Konsel III LumbungsuaraIndonesia.com Suasana reses Anggota DPR RI Ir. Ridwan Bae di Desa Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Sabtu 26/9/2026, berlangsung dalam nuansa dialogis.
Di hadapan ratusan warga, berbagai persoalan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat disampaikan secara terbuka, mulai dari kondisi infrastruktur jalan, akses air bersih hingga kebutuhan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Sejumlah tokoh masyarakat, jajaran pemerintah daerah, perwakilan instansi terkait dan Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo turut hadir dalam pertemuan tersebut. Di bawah tenda sederhana tempat warga berkumpul, Ridwan Bae memilih mendengar secara langsung setiap keluhan dan usulan yang disampaikan masyarakat.
Bagi warga Lamomea, momentum tersebut bukan sekadar pertemuan dengan wakil rakyat, melainkan kesempatan untuk membawa persoalan di tingkat Desa ke ruang kebijakan yang lebih luas.
Infrastruktur jalan menjadi salah satu isu yang mendapat perhatian karena berkaitan erat dengan mobilitas warga, aktivitas ekonomi serta kemudahan masyarakat memperoleh pelayanan publik.
Pada saat yang sama, kebutuhan terhadap sarana air bersih dan program pemberdayaan juga disampaikan sebagai bagian dari persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian dan tindak lanjut.
Aspirasi tersebut memperlihatkan bahwa kebutuhan pembangunan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek pelayanan dasar dan penguatan kapasitas ekonomi warga.
Ridwan Bae mengatakan, reses merupakan bagian dari tugas anggota DPR RI untuk menyerap secara langsung aspirasi masyarakat di daerah pemilihan.
Menurutnya, berbagai masukan yang disampaikan warga akan menjadi bahan dalam menjalankan fungsi representasi sekaligus memperjuangkan kebutuhan daerah melalui mekanisme yang tersedia di tingkat pemerintah pusat.
Reses ini adalah momen penting bagi kami di DPR RI untuk bersilaturahmi sekaligus mendengarkan secara langsung apa yang menjadi aspirasi, kendala, dan harapan warga Desa Lamomea serta Konawe Selatan pada umumnya, semua usulan yang masuk akan kami catat dan perjuangkan di tingkat pusat, ujar Ridwan.
Sebagai Wakil Ketua Komisi V DPR RI, ia berada pada ruang lingkup kerja yang antara lain berkaitan dengan infrastruktur, pekerjaan umum, perhubungan, perumahan dan Pembangunan wilayah.
Ridwan menegaskan, setiap persoalan yang disampaikan masyarakat tidak serta-merta dapat diselesaikan dalam satu kali pertemuan, karena penanganannya tetap harus disesuaikan dengan kewenangan, program dan mekanisme penganggaran yang berlaku.
Namun, seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses tersebut akan menjadi bahan untuk ditindaklanjuti sesuai jalur yang tersedia.
Bagi masyarakat Lamomea, dialog langsung dengan wakil rakyat memberikan ruang untuk menjelaskan kondisi faktual di lapangan sekaligus menyampaikan kebutuhan pembangunan tanpa harus terputus oleh panjangnya mata rantai komunikasi.
Karena itu, reses tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, melainkan menjadi pintu masuk untuk menghubungkan kebutuhan warga dengan proses perencanaan dan kebijakan pembangunan di tingkat daerah maupun Pemerintah Pusat.


.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar