Kolaka III LumbungsuaraIndonesia.com Tiga puluh hari bukan waktu yang panjang, tetapi bagi 15 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Batch 2 Universitas Halu Oleo (UHO) Tahun 2026, masa tersebut cukup untuk meninggalkan sejumlah jejak pengabdian di Desa Ulaweng, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka.
Berangkat dari semangat menjadikan desa sebagai ruang belajar sekaligus ruang pengabdian, mahasiswa lintas disiplin ilmu itu menuntaskan 16 program kerja yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.
Pengabdian tersebut dikemas melalui tema “Menjemput Masa Depan Desa Ulaweng melalui Literasi Digital dan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal.”
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung di bawah bimbingan dan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Deschika Gaby Justicia Tolla, S.H., M.Kn., akademisi Fakultas Hukum Universitas Halu Oleo.
Alih-alih hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, program KKN diarahkan untuk menghasilkan manfaat yang dapat terus digunakan masyarakat setelah mahasiswa meninggalkan Desa.
Lima bidang menjadi fokus utama pengabdian, meliputi teknologi, pendidikan, kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembenahan sarana dan lingkungan Desa.
Mendorong Desa Masuk Ruang Digital
Salah satu kontribusi yang dinilai strategis adalah pengembangan informasi berbasis teknologi.
Mahasiswa menyusun pemetaan topografi Desa Ulaweng dengan memuat batas wilayah dan karakteristik geografis desa. Pemetaan tersebut kemudian dikembangkan untuk mendukung pengelolaan informasi wilayah secara lebih terstruktur.
Tidak berhenti pada pemetaan wilayah, mahasiswa juga melakukan pendataan dan digitalisasi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Titik lokasi usaha masyarakat diintegrasikan ke dalam peta tematik berbasis web. Langkah tersebut membuka peluang bagi potensi ekonomi lokal untuk lebih mudah dikenali dan diakses melalui platform digital.
Bagi pemerintah desa, hasil tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen pendukung dalam mengenali potensi wilayah, mendata aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus memperluas ruang promosi UMKM Ulaweng.
Pendidikan Tidak Hanya Soal Ruang Kelas
Pengabdian juga diarahkan kepada generasi muda desa melalui sejumlah program edukatif.
Mahasiswa memperkenalkan program AKRAB (Aksi Kebersamaan Ramah Anti Bullying) kepada siswa SD Negeri 1 Ulaweng. Edukasi tersebut menitikberatkan pada pemahaman mengenai bahaya perundungan serta pentingnya menggunakan teknologi dan media digital secara bertanggung jawab.
Edukasi lain menyasar aspek kesehatan dan keamanan pangan melalui program “Cek KLIK”. Para siswa diperkenalkan pada cara memilih produk pangan dengan memperhatikan Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.
Materi tersebut kemudian dipadukan dengan praktik enam langkah mencuci tangan yang benar bagi siswa kelas I sekolah dasar.
Sementara itu, siswa kelas VI mendapatkan pembekalan literasi keuangan sederhana. Mereka diajak memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sebagai bagian dari pengenalan pengelolaan keuangan sejak usia dini.
Untuk memperkuat pesan tersebut, mahasiswa membagikan celengan kreatif sebagai media edukasi sekaligus stimulus agar anak-anak mulai membangun kebiasaan menabung.
Aktivitas mahasiswa bersama anak-anak juga dilengkapi pendampingan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) untuk mendorong pola hidup aktif dan sehat.
Kelor Diolah, Kesadaran Kesehatan Diperkuat
Pada sektor kesehatan masyarakat, mahasiswa mengangkat potensi pangan lokal melalui program “Puding Kelor Anti-Stunting.”
Daun kelor diperkenalkan bukan hanya sebagai tanaman yang tumbuh di sekitar masyarakat, tetapi sebagai salah satu bahan pangan lokal yang dapat diolah menjadi makanan bernilai gizi.
Sasarannya meliputi ibu hamil, ibu menyusui, serta keluarga yang memiliki balita. Edukasi diberikan mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi keluarga.
Sementara bagi kelompok lanjut usia, mahasiswa memberikan pemeriksaan kesehatan dasar secara gratis.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kondisi kesehatan secara berkala. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan senam sehat bersama warga.
UMKM Didorong Lebih Terlihat.
Potensi ekonomi masyarakat juga mendapat perhatian.
Mahasiswa membantu memperkuat sisi promosi UMKM Desa Ulaweng melalui pembuatan dan pemasangan baliho sebagai media informasi visual.
Upaya tersebut diharapkan mampu membuat keberadaan produk dan usaha masyarakat lebih mudah dikenal, sekaligus menjadi bagian dari langkah awal memperluas promosi potensi ekonomi desa.
Dalam konteks pemberdayaan masyarakat, promosi menjadi bagian penting karena produk lokal tidak cukup hanya diproduksi, tetapi juga membutuhkan ruang untuk dikenal dan dipasarkan.
Meninggalkan Fasilitas yang Bisa Digunakan Warga
Jejak pengabdian mahasiswa tidak hanya terlihat dalam bentuk edukasi dan program digital.
Sejumlah fasilitas penunjang informasi lingkungan turut dibangun dan diperbaiki. Mahasiswa membuat serta memasang plang nama jalan, batas dusun, hingga penanda rumah perangkat desa.
Pemetaan lingkungan juga dilakukan melalui pemasangan stiker nomor rumah warga berdasarkan data masing-masing dusun.
Pada sisi estetika lingkungan, mahasiswa melakukan pengecatan ulang tugu ikonik Desa Ulaweng agar tampil lebih terawat dan representatif.
Semangat menjaga kebersihan lingkungan kemudian diwujudkan melalui kegiatan gotong royong “Kamis Bersih” di sejumlah fasilitas publik.
Tidak hanya membersihkan lingkungan, mahasiswa bersama warga juga mendorong pemanfaatan lahan produktif sebagai kebun kolektif yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Kemerdekaan Menjadi Ruang Kebersamaan
Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut menjadi bagian dari kegiatan mahasiswa selama berada di Ulaweng.
Berbagai perlombaan digelar bersama masyarakat. Namun, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditempatkan sebagai hiburan dalam rangka perayaan kemerdekaan.
Di balik kemeriahan perlombaan, terdapat ruang interaksi yang mempertemukan mahasiswa dengan warga dalam suasana yang lebih cair, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dan gotong royong.
Desa Berharap Program Tidak Berhenti Setelah KKN.
Berakhirnya masa pengabdian mahasiswa mendapat apresiasi dari Kepala Desa Ulaweng, Hamsah Zaraora, bersama jajaran pemerintah desa dan masyarakat.
Apresiasi juga disampaikan kepada DPL yang selama pelaksanaan KKN memberikan pendampingan serta arahan kepada mahasiswa dalam menjalankan berbagai program kerja.
Pemerintah Desa Ulaweng berharap hasil yang telah dirintis selama satu bulan tersebut tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya masa KKN.
Terutama hasil pemetaan wilayah, digitalisasi UMKM, fasilitas informasi desa, serta berbagai sarana fisik lainnya diharapkan dapat dipelihara dan dikembangkan sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan sebuah pengabdian bukan semata-mata berapa banyak program yang terlaksana, melainkan seberapa jauh manfaatnya mampu bertahan setelah para pengabdi kembali.
Karena itu, berakhirnya KKN Reguler Batch 2 UHO di Desa Ulaweng bukanlah garis akhir.
Justru dari sanalah pekerjaan berikutnya dimulai—ketika masyarakat dan pemerintah desa mengambil alih keberlanjutan berbagai gagasan yang telah ditanamkan, mengembangkannya sesuai kebutuhan, dan menjadikannya bagian dari perjalanan Desa Ulaweng menuju tata kelola yang lebih adaptif, masyarakat yang lebih berdaya, serta pemanfaatan potensi lokal yang semakin terhubung dengan teknologi digital.


.
.
.
.
.
.
.
< img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/>
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar