“Wisuda Ke – 114 Sarjana hingga Doktor, UHO Perkuat Komitmen Melahirkan Lulusan Berdaya Saing”

News356 views

Kendari III LumbungsuaraIndonesia.com Universitas Halu Oleo (UHO) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, adaptif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan bangsa.

Komitmen tersebut tercermin dalam pelaksanaan Rapat Senat Terbuka UHO dalam rangka Wisuda Program Doktor ke-51, Magister ke-81, Profesi Dokter ke-46 dan Sarjana ke-114, yang digelar di Kendari, Sabtu (22/8/2026).

Dalam momentum akademik tersebut, UHO mewisuda sebanyak 763 lulusan yang berasal dari 14 fakultas dan Program Pascasarjana.
Plt. Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., dalam sambutannya menegaskan bahwa wisuda bukanlah titik akhir dari perjalanan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar di tengah masyarakat.

Menurut Khairul, para lulusan akan memasuki ruang kehidupan yang jauh lebih kompleks setelah meninggalkan lingkungan akademik. Karena itu, bekal yang dibutuhkan tidak cukup hanya berupa kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan beradaptasi, kreativitas, inovasi, integritas, serta kemampuan membaca perubahan zaman.

Keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh pola pikir yang adaptif, solutif, dan berorientasi pada kemajuan, demikian pesan Khairul dalam sambutannya.

Dari 763 lulusan yang diwisuda, sejumlah program pendidikan menunjukkan capaian akademik yang cukup menonjol.

Program Doktor meluluskan 10 orang dengan rata-rata IPK 3,94 dan rata-rata masa studi 3 tahun 2 bulan. Sementara Program Magister meluluskan 10 orang dengan rata-rata IPK 3,79 dan masa studi rata-rata 2 tahun 5 bulan.

Pada jenjang sarjana, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) menjadi salah satu penyumbang lulusan terbesar dengan 255 orang, disusul Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 92 orang serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak 69 orang.

Baca Juga:  Wakil Ketua Komisi V DPR RI RIDWAN BAE yakin dan Optimis Gubernur ASR Bisa Tuntaskan Soal Banjir di Kota Kendari

Selain itu, lulusan juga berasal dari Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, FMIPA, Fakultas Hukum, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Fakultas Peternakan, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan, Fakultas Ilmu Budaya, serta Fakultas Farmasi.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa UHO tidak hanya menjalankan fungsi pendidikan pada satu rumpun keilmuan, tetapi mengembangkan ekosistem akademik yang mencakup bidang pendidikan, ekonomi, sosial-politik, pertanian, teknik, sains, hukum, kelautan, kesehatan, kedokteran, peternakan, kehutanan, budaya hingga farmasi.

Nur Hikmah Raih Lulusan Terbaik Universitas
pada wisuda kali ini, penghargaan lulusan terbaik tingkat universitas diberikan kepada Nur Hikmah, lulusan Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dengan IPK 3,95 dan masa studi 3 tahun 11 bulan.
Selain lulusan terbaik tingkat universitas, UHO juga memberikan apresiasi kepada lulusan terbaik pada masing-masing program studi.

Penghargaan tersebut diberikan kepada lulusan dengan capaian akademik terbaik dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari Program Doktor, Magister, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Manajemen, Perpustakaan dan Ilmu Informasi, Penyuluhan Pertanian, Teknik Informatika, Geografi, Ilmu Hukum, Perikanan Tangkap, Kesehatan Masyarakat, Kedokteran, Profesi Dokter, Peternakan, Manajemen Hutan, Sastra Inggris hingga Farmasi.

Bagi UHO, capaian tersebut tidak semata-mata menjadi ukuran keberhasilan individu, tetapi juga menjadi refleksi dari proses pendidikan, pembinaan akademik, serta kerja kolektif seluruh sivitas akademika.

Alumni Dituntut Adaptif terhadap Perubahan.
Prof. Khairul Munadi juga mengingatkan para lulusan bahwa dunia yang mereka masuki setelah wisuda memiliki karakter yang berbeda dengan lingkungan kampus.

