Uji Ketajaman Analisis Profil Tanah, Mahasiswa Ilmu Tanah UHO Kendari Raih Juara III Nasional

News53 views

Kendari III LumbungsuaraIndonesia.com Kompetensi mahasiswa Jurusan Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo Kendari, kembali mendapat pengakuan di tingkat Nasional.

Tim mahasiswa Ilmu Tanah UHO Kendari berhasil meraih Juara III Soil Judging Contest 2026, sebuah kompetisi Nasional yang menguji kemampuan peserta dalam melakukan identifikasi dan analisis profil tanah secara langsung di lapangan. Ajang tersebut berlangsung di Universitas Padjadjaran, Bandung, dan diikuti peserta dari berbagai Perguruan Tinggi Pertanian di Indonesia.

Capaian tersebut diraih melalui kemampuan tim dalam mengintegrasikan pengetahuan teoritis dengan keterampilan pengamatan lapangan. Kompetensi yang diuji tidak sebatas mengenali karakteristik fisik tanah, tetapi juga mencakup kemampuan melakukan interpretasi terhadap kondisi tanah hingga menentukan alternatif pemanfaatan lahan.

Dalam kompetisi tersebut, peserta dituntut mampu mengidentifikasi sejumlah karakteristik tanah, antara lain tekstur, warna, dan struktur. Analisis kemudian diarahkan pada proses klasifikasi tanah, termasuk membedakan jenis tanah seperti Ultisol dan Inceptisol, serta menyusun rekomendasi kesesuaian lahan dan komoditas tanaman berdasarkan karakteristik tanah yang ditemukan.

Baca Juga:  Meramu Sagu, Tambelo dan Kelor, Mahasiswa FKM UHO Kendari Ciptakan Sagubite Bernilai Gizi

Tim UHO Kendari yang turun dalam kompetisi tersebut terdiri dari Christin Meilin Agri Silamba, Riski, dan La Aman, bersama dua anggota lainnya. Mereka harus berhadapan dengan peserta dari sejumlah perguruan tinggi pertanian yang memiliki latar belakang keilmuan serupa.

Bagi tim UHO Kendari kompetisi tidak hanya menjadi ruang untuk mengukur penguasaan materi, tetapi juga menguji kemampuan beradaptasi terhadap kondisi faktual di lapangan.

Salah satu tantangan yang dihadapi adalah perbedaan peralatan pengamatan yang tersedia di lokasi lomba dengan perangkat yang selama ini digunakan dalam proses latihan di kampus. Kondisi tersebut menuntut peserta untuk mampu beradaptasi secara cepat tanpa mengurangi tingkat ketelitian dalam melakukan pengamatan dan analisis.

Ketua Jurusan Ilmu Tanah UHO Kendari menjelaskan bahwa Soil Judging Contest pada dasarnya menempatkan kemampuan analisis profil tanah sebagai aspek utama penilaian. Peserta dituntut mampu membaca karakteristik tanah secara komprehensif, kemudian menghubungkannya dengan aspek klasifikasi serta pemanfaatan lahan.

Baca Juga:  Kolaborasi Polda Jatim dan BBWS Brantas di Hari Bhayangkara ke -79 : Bangun Sumur Bor Dukung Efisiensi Air dan Ketahanan Pangan

Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian UHO, Prof. Dr. Ir. H. R. Marsuki Iswandi, M.Si., mengapresiasi capaian yang diraih mahasiswa tersebut.Menurutnya, prestasi itu menunjukkan bahwa proses pembinaan akademik yang dipadukan dengan pengalaman praktik lapangan mampu membekali mahasiswa untuk berkompetisi pada level Nasional.

Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih oleh mahasiswa Ilmu Tanah. Ini membuktikan bahwa pembinaan akademik dan praktik lapangan yang kami lakukan mampu bersaing di tingkat nasional. Semoga ini memotivasi Mahasiswa lain untuk terus mengasah keahlian dan berani berkompetisi, ujarnya.

Dari sisi peserta, capaian tersebut dinilai tidak terlepas dari kekompakan tim dalam menghadapi tekanan kompetisi. Adaptasi terhadap peralatan dan kondisi lapangan menjadi salah satu pengalaman penting selama mengikuti perlombaan.

Baca Juga:  Dua Akademisi Senior Ramaikan Bursa Pilrek UHO 2026 – 2030, Dinamika Kepemimpinan Kampus Mulai Menghangat

Tantangan terbesar kami adalah adaptasi alat di lapangan, namun berkat kekompakan, ketelitian, dan ketenangan tim, kami bisa melaluinya. Terima kasih untuk dukungan jurusan dan fakultas, ungkap salah seorang anggota tim.

Prestasi Juara III nasional tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penguasaan ilmu tanah tidak berhenti pada aspek teoritis di ruang perkuliahan. Kemampuan membaca karakteristik tanah secara langsung, melakukan klasifikasi, serta menerjemahkan hasil pengamatan menjadi rekomendasi pemanfaatan lahan merupakan kompetensi praktis yang memiliki relevansi penting dalam bidang pertanian.

Capaian mahasiswa Ilmu Tanah UHO Kendari di Bandung diharapkan menjadi bagian dari penguatan budaya akademik dan kompetitif di lingkungan Fakultas Pertanian UHO Kendari sekaligus membuka ruang bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kompetensi keilmuan melalui berbagai ajang tingkat Nasional.

. . . . . . . . .

Komentar