GKU UHO Menatap Tuntas 2026, Infrastruktur Akademik Menuju Pusat Aktivitas Strategis Kampus

News245 views

Kendari III LumbungsuaraIndonesia.com Universitas Halu Oleo (UHO) terus mematangkan kesiapan Gedung Kuliah Umum (GKU) sebagai salah satu infrastruktur strategis dalam pengembangan kapasitas akademik dan kelembagaan universitas.

Setelah melalui tahapan pembangunan dan proses serah terima dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pengelolaan fasilitas tersebut kini berada di bawah UHO. Tahap berikutnya diarahkan pada penyempurnaan fasilitas interior dan penataan ruang agar gedung dapat difungsikan secara optimal.

UHO menargetkan seluruh proses tersebut dapat dituntaskan pada 2026 sehingga GKU dapat segera diresmikan dan dimanfaatkan untuk mendukung aktivitas akademik, administratif maupun kegiatan kelembagaan universitas.

Wakil Rektor IV UHO, Prof. Dr. Ir. H. Takdir Saili, M.Si., mengatakan penyelesaian GKU saat ini tidak lagi semata-mata berorientasi pada aspek konstruksi, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas pendukung di dalam gedung memenuhi kebutuhan operasional sebelum digunakan secara penuh.

Menurutnya, pengisian dan penataan interior terus dilakukan secara bertahap. Langkah tersebut dinilai penting agar ketika resmi digunakan, GKU tidak hanya memiliki kapasitas bangunan yang besar, tetapi juga ditunjang fasilitas yang memadai.
Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa selesai semuanya dan siap untuk diresmikan, kata Takdir.

Baca Juga:  Aksi Mulia Polisi di Lasalimu, Aiptu Mardiyanto Rela Tambal Jalan Berlubang Demi Keselamatan Warga

Secara arsitektural dan fungsional, GKU UHO dirancang sebagai fasilitas terpadu dengan tiga bagian bangunan utama. Struktur utama di bagian tengah memiliki sembilan lantai, sementara dua bangunan sayap yang berada di sisi kanan dan kiri masing-masing terdiri atas lima lantai.

Komposisi tersebut memberikan kapasitas ruang yang relatif besar sekaligus memungkinkan pemisahan fungsi antara aktivitas akademik dan administrasi universitas.

Dua bangunan sayap dirancang untuk menunjang kegiatan kuliah umum. Sementara bangunan utama di bagian tengah difungsikan sebagai pusat aktivitas administrasi universitas hingga lantai delapan.

Adapun lantai sembilan diproyeksikan sebagai ruang kerja pimpinan universitas, termasuk ruang Rektor dan Wakil Rektor UHO.

Baca Juga:  Mabes Polri Gelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ajak Personel Ikuti Jejak Teladan

Gedung ini memiliki tiga bagian. Sayap kiri dan kanan ini untuk GKU. Tengahnya untuk administrasi sampai lantai delapan, dan lantai sembilan ditempati Rektor dan Wakil Rektor, jelasnya.

Keberadaan GKU dengan konfigurasi ruang tersebut memperlihatkan bahwa fasilitas ini tidak sekadar diposisikan sebagai tambahan sarana perkuliahan, melainkan bagian dari penguatan infrastruktur kelembagaan UHO.

Dalam perspektif pengembangan perguruan tinggi, ketersediaan ruang akademik dan fasilitas kelembagaan yang memadai merupakan salah satu elemen penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif terhadap pertumbuhan aktivitas akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat serta tata kelola universitas.

Dengan kapasitas yang lebih besar, GKU juga berpotensi menjadi ruang strategis bagi penyelenggaraan kuliah umum, seminar, konferensi akademik, rapat kelembagaan, kegiatan ilmiah dan berbagai agenda universitas yang membutuhkan fasilitas representatif.

Lokasinya yang berada di kawasan strategis kampus, tepat di sisi Tugu UHO, Jalan H.E.A. Mokodompit, Kecamatan Kambu, Kota Kendari, turut memberikan nilai fungsional dan simbolik terhadap keberadaan gedung tersebut sebagai salah satu wajah baru infrastruktur Universitas Halu Oleo.
Karena itu, penyelesaian interior dan kesiapan operasional GKU menjadi tahapan penting sebelum fasilitas tersebut benar-benar diintegrasikan ke dalam sistem aktivitas universitas.

Baca Juga:  Ambulans Rusak, Nyawa Melayang: Dugaan Kelalaian Puskesmas Motui Disorot Keras

Jika target penyelesaian dan peresmian dapat direalisasikan pada 2026, GKU akan menjadi salah satu instrumen penting UHO dalam memperluas kapasitas layanan akademik sekaligus memperkuat tata kelola kelembagaan.

Lebih jauh, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu menjawab kebutuhan ruang yang terus berkembang seiring meningkatnya dinamika pendidikan tinggi, serta menjadi bagian dari transformasi UHO menuju lingkungan kampus yang semakin modern, terintegrasi dan berorientasi pada peningkatan mutu akademik.

Dengan demikian, GKU tidak hanya dipandang sebagai sebuah bangunan fisik, tetapi sebagai investasi infrastruktur akademik yang diarahkan untuk menopang keberlanjutan pengembangan Universitas Halu Oleo pada masa mendatang.

. . . . . . . . .

Komentar