Peringati Hari Kenaikan Yesus Kristus , Anton Timbang lakukan Kegiatan Sosial Donor Darah di Kendari

News59 views

Kendari,lumbungsuaraindnesia.com
Dalam rangka memperingati Hari Kenaikan Yesus Kristus, Panitia Perayaan Kenaikan Yesus Kristus Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan donor darah di salah satu restoran di Kota Kendari, Selasa (14/5/2024).

Ketua Panitia Kenaikan Hari Yesus Kristus, Anton Timbang menyatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dan semangat kebersamaan dalam merayakan hari suci tersebut.

“Donor darah adalah salah satu bentuk nyata dari kasih dan kepedulian terhadap sesama. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu masyarakat yang membutuhkan darah serta menginspirasi orang lain untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan,” ujarnya.

Baca Juga:  Operasi Ketupat Anoa 2024 Berjalan Aman dan Kondusif, Kapolres Konawe Utara Ucap Syukur Alhamdulillah.

Acara donor darah ini bekerja sama dengan Rumah sakit (Rs) Bahteramas Kendari. Selain, Panitia Perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus Sultra, Kadin Sultra dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sultra juga ikut berpartisipasi serta masyarakat umum.

Antusias masyarakat itu ditandai dengan banyaknya yang datang untuk melakukan donor darah.

Sehingga Anton Timbang berharap, dari kegiatan ini nanti dari hasil pendonoran darah tersebut bisa digunakan dan dapat bermanfaat bagi orang banyak.

Baca Juga:  Kisruh Kasus Koperasi TKBM Bungkutoko, PH Terdakwa: Tuntutan JPU di Nilai Tidak Masuk Akal dan Tidak Berdasar

“Kami harapkan hasilnya ini bisa dimanfaatkan untuk orang yang sangat membutuhkan,” ungkapnya.

Salah seorang pendonor, Andi Wijaya, mengungkapkan rasa syukurnya bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan darah.

“Saya merasa sangat senang bisa membantu orang lain. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut di masa depan,” tuturnya.

Baca Juga: 

Perayaan Hari Kenaikan Yesus Kristus kali ini tidak hanya menjadi momen spiritual tetapi juga sebagai ajang untuk menunjukkan solidaritas dan kepedulian terhadap sesama, sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan dalam ajaran agama.

. . . . . ' . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar