Kendari III LumbungsuaraIndonesia.com Universitas Halu Oleo Kendari tidak menempatkan Chess Open Cup UHO 2026 semata sebagai arena kompetisi untuk memperebutkan gelar juara dan hadiah.
Turnamen yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis UHO Kendari ke-45 tersebut diarahkan sebagai ruang pengembangan kemampuan berpikir, strategi, konsentrasi, sekaligus fungsi kognitif manusia.
Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO Kendari, Prof. Khairul Munadi, mengatakan pemilihan cabang olahraga catur dalam rangkaian Dies Natalis memiliki alasan tersendiri. Menurutnya, pengembangan manusia tidak cukup hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga harus memberi perhatian terhadap kemampuan intelektual dan fungsi otak.
Yang tidak kalah penting adalah pikiran atau otak. Karena itu kita juga menghadirkan catur sehingga semua aspek dari diri manusia bisa kita sentuh, ujar Khairul.
Menurut dia, catur memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan olahraga yang lebih mengandalkan kemampuan fisik. Setiap langkah menuntut pemain untuk membaca posisi, memperhitungkan konsekuensi, menyusun strategi, serta mengambil keputusan berdasarkan kemungkinan yang berkembang di atas papan.
Karena itu, format pertandingan dalam Chess Open Cup UHO Kendari 2026 dirancang memberikan waktu yang cukup bagi peserta untuk berpikir dan mengembangkan strategi.
Turnamen tersebut menggunakan sistem Swiss sebanyak sembilan babak. Setiap pertandingan berlangsung selama 30 menit dengan tambahan waktu 30 detik atau increment. Pelaksanaan pertandingan dibagi dalam tiga hari, masing-masing dua babak pada hari pertama, empat babak pada hari kedua, dan tiga babak pada hari terakhir.
Dalam sistem penilaian, setiap kemenangan memperoleh satu poin, hasil remis setengah poin, sedangkan kekalahan tidak memperoleh poin. Apabila terdapat peserta dengan jumlah poin yang sama, posisi akhir ditentukan melalui mekanisme tie-break sesuai ketentuan pertandingan.
Dari aspek disiplin pertandingan, peserta diwajibkan mengenakan pakaian yang rapi dan sepatu. Panitia juga menerapkan larangan merokok di dalam ruangan serta ketentuan touch move, yakni pemain yang telah menyentuh buah catur pada prinsipnya wajib memainkan buah tersebut sesuai aturan permainan.
Prof Khairul menilai durasi permainan yang relatif lebih panjang memberikan kesempatan kepada atlet untuk tidak sekadar mengandalkan refleks, tetapi juga melakukan kalkulasi terhadap berbagai kemungkinan sebelum menetapkan langkah.
Ia membandingkannya dengan permainan catur berdurasi sangat singkat yang lebih menonjolkan kecepatan pengambilan keputusan dan respons pemain.
Jadi jangan kita sangka bermain catur itu hanya sekadar menghabiskan waktu. Manfaatnya luar biasa. Ada catatannya, permainannya harus betul-betul sesuai, katanya.
Lebih jauh, UHO Kendari mulai melihat pengembangan olahraga catur dari perspektif yang lebih luas, termasuk melalui pendekatan sains. Khairul mengatakan, permainan catur dapat dikaji dari perspektif neuroscience untuk melihat keterkaitannya dengan aktivitas otak, kemampuan berpikir, konsentrasi, pengambilan keputusan, dan fungsi kognitif.
Pendekatan tersebut, kata dia, membuka peluang bagi UHO Kendari untuk tidak hanya menjadi penyelenggara kompetisi, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan kajian ilmiah mengenai catur.
Kita ingin melihat bagaimana catur ini bisa dikembangkan dengan pendekatan sains, terutama dari sisi neuroscience. Ini yang ke depan ingin kita dorong, ujarnya.
Ia berharap UHO Kendari dapat mengambil peran sebagai salah satu pionir dalam pengembangan catur berbasis sains di Sulawesi Tenggara. Dengan pendekatan tersebut, pembinaan atlet tidak hanya diarahkan pada peningkatan kemampuan teknis permainan, tetapi juga dapat ditopang oleh pemahaman terhadap aspek kognitif dan psikologis yang berkaitan dengan performa seorang pemain.
Selain menjadi bagian dari Dies Natalis UHO Kendari ke – 45, Chess Open Cup 2026 juga diharapkan memberikan manfaat strategis bagi pembinaan atlet daerah. Khairul menyebut kejuaraan tersebut dapat menjadi salah satu momentum bagi atlet Pengprov Percasi Sulawesi Tenggara untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan persiapan menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) di Banten yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober mendatang.
Selamat bertanding kepada semua peserta. Mudah-mudahan kejuaraan ini juga bisa menjadi ajang persiapan bagi para atlet Pengprov Percasi Sultra untuk menghadapi Kejurnas di Banten pada 3 Oktober mendatang, tuturnya.
Dengan demikian, Chess Open Cup UHO 2026 tidak berhenti pada kompetisi di atas papan catur. Turnamen ini sekaligus menjadi bagian dari upaya UHO Kendari mempertemukan olahraga, pengembangan sumber daya manusia, dan perspektif keilmuan dalam satu ruang yang lebih terintegrasi.


.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar