Waspada ! Modus Link Palsu Mengintai Nasabah Bank Sultra, Satu Klik Bisa Kuras Rekening

News20 views

Kendari//Lumbungsuaraindonesia.com
Kemajuan teknologi digital hingga melahirkan berbagai kemudahan, termasuk kemudahan transaksi digital pada Perbankan.
Dengan hal tersebut, Bank Sultra kembali mengingatkan seluruh nasabah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan siber, khususnya praktik phishing atau pencurian data melalui tautan (link) palsu.

Modus  ini acap terjadi lewat pesan singkat (SMS) atau WhatsApp dari nomor tidak dikenal. Pelaku menggunakan bahasa yang membuat panik dan mendesak, atau menawarkan hadiah menggiurkan, untuk memancing korban mengklik tautan berbahaya (seperti file undangan .APK atau website palsu).

Pihak keamanan Bank Sultra menghimbau agar tidak mengklik tautan sembarangan dapat berakibat fatal, antara lain:

>1. Pengambilalihan Akun & Saldo Terkuras: Pelaku dapat mengakses mobile banking dan mentransfer uang tanpa izin.                   >2. Pencurian Data Pribadi: Identitas seperti NIK, alamat, dan tanggal lahir dapat disalahgunakan untuk pinjaman online ilegal.                                                                      >3. Infeksi Malware/Virus: Perangkat nasabah dapat terserang virus yang memantau aktivitas dan mencuri data tanpa disadari.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, memberikan pernyataan tegas demi keamanan seluruh nasabah:

Baca Juga:  Tim Volly Oheo Polres Konut Menjadi Kampiun Jawara pada Turnamen Kapolda Sultra Cup 2024  .

Keamanan dana dan data nasabah adalah prioritas utama Bank Sultra. Kami menegaskan bahwa Bank Sultra tidak pernah meminta data rahasia seperti PIN, Password, Kode OTP, atau meminta nasabah mengunduh aplikasi di luar Play Store/App Store resmi melalui pesan pribadi.”

Kami menghimbau seluruh masyarakat Sultra untuk Saring Sebelum Sharing dan Cek Sebelum Klik. Abaikan pesan yang mencurigakan dan jangan pernah memberikan akses perangkat Anda kepada pihak yang tidak dikenal. Jika ragu, segera konfirmasi melalui saluran resmi kami.

Langkah Pencegahan Agar terhindar dari jerat penipuan, nasabah dihimbau untuk :

1. Tidak mengklik tautan (link) dari pengirim yang tidak dikenal.                           2. Hanya mengakses informasi melalui website dan aplikasi resmi Bank Sultra.       3. Segera menghubungi Call Center Bank Sultra di 1500683 jika menemukan aktivitas mencurigakan pada rekening.

Pihak Bank Sultra menegaskan bahwa meningkatnya transaksi digital harus diimbangi dengan literasi keamanan siber yang baik di tengah masyarakat. Kejahatan digital saat ini tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan memanfaatkan kelengahan dan ketidaktahuan korban melalui pesan yang tampak meyakinkan.
Pelaku penipuan kerap mencatut nama institusi perbankan, instansi pemerintah, hingga menggunakan logo resmi untuk mengelabui korban. Bahkan, tak jarang pesan disusun seolah berasal dari pihak bank dengan alasan pembaruan sistem, verifikasi akun, atau klaim hadiah tertentu.
Bank Sultra mengingatkan, sekali nasabah mengklik tautan berbahaya atau mengunduh aplikasi palsu, maka pelaku dapat menguasai perangkat korban dalam hitungan menit. Dampaknya bukan hanya kerugian finansial, tetapi juga penyalahgunaan data pribadi yang berpotensi menyeret korban ke masalah hukum dan pinjaman ilegal.
Oleh karena itu, Bank Sultra mengajak seluruh masyarakat Sulawesi Tenggara untuk tidak mudah percaya terhadap pesan digital yang bersifat mendesak, mengancam, atau terlalu menggiurkan. Prinsip kehati-hatian harus menjadi benteng utama dalam bertransaksi digital.
Bank Sultra juga menekankan bahwa setiap bentuk komunikasi resmi hanya disampaikan melalui kanal resmi, baik website, aplikasi resmi, maupun layanan Call Center. Apabila menerima pesan yang mengatasnamakan Bank Sultra namun disertai tautan mencurigakan, masyarakat diminta segera mengabaikan dan tidak menindaklanjuti pesan tersebut.
Sebagai langkah antisipasi, Bank Sultra mengajak seluruh nasabah untuk bersama-sama membangun budaya digital yang aman dengan menerapkan prinsip “Cek, Ricek, dan Konfirmasi” sebelum mengambil tindakan apa pun di dunia maya.
Jika menemukan indikasi penipuan atau aktivitas tidak wajar pada rekening, nasabah diminta segera melapor melalui Call Center Bank Sultra di 1500683 atau mendatangi kantor Bank Sultra terdekat untuk mendapatkan penanganan cepat.

Baca Juga:  KUPP Kelas I Molawe Teguhkan Semangat Nasionalisme dalam Upacara HUT RI Ke - 80

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, kembali menegaskan bahwa kewaspadaan nasabah menjadi kunci utama dalam mencegah kejahatan digital yang semakin masif.
Modus penipuan digital saat ini semakin canggih dan terus berkembang. Pelaku memanfaatkan kelengahan nasabah dengan berbagai cara, mulai dari pesan undangan palsu, klaim hadiah, hingga ancaman pemblokiran rekening. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengambil keputusan, tegas Andri.
Ia menambahkan, pihaknya tidak pernah berkomunikasi secara pribadi untuk meminta data rahasia nasabah dalam bentuk apa pun.
Perlu kami tegaskan kembali, Bank Sultra tidak pernah meminta PIN, password, kode OTP, maupun meminta nasabah menginstal aplikasi di luar kanal resmi. Jika ada pesan yang mengatasnamakan Bank Sultra dengan permintaan tersebut, sudah dapat dipastikan itu adalah penipuan, jelasnya.
Menurut Andri, satu kesalahan kecil dalam dunia digital dapat berdampak besar terhadap keamanan keuangan nasabah.
Cukup satu kali klik pada tautan palsu, pelaku bisa mengakses perangkat dan mengambil alih akun nasabah. Karena itu, kami meminta seluruh nasabah untuk lebih waspada dan selalu melakukan konfirmasi melalui saluran resmi sebelum bertindak, ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan keamanan digital sebagai tanggung jawab bersama.

Baca Juga:  Usung Tema " BERGERAK" Untuk Pasar Murah"Kadin Sultra Gandeng Perumda Kota Kendari Buka Gerai Sembako Murah.

Keamanan perbankan bukan hanya tugas bank, tetapi juga membutuhkan peran aktif nasabah. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan literasi digital, kita bisa memutus mata rantai kejahatan siber yang merugikan masyarakat luas, tutupnya.

. . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar