Anggota Polres Puncak Jaya Gugur Ditembak KKB Bumiwalo Telenggen

News665 views

Puncak Jaya – Mulia – Lumbungsuaraindonesia.com     Peristiwa penembakan yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Bumiwalo Telenggen telah mengakibatkan seorang anggota Polres Puncak Jaya, Brigpol Ronald M. Enok gugur pada Selasa 21 Januari 2025 di Kampung Lima-Lima, Distrik Pagaleme, Kabupaten Puncak Jaya.

Korban, yang merupakan anggota Polres Puncak Jaya, diketahui sedang mengantri untuk membeli minyak tanah di sebuah APMS di Kampung Lima-Lima. Dalam perjalanan pulang, Brigpol Ronald secara tiba-tiba diserang oleh KKB dan ditembak hingga gugur di lokasi kejadian.

Baca Juga:  Dewan Pembina Perhimpunan Masyarakat Muna Indonesia Kritisi Kebijakan Kepalai Balai Bahasa Sultra tentang Revitalisasi Bahasa Daerah

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz-2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengonfirmasi bahwa Polres Puncak Jaya bersama Satgas Ops Damai Cartenz-2025 telah bergerak ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengevakuasi korban. Jenazah Brigpol Ronald telah dibawa ke RSUD Mulia untuk menjalani proses visum dan rencananya, jenazah akan diterbangkan ke kediamannya di Jayapura hari ini untuk disemayamkan dan dimakamkan.

Baca Juga:  Anton Timbang Sokong Penuh Kebutuhan Atlit IMI Sultra, Target Emas Pra Pon Aceh.

“Kami memastikan keamanan masyarakat tetap terjaga. Saat ini, langkah-langkah investigasi sedang dilakukan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik aksi ini,” ujar Brigjen Pol Faizal.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2025, Kombes Pol Yusuf Sutejo, menghimbau masyarakat tetap tenang dan membantu aparat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah kabupaten puncak jaya.

Baca Juga:  Penanaman Jagung Serentak di Kabupaten Konawe, Kolaborasi Polri dan Berbagai Pihak untuk Ketahanan Pangan Nasional

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi agar tetap kondusif,” kata Kombes Pol Yusuf.

. . < img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/> . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar