Ketua Umum Bhayangkari Tinjau Penyaluran Air Bersih bagi Pengungsi Erupsi Gunung Lewotobi di Posko Kobasoma

News864 views

NTT – Lumbungsuaraindonesia.com  Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, meninjau langsung proses penyaluran air bersih bagi para pengungsi korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang ditempatkan di Posko Pengungsian Kobasoma, Desa Kobasoma, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur, 14/11/2024.

Air bersih yang sangat dibutuhkan ini disalurkan melalui kendaraan water treatment yang dioperasikan oleh Brimob Polda NTT.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi, khususnya air bersih, dapat terpenuhi dengan baik. Ny. Juliati Sigit Prabowo memberikan perhatian khusus terhadap upaya pemenuhan kebutuhan ini, mengingat air bersih menjadi elemen penting bagi kesehatan para pengungsi di tengah kondisi darurat.

Baca Juga:  Bareskrim Polri Sita Aset Milyaran Terkait Judol

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat utama Polri, di antaranya Astamaops Kapolri Komjen. Pol. Verdianto Iskandar Bitticaca, Aslog Kapolri Irjen. Pol. Raden Prabowo Argo Yuwono, S.I.K., M.Si, serta Kapusdokkes Polri Irjen. Pol. Dr. dr. Asep Hendradiana, Sp.An-TI., Subsp.T.i(K), M.Kes. Kehadiran para pejabat Polri ini menunjukkan dukungan penuh dari Bhayangkari dan Polri dalam penanganan bencana di NTT, terutama dalam memastikan para korban erupsi mendapatkan bantuan yang mereka butuhkan.

Baca Juga:  Kapolres Kolaka Terima 611 Personil BKO Gabungan Polda Sultra

Dalam kesempatan tersebut, Ny. Juliati menyampaikan bahwa Bhayangkari berkomitmen mendukung para pengungsi, terutama dalam kebutuhan mendesak seperti air bersih. “Kami hadir di sini untuk memastikan bahwa seluruh masyarakat pengungsi mendapatkan kebutuhan dasar, terutama air bersih yang sangat penting bagi kesehatan mereka. Semoga upaya kecil ini dapat meringankan beban para pengungsi di tengah situasi yang sulit ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Manton Minta KPK RI Menindaklanjuti Laporan DPD GSPI Sultra Perihal Gedung Asrama Haji dan Jalan Lingkar Kota Kendari Sultra , Lumbung Suara Indonesia.com Revitalisasi pembangunan Gedung Asrama Haji Kota Kendari yang diduga Mangkrak kini terus menjadi perbincangan hangat oleh masyarakat luas maupun para aktivis Sulawesi Tenggara. Salah satunya yang disuarakan oleh Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (JARNAS MM) pada Rabu, 05/04/2023, didepan Gedung Merah Putih KPK RI. Menanggapi hal tersebut, DPD GSPI Sultra, melalui Manton selaku Ketua Bidang Humas itu kembali mengingatkan pihak KPK RI agar segera menindaklanjuti laporan DPD GSPI Sultra yang di masukan ke KPK RI pada tanggal 20/03/2023 lalu, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, Terkait Gedung Asrama Haji yang Diduga Mangkrak dan paket pekerjaan lainnya. Rabu, 05/04/2023. Selain itu kata Manton, Pihaknya juga meminta kepada KPK RI agar memproses Laporan DPD GSPI Sultra, dengan Nomor 304.47/LP/DPD GSPI-SULTRA/III/2023, perihal "Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan Anggaran kurang lebih Rp. 69 Miliar. Meski demikian, Pihak Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat telah menanggapi laporan DPD GSPI Sultra melalui via WhatsAppnya yang bertuliskan, sebagai berikut : Yth. Pelapor Berdasarkan pengecekan kami, laporan Saudara sedang dalam proses verifikasi oleh petugas kami. Apabila telah selesai akan diberikan tanggapan melalui surat atau telepon kepada alamat/nomor kontak terlampir. Salam, Direktorat Pelayanan Laporan dan Pengaduan Masyarakat KPK Demikian bunyi WhatsApp tersebut pada tanggal 27/03/2023 lalu. "Kami berharap, agar KPK RI segera memanggil dan memeriksa Kepala BPJN Sultra, Satker, PPK dan Pihak Kontraktor serta oknum - oknum yang diduga terlibat didalamnya, ini khusus laporan kami soal Pembangunan Jalan Lingkar Kota Kendari dengan anggaran sebesar Rp. 69 Miliar kurang lebih. Dan juga terkait Gedung Asrama Haji agar segera dilakukan pemanggilan dan pemeriksaan lebih lanjut," Harap Manton.

Kendaraan water treatment yang dioperasikan oleh Brimob Polda NTT terus memasok air bersih ke posko-posko pengungsian untuk memastikan ketersediaan air minum yang layak bagi para pengungsi. Kehadiran Ketua Umum Bhayangkari dan para pejabat Polri ini diharapkan dapat memberikan semangat dan kepercayaan diri kepada para pengungsi bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit akibat erupsi Gunung Lewotobi.

. . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar