Sultra Sabet 17 Medali di Ajang Kejurnas Antardojo Jaksa Agung Cup I.

Acara penanaman serentak itu turut dihadiri oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dan forkopimda Kabupaten Blora.

Ketua Gugus Tugas Ketahanan Polri Komjen Dedy Prasetyo sebelumnya menekankan bahwa apa yang dilakukan Polri sebagai bentuk aksi nyata mendukung ketahanan pangan sesuai dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:  Aksi Demo di Depan DPR RI Ricuh, Massa Dipukul Mundur Polisi dengan Gas Air Mata

Dalam pelaksanaanya, Polri melibatkan peran serta masyarakat antara lain 2.874 relawan, 710 kelompok Wanita tani, dan 3.863 kelompok tani di seluruh Indonesia. Adapun penanaman bakal dilakukan di 7.471 titik.

“Hasil panen akan didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan program makan gratis bergizi,” jelas Komjen Dedy Prasetyo.

Selain menanam tanaman untuk dikonsumsi, Gugus Tugas Ketahanan Pangan Polri juga
menyiapkan pengadaan perikanan dan peternakan di lahan seluas masing-masing 148,3 hektar dan 59,9 hektar.

Baca Juga:  Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Anoa 2024, Kapolres Konut Ungkap 10 Sasaran Prioritas Operasi

Demi mempercepat akselerasi ketahanan pangan, Polri juga membuka rekrutmen Bintara dengan kompetensi khusus (Bakomsus) lulusan pertanian, perikanan, peternakan, gizi dan Kesehatan.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar