Sempat Hilang Saat Penelitian di Hutan Meluhu, Dua Mahasiswa Geologi UHO Kendari Ditemukan Selamat

News603 views

Konawe//LumbungsuaraIndonesia.com     Dua mahasiswa Jurusan Teknik Geologi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari yang sempat dilaporkan hilang saat melakukan penelitian lapangan di kawasan hutan Desa Sambasule, Kecamatan Meluhu, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.
Kedua mahasiswa tersebut diketahui bernama Taufik (22) dan Dimas (22). Keduanya ditemukan pada Rabu (28/1/2026) di sebuah pondok yang berada di tengah area persawahan Wowaepe, sekitar lima kilometer dari lokasi awal penelitian.
Kabar ditemukannya kedua mahasiswa tersebut pertama kali beredar melalui unggahan akun Facebook bernama Git Gita.
Alhamdulillah ketemu mi anak KKN UHO yang tersesat di hutan Meluhu. Didapat di bagian sawah Wowaepe, tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Baca Juga:  Manton Minta KPK RI Menindaklanjuti Laporan DPD GSPI Sultra Perihal Gedung Asrama Haji dan Jalan Lingkar Kota Kendari Sultra , Lumbung Suara Indonesia.com Revitalisasi pembangunan Gedung Asrama Haji Kota Kendari yang diduga Mangkrak kini terus menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat luas maupun para aktivis Sulawesi Tenggara. Salah satunya yang disuarakan oleh Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JARNAS MM) pada Rabu, 05/04/2023, didepan Gedung Merah Putih KPK RI. Menanggapi hal tersebut, DPD GSPI Sultra, melalui Manton selaku Ketua Bidang Humas itu kembali mengingatkan pihak KPK RI agar segera menindaklanjuti laporan DPD GSPI Sultra yang di masukan ke KPK RI pada tanggal 20/03/2023 lalu, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, Terkait Gedung Asrama Haji yang Diduga Mangkrak dan paket pekerjaan lainnya. Rabu, 05/04/2023. Selain itu kata Manton, Pihaknya juga meminta kepada KPK RI agar memproses Laporan DPD GSPI Sultra, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, perihal "Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan Anggaran kurang lebih Rp. 69 Miliar. Meski demikian, Pihak Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat telah menanggapi laporan DPD GSPI Sultra melalui via WhatsAppnya yang bertuliskan, sebagai berikut : Yth. Pelapor Berdasarkan pengecekan kami, laporan Saudara sedang dalam proses verifikasi oleh petugas kami. Apabila telah selesai akan diberikan tanggapan melalui surat atau telepon kepada alamat/nomor kontak terlampir. Salam, Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat KPK Demikian bunyi WhatsApp tersebut pada tanggal 27/03/2023 lalu. "Kami berharap, agar KPK RI segera memanggil dan memeriksa Kepala BPJN Sultra, Satker, PPK dan Pihak Kontraktor serta oknum - oknum yang diduga terlibat didalamnya, ini khusus laporan kami soal Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan anggaran sebesar Rp. 69 Miliar kurang lebih. Dan juga terkait Gedung Asrama Haji agar segera dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan lebih lanjut," Harap Manton.

Sebelumnya, Taufik dan Dimas dilaporkan hilang pada Selasa (27/1/2026) saat menjalankan tugas penelitian pemetaan wilayah sebagai bagian dari kegiatan akademik Fakultas Geologi dan Pertambangan UHO.
Penelitian dilakukan di area perkebunan kelapa sawit milik PT Tani Prima Makmur (TPM) yang berada di Desa Sambasule. Dari area tersebut, para mahasiswa masuk ke kawasan hutan mengikuti jalur pemetaan yang telah ditentukan berdasarkan peta blok yang disusun oleh dosen pembimbing.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan penelitian lapangan tersebut dilakukan secara berkelompok dengan sistem pembagian blok wilayah. Setiap kelompok terdiri dari dua mahasiswa yang bertugas memetakan satu blok area penelitian.

Baca Juga:  Konspirasi Mengangkangi Hukum 1996, 2018 Kembali Terulang

Dua mahasiswa itu masuk melalui Desa Sambasule dan memulai penelitian dari area perkebunan sawit menggunakan peta blok yang diberikan oleh dosen. Dalam satu grup terdiri dari dua orang, dan hasil pemetaan wajib dilaporkan, ujar Malik Risal, Pimpinan Operasi Pencarian Orang BPBD Konawe, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (28/1).
Kegiatan pemetaan dimulai sejak pagi hari. Seluruh kelompok dijadwalkan kembali ke titik awal untuk melakukan koordinasi pada pukul 12.00 Wita. Namun hingga waktu yang ditentukan, satu kelompok tidak kunjung kembali.

Tim lapangan kemudian melakukan upaya komunikasi hingga pukul 15.00 Wita, namun kedua mahasiswa tersebut tidak dapat dihubungi dan dinyatakan putus kontak. Kondisi itu membuat pihak kampus bersama tim lapangan melaporkan kejadian tersebut sebagai kasus orang hilang.
Proses pencarian kemudian melibatkan tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kepolisian, BPBD Konawe, Dinas Pemadam Kebakaran, serta masyarakat setempat. Tim melakukan penyisiran darat di area perkebunan dan kawasan hutan di sekitar lokasi penelitian.
Setelah dilakukan pencarian intensif, kedua mahasiswa tersebut akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat dan langsung dievakuasi dari lokasi.

Baca Juga:  5 Anabul Andalan Pengungkap Kejahatan, dari Kasus Narkoba Hingga Lacak DPO

Pihak terkait mengimbau agar setiap kegiatan penelitian lapangan, khususnya di wilayah hutan, tetap mengedepankan aspek keselamatan serta koordinasi yang ketat guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar