Ribuan Umat Islam Padati Kota Kendari dalam Aksi Solidaritas Palestina: Doa, Air Mata, dan Seruan Persatuan Umat. Ketua PJI Sultra turut Hadir

News263 views

Kendari/Lumbungsuaraindonesia.com
Langit pagi di atas Masjid Agung Al Kautsar tampak jernih, seolah memberi ruang bagi ribuan umat Islam yang sejak subuh telah berdatangan dengan wajah penuh semangat. Gema takbir yang terpantul dari dinding masjid mengalun seperti seruan persatuan. Di pelataran luas itu, massa mulai mengibarkan ratusan bendera Al-Liwa dan Ar-Roya panji yang dalam tradisi Islam diyakini sebagai lambang persatuan dan kejernihan tauhid.

Mereka berkumpul dalam Aksi Solidaritas Bela Palestina, sebuah gerakan yang tak hanya menggugah nalar kemanusiaan, tetapi juga menggugah hati nurani dan rasa keimanan. Dengan tema besar “Tolak Solusi Dua Negara, Kirim Tentara Bebaskan Palestina”, Longmarch dimulai dari Masjid Al Kautsar menuju Eks MTQ, melintasi ruas jalan yang berubah menjadi lorong doa, Ahad, 23/11/2025.

Aksi berlangsung dari pukul 07.00 hingga 10.00 Wita, dengan iringan takbir, salawat, dan lantunan doa untuk rakyat Palestina.

Kami hadir karena iman memanggil Kami”
Koordinator aksi, Abu Izzuddin, tampil di atas mobil komando. Suaranya tegas, namun sarat emosi.

Aksi ini digelar karena Palestina masih dijajah hingga hari ini. Setelah gencatan senjata 11 Oktober 2025, saudara-saudara kita kembali diserang,” ujarnya.
Sejak gencatan itu: 241 syahid, 619 luka, 528 sembuh. Total sejak 7 Oktober 2023: 69.176 syahid dan 170.690 luka-luka. Banyak yang masih tertimbun reruntuhan.
Ia juga menyoroti sikap komunitas internasional yang dinilai tidak memberikan tindakan berarti.

Baca Juga:  Kompolnas Apresiasi Langkah Cepat Polda NTB dalam Kasus Kekerasan Seksual IWAS

Dunia membisu, banyak penguasa negeri-negeri muslim hanya berpidato tanpa langkah nyata, tambahnya.

Suara takbir dari peserta aksi membahana, menambah intensitas suasana.
Human Stories: “Satu tubuh, satu rasa”
Di tengah lautan massa, kisah-kisah manusia menunjukkan bahwa aksi ini bukan sekadar demonstrasi, melainkan panggilan ukhuwah.

Aisyah (19), seorang mahasiswi, mengaku datang tanpa komando siapa pun.

Saya sudah terlalu sering melihat anak-anak Gaza menangis. Kalau ini yang bisa saya lakukan, saya lakukan, tuturnya sambil menggenggam poster bertuliskan ‘Free Palestine’.

Sementara itu, Muhammad Farhan, seorang ayah tiga anak, membawa serta keluarganya.
Anak-anak harus belajar satu hal: umat Islam itu satu tubuh. Kalau satu bagian sakit, semuanya ikut merasakan. Di sinilah mereka belajar tentang empati, ucapnya.

Seorang pedagang kaki lima bernama Samsul (42) memberikan air minum gratis kepada peserta aksi. Ia mengaku tidak punya banyak harta, namun ingin tetap berkontribusi.

Semoga ini menjadi amal jariyah. Saya hanya membayangkan bagaimana kalau itu anak-anak kita yang diserang, ujarnya.

Seruan dan Sikap Moral Peserta Aksi.
Dalam orasinya, Abu Izzuddin menyerukan dua hal utama bagi umat Islam:

Baca Juga:  Catatan Emas Tim Taekwondo Garbha Presisi, Jadi Juara umum 2 di Asian Police Championship Open 2024

1. Membantu rakyat Palestina dengan apa pun yang mampu diberikan.
Doa, obat-obatan, makanan, pakaian, semuanya berarti bagi saudara kita.

2. Membangun kekuatan internal umat.
Umat Islam harus kembali bersatu. Menurut pandangan kami, kekuatan itu adalah sistem politik Islam (khilafah) yang mempersatukan umat.

Seruan tersebut disampaikan sebagai bagian dari aspirasi kelompok penyelenggara dan disambut takbir oleh sebagian peserta.

Duka Palestina dalam Doa Kendari.
Longmarch diselingi pembacaan doa untuk syuhada Palestina, disertai tangis beberapa peserta yang larut dalam suasana haru. Di sepanjang jalan, terdengar suara anak kecil melafalkan salawat, seakan menjadi simbol harapan bahwa generasi berikutnya tumbuh dengan nurani yang terjaga.

Beberapa sekolah dan komunitas pengajian turut membawa rombongan. Sebuah spanduk besar bertuliskan “Gaza di Hati Kami” dibentangkan di depan barisan.

DOA UNTUK PALESTINA ;
Allahumma unsur ikhwanana fil Filistin. Allahumma farri’ hammahum, wa ajil nashrahum.
Ya Allah, tolonglah saudara-saudara kami di Palestina. Legakan kesedihan mereka dan percepat kemenangan bagi mereka.

Hadis Ukhuwah Islamiyah
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Kaum muslimin

Kaum muslimin itu ibarat satu tubuh. Jika satu bagian sakit, seluruh tubuh merasakan sakit.”
(HR. Muslim)

Kondisi Gaza dalam Angka Singkat
* Infrastruktur rusak parah, termasuk rumah sakit dan sekolah
* Akses listrik hanya beberapa jam per hari
* Krisis air bersih berkepanjangan
* Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak
* Bantuan kemanusiaan terhambat oleh blokade

Baca Juga:  Pengunjung Obyek Wisata Meningkat, Polres Konawe Utara Turunkan Personel Pengamanan         

Penggalangan Donasi dan Gerakan Kemanusiaan.
Selama aksi berlangsung, panitia membuka posko donasi di beberapa titik. Warga dengan antusias menyalurkan uang, pakaian, dan keperluan medis. Anak-anak menyerahkan celengan kecil mereka, sementara para ibu membawa kardus berisi pakaian layak pakai.

Ustaz Rahman Naba, salah satu tokoh yang turut hadir, mengingatkan pentingnya infak dan doa.

Allah membuka pintu pahala bagi siapa pun yang membantu, meskipun hanya dengan sebiji kurma, ujarnya.

Aksi Usai, Spirit Tetap Menyala.
Menjelang pukul 10.00 Wita, aksi ditutup dengan doa bersama di kawasan Eks MTQ. Ribuan tangan terangkat ke langit Kendari, membawa harapan agar Allah memberikan keselamatan bagi rakyat Palestina.

Meski langkah telah berhenti, semangat solidaritas tampak masih menyala di wajah para peserta. Bagi mereka, aksi ini bukan akhir, melainkan awal dari bentuk kepedulian—baik dalam doa, infak, maupun dukungan moral lainnya.

Aksi Kendari hari itu menjadi saksi bahwa ukhuwah Islamiyah tidak pernah padam, dan suara umat meski dari kejauhan tetap menguatkan mereka yang sedang berjuang di Gaza.

. . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar