UHO dan BGN Bedah Peran Kampus dalam Menjamin Keberlanjutan Program Gizi Nasional

News554 views

Kendari/Lumbungsuaraindonesia.com Universitas Halu Oleo (UHO) menggelar audiensi dan kuliah umum bersama Badan Gizi Nasional (BGN) untuk membahas peran strategis perguruan tinggi dalam menjamin keberlanjutan layanan gizi nasional, Jumat (29/11/2025).

Kegiatan tersebut menghadirkan Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN, Prof. Dr. Ir. Sitti Aida Adha Taridala, M.Si, yang memaparkan secara langsung kontribusi kampus dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam paparannya, Prof. Sitti Aida menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki sedikitnya lima peran kunci yang tidak dapat digantikan oleh institusi lain.

Kontribusi pertama adalah riset dan inovasi. Perguruan tinggi didorong menghasilkan penelitian berbasis kebutuhan masyarakat, mulai dari pengembangan pangan lokal, keamanan pangan, hingga inovasi menu sesuai karakteristik budaya setempat.

Baca Juga:  Apel Perdana Pascaposko Lebaran, UPP Kelas I Molawe Serahkan SK Kenaikan Pangkat

Potensi lokal masih banyak yang belum tergarap. Kampus memiliki modal kuat untuk mengembangkannya, ujar Prof. Sitti Aida.

Kontribusi kedua berkaitan dengan penguatan sumber daya manusia. Program MBG membutuhkan tenaga profesional lintas bidang, mulai dari ahli gizi, akuntan, hingga manajer operasional dapur layanan gizi. Perguruan tinggi menjadi ruang strategis untuk mencetak tenaga terampil tersebut.

Mahasiswa juga didorong terlibat aktif melalui program magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) agar memperoleh pengalaman langsung di lapangan.

Ketiga, perguruan tinggi diharapkan hadir sebagai pusat pendampingan dan pelatihan. Dosen dan tenaga ahli dapat terjun langsung ke masyarakat untuk mendampingi pengelola dapur gizi, yayasan, dan kader kesehatan agar layanan berjalan sesuai standar dan berbasis bukti ilmiah.

Baca Juga:  Polda Sultra Gelar Seleksi Kompetensi PPPK Polri 2024 Melalui Ujian CAT

Kontribusi keempat adalah monitoring dan evaluasi. Menurut Prof. Sitti Aida, aspek ini kerap menjadi tantangan dalam program skala nasional. Kampus memiliki kapasitas menilai kualitas asupan gizi, kebersihan layanan, hingga efektivitas distribusi, sekaligus menyediakan data analitis bagi pemerintah.

Kontribusi terakhir adalah pembangunan ekosistem inovasi. Perguruan tinggi dinilai dapat menjadi penghubung antara hasil riset dengan UMKM pangan, koperasi, hingga startup, guna memperkuat rantai produksi dan distribusi pangan.

Baca Juga:  Manton Minta KPK RI Menindaklanjuti Laporan DPD GSPI Sultra Perihal Gedung Asrama Haji dan Jalan Lingkar Kota Kendari Sultra , Lumbung Suara Indonesia.com Revitalisasi pembangunan Gedung Asrama Haji Kota Kendari yang diduga Mangkrak kini terus menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat luas maupun para aktivis Sulawesi Tenggara. Salah satunya yang disuarakan oleh Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JARNAS MM) pada Rabu, 05/04/2023, didepan Gedung Merah Putih KPK RI. Menanggapi hal tersebut, DPD GSPI Sultra, melalui Manton selaku Ketua Bidang Humas itu kembali mengingatkan pihak KPK RI agar segera menindaklanjuti laporan DPD GSPI Sultra yang di masukan ke KPK RI pada tanggal 20/03/2023 lalu, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, Terkait Gedung Asrama Haji yang Diduga Mangkrak dan paket pekerjaan lainnya. Rabu, 05/04/2023. Selain itu kata Manton, Pihaknya juga meminta kepada KPK RI agar memproses Laporan DPD GSPI Sultra, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, perihal "Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan Anggaran kurang lebih Rp. 69 Miliar. Meski demikian, Pihak Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat telah menanggapi laporan DPD GSPI Sultra melalui via WhatsAppnya yang bertuliskan, sebagai berikut : Yth. Pelapor Berdasarkan pengecekan kami, laporan Saudara sedang dalam proses verifikasi oleh petugas kami. Apabila telah selesai akan diberikan tanggapan melalui surat atau telepon kepada alamat/nomor kontak terlampir. Salam, Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat KPK Demikian bunyi WhatsApp tersebut pada tanggal 27/03/2023 lalu. "Kami berharap, agar KPK RI segera memanggil dan memeriksa Kepala BPJN Sultra, Satker, PPK dan Pihak Kontraktor serta oknum - oknum yang diduga terlibat didalamnya, ini khusus laporan kami soal Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan anggaran sebesar Rp. 69 Miliar kurang lebih. Dan juga terkait Gedung Asrama Haji agar segera dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan lebih lanjut," Harap Manton.

Model kolaborasi triple helix pemerintah, perguruan tinggi, dan industri  ditekankan BGN sebagai fondasi penguatan ekosistem gizi nasional.

Di akhir pemaparannya, Prof. Sitti Aida berharap UHO tidak hanya berperan sebagai mitra program, tetapi juga menjadi motor penggerak di tingkat daerah.

Kolaborasi antara pemerintah, universitas, dan masyarakat adalah kunci agar generasi Indonesia tumbuh sehat dan produktif, ungkapnya.

Melalui audiensi ini, UHO dan BGN menegaskan bahwa pembangunan gizi nasional tidak semata berkutat pada penyediaan layanan, tetapi juga menuntut kerja intelektual yang berkelanjutan melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor.

. . < img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/> . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar