Kendari III LumbungsuaraIndonesia.com Inovasi berbasis teknologi kembali mengantarkan Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Halu Oleo Kendari menembus kompetisi akademik internasional. Kali ini, tiga Mahasiswa FT UHO Kendari berhasil membawa pulang Bronze Medal dalam ajang 3rd International Student Summit (ISS) yang digelar Sentosa Foundation bekerja sama dengan ICEM Universiti Putra Malaysia (UPM), pada 12–13 September 2026.
Prestasi tersebut diraih melalui gagasan ilmiah yang mengangkat persoalan efisiensi energi sekaligus kebutuhan sistem pemantauan di kawasan industri pertambangan. Tiga mahasiswa yang tergabung dalam tim tersebut yakni Gadis Permatasari dari Program Studi Rekayasa Infrastruktur dan Lingkungan, serta Rafli Prayuda dan Nurafni dari Program Studi Teknik Elektro. Nurafni juga tercatat sebagai Ketua BEM Fakultas Teknik UHO Kendari.
Dalam kompetisi kategori esai, tim FT UHO Kendari mengusung gagasan bertajuk “AXONWAVES: Converting Wasted Vibrations Toward Sensory Energy Self-Sufficiency and Monitoring in the Mining Industry.”
Secara konseptual, AXONWAVES menawarkan pendekatan pemanfaatan energi yang selama ini terbuang dalam bentuk getaran pada lingkungan industri pertambangan. Energi mekanik tersebut diarahkan untuk dikonversi menjadi sumber energi mandiri yang dapat menopang kebutuhan perangkat sensor sekaligus sistem monitoring.
Gagasan itu menempatkan fenomena getaran industri bukan semata sebagai konsekuensi operasional, tetapi sebagai potensi sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung teknologi pemantauan. Pendekatan tersebut sekaligus membuka ruang bagi pengembangan sistem sensor yang lebih mandiri dan adaptif terhadap karakteristik lingkungan industri pertambangan.
Dari perspektif keberlanjutan, konsep yang ditawarkan AXONWAVES memiliki relevansi dengan upaya meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi serta mendorong penerapan teknologi yang lebih inovatif di sektor pertambangan. Aspek inilah yang menjadi salah satu kekuatan gagasan mereka dalam kompetisi yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai Negara.
Raihan medali perunggu tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa ruang akademik mahasiswa FT UHO Kendari tidak berhenti pada penguasaan teori dan pembelajaran di ruang kelas. Melalui riset dan gagasan aplikatif, mahasiswa mampu mengidentifikasi persoalan nyata di sektor industri kemudian menerjemahkannya ke dalam sebuah konsep teknologi yang memiliki nilai inovasi.
Capaian di ajang ISS 2026 juga mempertegas peran mahasiswa sebagai bagian dari ekosistem Akademik yang dapat ikut menawarkan solusi terhadap tantangan industri, khususnya dalam aspek efisiensi energi, sistem monitoring, dan keberlanjutan.
Bagi FT UHO Kendari prestasi tersebut menjadi bagian dari rekam jejak pengembangan kapasitas mahasiswa untuk berkompetisi pada level global. Lebih dari sekadar raihan medali, AXONWAVES menunjukkan bagaimana ide yang lahir dari lingkungan akademik dapat dikembangkan menjadi gagasan teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri masa kini


.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar