Kelor Jadi Magnet Investasi Pengusaha Negeri Sakura “Jepang” di Kabupaten Muna

News742 views

WunaLumbungsuaraindonesia.com Pohon kelor (Moringa oleifera) yang selama ini dikenal masyarakat sebagai tanaman pangan dan obat tradisional, kini menjadi daya tarik investasi bagi pengusaha asal Jepang. Potensi besar tanaman kelor yang tumbuh subur di Kabupaten Muna membuat investor Negeri Sakura melirik daerah ini sebagai sentra produksi dan pengolahan kelor berstandar Internasional.

Kelor dikenal luas sebagai tanaman dengan segudang manfaat. Daunnya mengandung vitamin A, vitamin C, kalsium, protein, serta antioksidan tinggi yang baik untuk kesehatan.
Daun kelor mengandung antioksidan kuat yang melawan radikal bebas, membantu menurunkan risiko kanker, menjaga kesehatan jantung, mata, melancarkan pencernaan, mengendalikan tekanan darah, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga:  Manton Minta KPK RI Menindaklanjuti Laporan DPD GSPI Sultra Perihal Gedung Asrama Haji dan Jalan Lingkar Kota Kendari Sultra , Lumbung Suara Indonesia.com Revitalisasi pembangunan Gedung Asrama Haji Kota Kendari yang diduga Mangkrak kini terus menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat luas maupun para aktivis Sulawesi Tenggara. Salah satunya yang disuarakan oleh Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JARNAS MM) pada Rabu, 05/04/2023, didepan Gedung Merah Putih KPK RI. Menanggapi hal tersebut, DPD GSPI Sultra, melalui Manton selaku Ketua Bidang Humas itu kembali mengingatkan pihak KPK RI agar segera menindaklanjuti laporan DPD GSPI Sultra yang di masukan ke KPK RI pada tanggal 20/03/2023 lalu, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, Terkait Gedung Asrama Haji yang Diduga Mangkrak dan paket pekerjaan lainnya. Rabu, 05/04/2023. Selain itu kata Manton, Pihaknya juga meminta kepada KPK RI agar memproses Laporan DPD GSPI Sultra, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, perihal "Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan Anggaran kurang lebih Rp. 69 Miliar. Meski demikian, Pihak Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat telah menanggapi laporan DPD GSPI Sultra melalui via WhatsAppnya yang bertuliskan, sebagai berikut : Yth. Pelapor Berdasarkan pengecekan kami, laporan Saudara sedang dalam proses verifikasi oleh petugas kami. Apabila telah selesai akan diberikan tanggapan melalui surat atau telepon kepada alamat/nomor kontak terlampir. Salam, Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat KPK Demikian bunyi WhatsApp tersebut pada tanggal 27/03/2023 lalu. "Kami berharap, agar KPK RI segera memanggil dan memeriksa Kepala BPJN Sultra, Satker, PPK dan Pihak Kontraktor serta oknum - oknum yang diduga terlibat didalamnya, ini khusus laporan kami soal Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan anggaran sebesar Rp. 69 Miliar kurang lebih. Dan juga terkait Gedung Asrama Haji agar segera dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan lebih lanjut," Harap Manton.

Di pasar global, kelor bahkan dijuluki “Miracle tree” atau pohon ajaib karena bisa diolah menjadi beragam produk, mulai dari teh, kapsul, bubuk superfood, hingga minyak biji kelor yang digunakan dalam industri kosmetik premium.

Jepang yang selama ini konsisten mengembangkan produk alami dan sehat, menilai kelor dari Muna memiliki prospek cerah untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional. Sejumlah pengusaha dari Negeri Sakura dikabarkan siap menanamkan modal di sektor budidaya dan pengolahan kelor di Muna.

Investasi ini bukan hanya membuka peluang ekspor, tetapi juga akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani, penciptaan lapangan kerja, serta pengembangan industri pengolahan lokal, dan penjajakan awal ini pengusaha jepang menginginkan lahan sekitar seribuan hektar dan hal tersebut Pemda Muna akan  siapkan asal Pabriknya di bangun juga di Muna, ujar seorang pejabat Pemkab Muna, kepada Media ini.

Baca Juga:  Bripda Alif Lam Ramadhan Raih Juara 3 di Kejuaraan INKANAS Piala Kapolri 2024, Harumkan Nama Polres Buton

Ia menambahkan, kehadiran investor Jepang juga akan membawa transfer teknologi sekaligus peningkatan kualitas produksi agar produk kelor dari Muna mampu memenuhi standar ekspor ke Negara maju.

Masuknya investasi asing ini diharapkan semakin memperkuat posisi Kabupaten Muna sebagai salah satu sentra kelor nasional. Pemerintah daerah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar pengembangan Kelor tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat.

Baca Juga:  Daftar Kuota bagi Calon Maba UHO Kendari yang Ingin Menempuh Jalur SNBT 2025

Selain itu, para pelaku usaha juga berharap dukungan penuh dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga masyarakat lokal. Bentuk dukungan itu di antaranya kemudahan akses perizinan, fasilitasi ekspor, serta pembukaan jalur distribusi yang lebih luas agar industri kelor di Muna dapat berkembang pesat.

Dengan adanya kemudahan regulasi dan dukungan masyarakat, usaha ini akan lebih lancar. Dampaknya tentu sangat besar, bukan hanya untuk investor, tetapi juga bagi masyarakat Muna yang akan mendapatkan lapangan kerja baru serta peningkatan kesejahteraan, ujar salah satu Pengusaha UMKM di Muna.

Redaksi : 27/8/2025
**LM@**

. . < img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/> . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar