Kendari III LumbungsuaraIndonesia.com Gagasan mengenai persoalan pendidikan kembali mendapat ruang pembuktian di tingkat nasional. Dua mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo Kendari berhasil meraih Juara 2 National Essay Competition (NESCO) 3 Tahun 2026 yang berlangsung di Bali, 19–20 September 2026.
Capaian tersebut diraih oleh Afifah Arif Mansur dan Dinda A, melalui karya yang mengusung inovasi Sentral-E (Integrated School Welfare System Berbasis AVI). Gagasan itu tidak hanya mengantarkan keduanya ke posisi runner-up, tetapi juga memperoleh Gold Medal dan penghargaan Best Presentation.
Karya yang mereka tawarkan berangkat dari persoalan pendidikan yang sering kali berada di luar perhatian utama, yakni keberadaan hidden cost atau biaya tersembunyi yang secara tidak langsung dapat menambah beban peserta didik dan ekosistem pendidikan.
Melalui Sentral-E, tim mahasiswa Sosiologi FISIP UHO Kendari menawarkan pendekatan yang menempatkan kesejahteraan sekolah sebagai sebuah sistem yang perlu dikelola secara lebih terintegrasi.
Dukungan teknologi dalam konsep tersebut diarahkan untuk membantu mengidentifikasi sekaligus memitigasi berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi pengalaman dan keberlangsungan pendidikan peserta didik.
Pendekatan tersebut menjadi menarik karena persoalan pendidikan tidak semata-mata dipandang dari aspek pembelajaran di ruang kelas.
Ada dimensi sosial dan kesejahteraan yang turut menentukan bagaimana peserta didik menjalani proses pendidikan.
Dalam konteks itu, Sentral-E mencoba memperluas perspektif mengenai pengelolaan lingkungan sekolah.
Sistem yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada proses akademik, tetapi juga berupaya mengintegrasikan aspek kesejahteraan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
Prestasi yang diraih Afifah dan Dinda sekaligus memperlihatkan bagaimana disiplin ilmu sosial dapat berkontribusi dalam merumuskan gagasan yang bersentuhan langsung dengan persoalan pendidikan.
Perspektif Sosiologi dalam membaca realitas sosial kemudian diterjemahkan ke dalam sebuah inovasi yang ditawarkan sebagai solusi berbasis teknologi.
Tidak berhenti pada substansi karya, kualitas penyampaian gagasan juga menjadi salah satu kekuatan tim. Penghargaan Best Presentation menunjukkan bahwa kemampuan mengartikulasikan gagasan secara sistematis dan komunikatif menjadi bagian penting dalam kompetisi tersebut.
Sementara itu, raihan Gold Medal dan posisi Juara 2 NESCO 2026 menjadi capaian tersendiri bagi mahasiswa FISIP UHO Kendari dalam kompetisi tingkat Nasional.
Lebih jauh, prestasi tersebut menunjukkan bahwa lingkungan akademik tidak hanya menjadi ruang untuk mengembangkan teori dan pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi tempat lahirnya gagasan yang berupaya membaca persoalan sosial secara konkret.
Melalui Sentral-E, mahasiswa Sosiologi FISIP UHO Kendari membawa isu kesejahteraan pendidikan ke ruang kompetisi nasional sekaligus menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari keberanian mengidentifikasi persoalan yang selama ini kerap luput dari perhatian.


.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar