Taman Baca Tambako dan Ikhtiar Menjaga Api Literasi di Wilayah Kepulauan oleh KKN UHO Kendari

News259 views

Bombana II LumbungsuaraIndonesia.com                       Di tengah keterbatasan fasilitas pendidikan dan akses terhadap bahan bacaan di wilayah kepulauan, sekelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Berdampak Batch II Universitas Halu Oleo Kendari mencoba menghadirkan pendekatan sederhana namun bernilai strategis: mendekatkan buku kepada anak-anak.

Gagasan tersebut diwujudkan melalui Taman Baca Tambako, sebuah Taman Baca Masyarakat (TBM) yang dirintis mahasiswa KKN UHO Kendari di Desa Pulau Tambako, Kecamatan Mataoleo, Kabupaten Bombana.
Program ini tidak berdiri sendiri.

Mahasiswa membangun kolaborasi dengan Perpustakaan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara dan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara untuk memperkuat ketersediaan bahan bacaan sekaligus memberikan fondasi bagi tumbuhnya budaya literasi di Masyarakat.

Kehadiran taman baca tersebut menjadi bagian dari ikhtiar mahasiswa memperluas akses pengetahuan bagi anak-anak di kawasan kepulauan. Bagi mereka, literasi tidak semata-mata dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga sebagai pintu masuk untuk memperluas wawasan, membangun daya pikir, serta menumbuhkan rasa ingin tahu sejak usia dini.

Setiap sore setelah jam sekolah, sejumlah anak di Desa Pulau Tambako mulai menjadikan taman baca tersebut sebagai ruang berkumpul. Dengan buku-buku cerita sebagai media belajar, mereka membaca bersama di bawah pendampingan Mahasiswa KKN.

Fasilitas yang tersedia memang masih sederhana. Bahkan, aktivitas membaca terkadang berlangsung dengan memanfaatkan alas dari baliho bekas. Namun, keterbatasan sarana tersebut tidak mengurangi antusiasme anak-anak untuk membuka halaman demi halaman buku yang tersedia.

Baca Juga:  Kapolres Konawe Utara Berikan Penjelasan Dan Belasungkawa Atas Musibah Kecelakaan Kerja di PT. KDI Desa Lameruru

Dari ruang sederhana itu, tercipta suasana belajar yang lebih informal. Anak-anak tidak hanya membaca, tetapi juga berinteraksi, berdiskusi, bermain, dan memperoleh pengalaman belajar di luar lingkungan sekolah.

Kolaborasi Menopang Gerakan Literasi.
Upaya Mahasiswa tersebut mendapat dukungan dari sejumlah pihak, terutama dalam penyediaan bahan bacaan.

Perpustakaan Bank Indonesia Sulawesi Tenggara dan Balai Bahasa Sulawesi Tenggara turut memberikan dukungan terhadap pengembangan kegiatan literasi di Pulau Tambako.

Dwi Husba dari Balai Bahasa Sulawesi Tenggara mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UHO Kendari yang menjadikan buku sebagai instrumen untuk membangun kebiasaan membaca di tengah masyarakat kepulauan.

Menurut Dwi, komunikasi mengenai dukungan buku bermula ketika salah seorang calon peserta KKN yang akan ditempatkan di Pulau Tambako menghubunginya untuk mendiskusikan konsep kegiatan literasi yang hendak dijalankan.

Ketertarikan terhadap gagasan tersebut kemudian diwujudkan dengan memberikan sejumlah buku cerita anak dari koleksi pribadi untuk mendukung kegiatan mahasiswa di lapangan.

Dwi mengaku terkesan ketika melihat secara langsung bagaimana buku-buku tersebut dimanfaatkan mahasiswa bersama anak-anak melalui Taman Baca Tambako.

Baginya, antusiasme anak-anak yang datang setelah pulang sekolah menunjukkan bahwa ruang literasi tidak selalu harus hadir dalam bentuk fasilitas yang besar dan modern. Kehadiran pendamping, ketersediaan bahan bacaan, serta lingkungan yang mendorong anak untuk membaca juga menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan literasi.

Literasi sebagai Bagian dari Pengabdian
Taman Baca Tambako menjadi salah satu dari rangkaian program pengabdian yang dijalankan mahasiswa KKN UHO Kendari selama berada di Desa Pulau Tambako.

Baca Juga: 

Selama 30 hari masa pengabdian, mahasiswa mengembangkan sejumlah kegiatan yang menyentuh berbagai dimensi kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pengenalan potensi Desa.

Di bidang pendidikan dan perlindungan generasi muda, mahasiswa melaksanakan edukasi mengenai pergaulan bebas dan pencegahan pernikahan dini. Mereka juga menghadirkan fasilitasi pembelajaran Bahasa Indonesia serta kegiatan lomba mewarnai sebagai sarana edukatif yang dikemas secara lebih menyenangkan bagi anak-anak.

Pada sektor kesehatan, Mahasiswa melaksanakan kegiatan FAST (First Aid Simulation & Training) serta senam sehat sebagai bagian dari edukasi dasar mengenai kesehatan dan pertolongan pertama.

Sementara itu, aspek pemberdayaan masyarakat dan pengenalan potensi wilayah turut diperkuat melalui program Citizen Journalism, pembangunan denah desa, pembuatan after movie, serta publikasi dan promosi berbagai potensi Desa Pulau Tambako.

Jurnalistik untuk Memperkenalkan Potensi Desa.
Mahasiswa dari Jurusan Jurnalistik UHO turut mengambil bagian dalam strategi promosi potensi lokal. Melalui pendekatan jurnalistik dan produksi konten, mereka mendokumentasikan sekaligus memperkenalkan sejumlah destinasi yang memiliki potensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Salah satu destinasi yang diperkenalkan adalah Pantai Alo-Alo.
Langkah tersebut memperlihatkan bahwa pengabdian Mahasiswa tidak hanya diarahkan pada kegiatan yang bersifat sosial dan edukatif, tetapi juga dapat menjadi instrumen untuk membantu masyarakat mengenali, mendokumentasikan, dan mempromosikan aset yang dimiliki desanya.

Baca Juga:  Polri Rekrut Alumnus SMK Perikanan-Peternakan Selain Ilmu Pertanian

Dengan demikian, program KKN tidak berhenti pada kehadiran mahasiswa selama masa penempatan. Pengetahuan, dokumentasi, publikasi, serta sejumlah fasilitas dan aktivitas yang ditinggalkan diharapkan dapat menjadi modal awal yang terus dikembangkan masyarakat.

Meninggalkan Jejak yang Berkelanjutan.
Bagi mahasiswa KKN UHO Kendari, Taman Baca Tambako bukan sekadar program tambahan dalam rangkaian kegiatan pengabdian. Ruang tersebut diharapkan menjadi embrio ekosistem literasi yang dapat terus tumbuh setelah masa KKN berakhir.

Harapan utamanya sederhana, tetapi memiliki makna jangka panjang: buku-buku yang telah dihimpun tetap dibaca, ruang yang telah dibangun tetap digunakan, dan kebiasaan membaca yang mulai tumbuh dapat diteruskan oleh masyarakat.

Di tengah keterbatasan geografis wilayah kepulauan, kehadiran Taman Baca Tambako menunjukkan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia dapat dimulai dari langkah-langkah kecil yang dekat dengan masyarakat.

Sebab, sebuah buku yang dibuka oleh seorang anak hari ini boleh jadi bukan sekadar aktivitas membaca. Ia dapat menjadi awal dari tumbuhnya pengetahuan, imajinasi, keberanian bermimpi, dan pada akhirnya membuka kemungkinan masa depan yang lebih luas bagi generasi Pulau Tambako.

Menurut saya, judul utama paling kuat untuk media online karena memiliki unsur human interest, lokasi, aktor, dan nilai berita sekaligus. Narasinya juga sengaja saya buat tidak terlalu bernuansa “rilis kegiatan KKN”, tetapi lebih menyerupai feature news pendidikan dan pengabdian masyarakat, sehingga terasa lebih hidup dan berkelas.

. . . . . . . . .

Komentar