Baca Juga:  Ecobrick dan Restorasi Karang, Inovasi Mahasiswa UHO Kendari Menjawab Krisis Sampah Pesisir

Perubahan teknologi, transformasi dunia kerja, perkembangan ekonomi, serta tuntutan kompetensi yang semakin dinamis menuntut lulusan perguruan tinggi untuk terus belajar dan memperbarui kapasitas diri.

Karena itu, alumni UHO diharapkan tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik.
Mereka dituntut mampu mengembangkan kompetensi secara berkelanjutan, membangun karakter profesional, serta menghasilkan gagasan dan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pesan tersebut sekaligus menempatkan perguruan tinggi tidak hanya sebagai institusi yang menghasilkan lulusan, tetapi sebagai ruang pembentukan manusia yang memiliki tanggung jawab sosial.

Teruslah belajar, berkembang, dan beradaptasi dengan perubahan zaman, karena kelulusan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk mengabdikan ilmu dan kemampuan yang telah Saudara peroleh, pesan Khairul kepada para wisudawan.

UHO Dorong Alumni Berkontribusi melalui Tracer Study
Dalam kesempatan tersebut, Rektor juga mengajak para alumni untuk tetap menjaga hubungan dengan almamater melalui partisipasi dalam Tracer Study.

Menurutnya, Tracer Study memiliki fungsi strategis bagi perguruan tinggi karena dapat memberikan gambaran mengenai perjalanan lulusan setelah menyelesaikan pendidikan, termasuk kondisi mereka dalam memasuki dunia kerja.

Data alumni tersebut selanjutnya dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki kurikulum, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat.

Dengan demikian, keterlibatan alumni tidak berhenti ketika mereka memperoleh ijazah, tetapi tetap menjadi bagian dari proses pengembangan mutu perguruan tinggi.

Rektor Akui Masih Ada Kekurangan.
Di hadapan para wisudawan dan keluarga, Khairul juga menyampaikan permohonan maaf atas berbagai keterbatasan yang mungkin masih dirasakan selama mahasiswa menjalani proses pendidikan di UHO.

Baca Juga:  Progres Lambat, LPPK Sultra Minta Kadis Evaluasi Kinerja Kontraktor Rehabilitasi Jalan Brigjend Katamso

Keterbatasan tersebut mencakup aspek pelayanan akademik maupun sarana dan prasarana pendidikan.
Ia menegaskan bahwa UHO akan terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada mahasiswa dan lulusan.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan perguruan tinggi tidak hanya diukur melalui jumlah lulusan maupun capaian akademik, tetapi juga melalui kemampuan institusi melakukan evaluasi internal dan memperbaiki kualitas layanan secara berkelanjutan.

Pada akhirnya, pesan utama yang disampaikan dalam momentum wisuda tersebut adalah pentingnya mengubah capaian akademik menjadi manfaat sosial.

Para lulusan UHO diharapkan mampu membawa ilmu, keterampilan, pengalaman, dan nilai-nilai yang diperoleh selama berada di kampus ke tengah masyarakat.

Prof. Khairul mengingatkan agar alumni tetap menjaga nama baik almamater melalui karya, prestasi, integritas, serta pengabdian di berbagai bidang.

Dengan demikian, keberhasilan sebuah perguruan tinggi tidak hanya tercermin dari berapa banyak mahasiswa yang berhasil menyelesaikan pendidikan, tetapi juga dari seberapa besar kontribusi para alumninya setelah kembali ke tengah masyarakat.

Wisuda 763 lulusan UHO pada 22 Agustus 2026 pun menjadi lebih dari sekadar seremoni akademik. Momentum tersebut menjadi penanda beralihnya tanggung jawab dari ruang pembelajaran menuju ruang pengabdian, dari pencapaian akademik menuju pembuktian melalui karya.

Bagi UHO, para lulusan tersebut bukan sekadar angka dalam statistik pendidikan, mereka adalah bagian dari investasi sumber daya manusia yang diharapkan mampu ikut menjawab berbagai persoalan dan tantangan pembangunan di Sulawesi Tenggara, Indonesia, bahkan dalam konteks global.

. . . . . . . . .

Komentar