UHO Kendari Kukuhkan Delapan Guru Besar Baru, Perkuat Kapasitas Akademik Menuju Target 250 Profesor

News375 views

Kendari//LumbungsuaraIndonesia.com Universitas Halu Oleo (UHO) kembali memperkuat kapasitas akademiknya dengan mengukuhkan delapan guru besar baru dari berbagai bidang keilmuan.
Dengan pengukuhan tersebut, jumlah guru besar di UHO kini bertambah menjadi 172 orang.
Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Auditorium Mokodompit UHO dan dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), jajaran Senat Universitas, Dewan Guru Besar, pimpinan universitas, serta sivitas akademika UHO, Senin, 9/2/2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Dr. Herman, S.H., LL.M., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para dosen yang berhasil mencapai jabatan akademik tertinggi tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian sebagai guru besar bukanlah akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam mengembangkan keilmuan dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga:  Fianus Arung  Kecam Keras Penetapan Non - Executable PN Kendari ; “Melanggar Hukum dan Abaikan Putusan Inkrah”

Menurutnya, predikat profesor menuntut integritas tinggi, tanggung jawab moral, serta komitmen kuat untuk terus memperkaya khazanah ilmu pengetahuan melalui riset dan pengabdian kepada masyarakat.
“Pengukuhan guru besar merupakan bentuk pengakuan atas prestasi akademik yang diraih, sekaligus pemberian otoritas keilmuan yang diiringi tanggung jawab lebih besar,” ujar Dr. Herman.

Ia menambahkan, bertambahnya jumlah guru besar akan berdampak positif terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia serta kapasitas kelembagaan Universitas Halu Oleo dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.
Sebagai pemimpin akademik (academic leader), para profesor diharapkan mampu menghadirkan inovasi, memperkuat budaya riset, serta memberikan solusi ilmiah terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan akademik maupun masyarakat luas.
Guru besar harus menjadi inspirasi bagi para dosen, khususnya di program studi masing-masing, dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian serta pengabdian kepada masyarakat. Hal ini juga akan berdampak pada peningkatan akreditasi program studi, jelasnya.

Baca Juga:  Ketua LPPK Sultra Minta APH Obyektif dan Trasparan Menangani Kasus Dugaan Suap Bupati Kolaka Timur

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pengembangan profesionalitas berkelanjutan serta kontribusi nyata dalam membangun karakter dan peradaban bangsa melalui pendidikan yang berkualitas.
Dr. Herman juga mengungkapkan bahwa UHO terus mendorong peningkatan jumlah profesor sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan tinggi.

Saat ini UHO memiliki 172 guru besar yang tersebar di 14 fakultas dengan beragam bidang keilmuan. Kami menargetkan sebelum tahun 2030 jumlah guru besar dapat mencapai antara 200 hingga 250 orang, ungkapnya.
Ia menegaskan komitmen UHO untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat riset, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

Baca Juga:  Akademisi UHO : Lonjakan Harga Emas Cerminkan Kesadaran Investasi dan Strategi Lindung Nilai

Adapun delapan guru besar yang dikukuhkan adalah sebagai berikut :
Prof. Dr. Akhmad Marhadi, M.Sos. (Antropologi Maritim), Prof. Dr. Fransiscus Suramas Rembon (Pengelolaan Tanah dan Air), Prof. Dr. Ir. Rachmawati Hasid (Agronomi), Prof. Dr. Wali Aya Rumbia, S.E. (Kebijakan Pembangunan), Prof. Dr. Eng. Ir. Lucas Kano Manggala, S.T., M.T., IPM (Rekayasa Konversi Energi), Prof. Dr. Ir. Ahmad Syarif Sukri, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng. (Rekayasa dan Manajemen Pertanian Berkelanjutan Berbasis Masyarakat), Prof. Dr. Anas Nikoyan (Manajemen Pertanian Berkelanjutan Berbasis Masyarakat), serta Prof. Dr. Eng. Ir. Sudarsono, S.T., M.Eng. (Rekayasa Material dan Metalurgi).

Dengan pengukuhan ini, UHO berharap para guru besar dapat menjadi motor penggerak pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa.

. . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar