Kendari///LumbungsuaraIndonesia.com
Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenis (DPD GPM) Sulawesi Tenggara mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang beredar terkait isu penetapan tersangka terhadap Anton Timbang.
Ketua DPD GPM Sultra, Rendi Tabara, S.H., menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari Bareskrim Polri mengenai kabar tersebut. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak langsung mempercayai informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.
Kami mengimbau masyarakat Sulawesi Tenggara agar tetap bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, terutama di media sosial. Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari Bareskrim Polri terkait isu tersebut, ujar Rendi.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh isu yang sumber dan kebenarannya belum jelas, karena hal tersebut berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Kami berharap masyarakat tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Mari bersama-sama menunggu klarifikasi resmi dari pihak yang berwenang, lanjutnya.
DPD GPM Sultra juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas daerah serta tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Menurut Rendi, menjaga persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat merupakan tanggung jawab bersama, terutama dalam menghadapi berbagai informasi yang berkembang di ruang publik.
DPD GPM Sultra, kata dia, berkomitmen untuk terus mendorong masyarakat agar bersikap kritis namun tetap bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi.


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar