Sholat Idul Adha 1445 H/2024, Polda Sultra datangkan Ustadz Syukri Syamsuddin sebagai Khatib,

News2,028 views

Kendari,lumbungsuaraindonesia.com
Karena cuaca yang kurang mendukung, jadwal Sholat Idul Adha yang sebelumnya akan dilaksanakan di Lapangan Apel Presisi dipindahkan ke Masjid Al-Amin Polda Sultra, Senin 17 Juni 2024. Namun hal tersebut tidak mengurangi antusias jamaah.

Turut hadir dalam Sholat Idul Adha, Kapolda Sultra Irjen Pol Dwi Iriyanto, S.I.K., M.Si, Wakapolda Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana, S.H., M.H beserta pejabat utama Polda Sultra dan juga ratusan jamaah yang memenuhi Masjid Al-Amin Polda Sultra.

Baca Juga:  Ridwan BAE Sangat Apresiasi  dan Dukung Rencana Pemda Muna Barat Bangun Kampus  ITBKM

Sebagai Khatib Idul Adha, Ustadz Syukri Syamsuddin menyampaikan tausiyah nya tentang pengorbanan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah SWT untuk menyembelih anaknya, Nabi Ismail.

“Nabi Ibrahim dan Ismail merupakan representasi dari tingkat ketaatan hamba yang paling tinggi dengan penuh ke ikhlasan, sabar dan berserah diri hanya kepada Allah, ” kata Ustadz Syukri.

Baca Juga:  Percepat RUPS, Bank Sultra Targetkan Dividen Cair Sebelum Lebaran

Makna sesungguhnya dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail adalah memutus rasa kepemilikan Nabi Ibrahim sebagai seorang Nabi dan juga sebagai seorang manusia kepada titipan Allah SWT yakni anak yang paling di sayanginya, karena sesungguhnya milik Allah apa yang ada di langit dan di bumi.

Ustadz Syukri menyampaikan, bahwa sudah seharusnya jejak pengorbanan Nabi Ibrahim dipegang teguh oleh semua dan segenap hamba Allah yang taat.

Baca Juga:  Ketua Umum DePA-RI Minta Menteri Haji Tidak Ceroboh Soal War Tiket Haji

“Bisa jadi Ismail yang kita punya saat ini adalah harta kekayaan kita, kendaraan, rumah mewah, serta jabatan dan lainnya untuk tujuan sebenarnya meningkatkan ketaatan kepada Allah, ” pungkasnya.

Usai pelaksanaan sholat Idul Adha dilanjutkan dengan sarapan pagi bersama ratusan jamaah di Lapangan Presisi.

**LM@**

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar