USN Kolaka–UHO Kendari Olah Limbah Nikel Jadi Beton, Upaya Mitigasi Dampak Lingkungan di Sultra

News539 views

Kolaka //Lumbungsuaraindonesia.com Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka bersama Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara, melakukan inovasi penting: mengolah limbah nikel menjadi beton ramah lingkungan. Langkah ini dilakukan melalui program Kosabangsa (Kolaborasi Sosial Membangun Masyarakat), dengan tujuan memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan., Kolaka, 10/12/2025.

Ketua tim dosen USN Kolaka, La Ode Dzakir, menjelaskan bahwa inovasi ini memanfaatkan slag nikel, limbah dari industri nikel untuk diolah menjadi bahan konstruksi melalui teknologi Reactive Powder Concrete (RPC). Teknologi RPC memungkinkan beton dengan kualitas tinggi tanpa memerlukan bahan tambahan mahal. Pelatihan dilaksanakan di Desa Tambea, Kecamatan Pomalaa, Kolaka, melibatkan warga lokal mulai dari proses pencampuran bahan hingga pencetakan concrete block dan hebel.

Masyarakat Desa Tambea menyambut antusias. Selain potensi produk yang bisa dijual ke luar desa, mereka melihat kemungkinan usaha baru yang mendatangkan penghasilan keluarga. Dzakir menekankan bahwa inovasi ini bukan hanya soal ekonomi tetapi juga solusi konkret menanggulangi limbah industri. Pendanaan dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemendikti Saintek 2025 membuat program ini bisa berjalan optimal dan memberi dampak nyata.

Baca Juga:  Forum Komunikasi Ormas Sultra Gelar Deklarasi Pemilu Damai 2024

Mengapa Inovasi Ini Penting: Dampak Industri Nikel di Sultra & Sulawesi
Industri nikel, meskipun membawa keuntungan ekonomi telah menimbulkan dampak lingkungan dan sosial yang luas di banyak wilayah Sulawesi, termasuk Sultra.
Studi dan laporan terkini menunjukkan sejumlah masalah berikut:

Di sekitar lokasi tambang nikel, desa-desa tercatat mengalami deforestasi hampir dua kali lipat dibanding area tanpa tambang, akibat akuisisi lahan untuk pertambangan. Akibatnya, habitat flora dan fauna khas Sulawesi (termasuk satwa endemik) terancam punah.

Baca Juga:  Sebagai Ungkapan Syukur Nikmat Kepada Allah SWT atas Kemenangan Pilgub Sultra, Tim dan Relawan ASR - HUGUA Gelar Doa Bersama

Di Kabupaten Konawe Selatan (Sultra), aktivitas pertambangan nikel telah mencemari sumber air irigasi bagi sawah. Akibatnya, produktivitas pertanian turun dan petani menanggung kerugian ekonomi signifikan.

Kerusakan ekosistem pesisir dan laut Limbah tambang (termasuk tailing dan sedimentasi) telah merusak mangrove, terumbu karang, dan habitat laut di wilayah tambang/pemrosesan nikel. Ini berdampak pada penurunan produktivitas perikanan dan hilangnya mata pencaharian nelayan serta komunitas pesisir.

Praktik pertambangan dan pengolahan nikel tanpa pengelolaan memadai meningkatkan risiko longsor, banjir bandang, dan polusi air. Selain itu, pencemaran limbah tambang dapat membawa dampak jangka panjang terhadap kesehatan masyarakat sekitar.

Dengan kondisi seperti itu, inovasi pengolahan limbah nikel menjadi bahan bangunan seperti beton bukan sekadar alternatif konstruksi, tetapi juga bagian dari solusi untuk mengurangi beban lingkungan, mengurangi potensi pencemaran, dan memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.

Baca Juga:  Manton Minta KPK RI Menindaklanjuti Laporan DPD GSPI Sultra Perihal Gedung Asrama Haji dan Jalan Lingkar Kota Kendari Sultra , Lumbung Suara Indonesia.com Revitalisasi pembangunan Gedung Asrama Haji Kota Kendari yang diduga Mangkrak kini terus menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat luas maupun para aktivis Sulawesi Tenggara. Salah satunya yang disuarakan oleh Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JARNAS MM) pada Rabu, 05/04/2023, didepan Gedung Merah Putih KPK RI. Menanggapi hal tersebut, DPD GSPI Sultra, melalui Manton selaku Ketua Bidang Humas itu kembali mengingatkan pihak KPK RI agar segera menindaklanjuti laporan DPD GSPI Sultra yang di masukan ke KPK RI pada tanggal 20/03/2023 lalu, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, Terkait Gedung Asrama Haji yang Diduga Mangkrak dan paket pekerjaan lainnya. Rabu, 05/04/2023. Selain itu kata Manton, Pihaknya juga meminta kepada KPK RI agar memproses Laporan DPD GSPI Sultra, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, perihal "Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan Anggaran kurang lebih Rp. 69 Miliar. Meski demikian, Pihak Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat telah menanggapi laporan DPD GSPI Sultra melalui via WhatsAppnya yang bertuliskan, sebagai berikut : Yth. Pelapor Berdasarkan pengecekan kami, laporan Saudara sedang dalam proses verifikasi oleh petugas kami. Apabila telah selesai akan diberikan tanggapan melalui surat atau telepon kepada alamat/nomor kontak terlampir. Salam, Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat KPK Demikian bunyi WhatsApp tersebut pada tanggal 27/03/2023 lalu. "Kami berharap, agar KPK RI segera memanggil dan memeriksa Kepala BPJN Sultra, Satker, PPK dan Pihak Kontraktor serta oknum - oknum yang diduga terlibat didalamnya, ini khusus laporan kami soal Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan anggaran sebesar Rp. 69 Miliar kurang lebih. Dan juga terkait Gedung Asrama Haji agar segera dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan lebih lanjut," Harap Manton.

Kesimpulan ;
Dari Limbah ke Peluang: Beton Ramah Lingkungan & Harapan Baru

Kolaborasi antara USN Kolaka dan UHO Kendari melalui Kosabangsa menunjukkan bahwa limbah industri nikel tidak harus selalu menjadi ancaman lingkungan melainkan bisa diubah menjadi produk konstruksi berguna.

Inisiatif ini relevan dalam konteks Sultra dan Sulawesi pada umumnya, dimana dampak negatif dari pertambangan nikel terhadap hutan, pesisir, lahan pertanian dan mata pencaharian warga sudah nyata. Dengan pendekatan inovatif seperti RPC, ada harapan bahwa limbah nikel bisa dikelola secara lebih berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga desa.

Semoga keberhasilan di Desa Tambea menjadi pijakan untuk replikasi di tempat lain, serta menunjukkan bahwa pembangunan industri dan pelestarian lingkungan bisa berjalan bersama.

. . < img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/> . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar