UHO Kendari Dorong Hilirisasi Kelapa Pesisir Bungkutoko, VCO Jadi Jalan Baru Penguatan Ekonomi Warga

News223 views

Kendari II LumbumgsuaraIndonesia.com Universitas Halu Oleo (UHO) mendorong penguatan ekonomi masyarakat pesisir melalui optimalisasi potensi sumber daya lokal di Kelurahan Bungkutoko, Kecamatan Nambo, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Upaya tersebut diwujudkan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) KKN Tematik UHO Kendari 2026 yang memberikan pelatihan sekaligus pendampingan kepada masyarakat dalam mengolah buah kelapa menjadi virgin coconut oil (VCO).

Program ini tidak sekadar diarahkan pada peningkatan keterampilan teknis produksi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi hilirisasi komoditas lokal. Masyarakat didorong untuk meningkatkan nilai tambah kelapa melalui pengolahan menjadi produk turunan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dibandingkan penjualan dalam bentuk bahan mentah.

Ketua Tim PKM KKN Tematik UHO Kendari Lili Darlian, mengatakan pendekatan pemberdayaan tersebut dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengelola potensi sumber daya alam secara produktif, mandiri, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  668 Personel Polri Polda Sultra Naik Pangkat, Ini Pesan Kapolda Sultra

Menurutnya, terdapat tiga sasaran utama yang ingin dicapai melalui program tersebut, yakni peningkatan kapasitas masyarakat pesisir, pengembangan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal, serta tumbuhnya inovasi dan keberlanjutan usaha masyarakat.

Kegiatan ini diarahkan pada penguatan kapasitas masyarakat pesisir, pengembangan potensi lokal berbasis sumber daya alam, serta mendorong inovasi dan keberlanjutan usaha lokal, kata Lili.

Lili menjelaskan, kelapa merupakan salah satu komoditas yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Bungkutoko. Selama ini, nilai ekonomi komoditas tersebut dapat ditingkatkan apabila masyarakat tidak berhenti pada aktivitas produksi bahan mentah, tetapi mulai masuk ke tahap pengolahan dan penciptaan produk bernilai tambah.

Atas dasar itu, pelatihan produksi VCO dilaksanakan dengan pendekatan praktik langsung. Masyarakat diperkenalkan pada tahapan pengolahan kelapa secara bertahap sehingga pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti sebagai pemahaman teoritis, melainkan dapat diterapkan secara mandiri setelah program pendampingan berakhir.

Baca Juga:  Kampanye di Wakatobi, ASR-HUGUA Mendapat Dukungan dari Sejumlah Tokoh   Masyarakat Setempat.

Pelatihan dilaksanakan berbasis praktik langsung agar masyarakat dapat memahami setiap tahapan pengolahan kelapa menjadi VCO. Keterampilan teknis tersebut diharapkan dapat dikembangkan dan diterapkan secara mandiri oleh warga pascakegiatan, ujarnya.

Selain aspek produksi, program tersebut juga diarahkan untuk membangun perspektif kewirausahaan masyarakat. Pengolahan kelapa menjadi VCO diharapkan membuka cara pandang baru bahwa potensi alam yang tersedia di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan sekaligus basis usaha produktif Masyarakat.

Dalam konteks pembangunan masyarakat pesisir, pendekatan tersebut menjadi penting karena pemberdayaan tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat mengidentifikasi potensi, mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.

Lili menegaskan, pelaksanaan KKN Tematik UHO Kendari 2026 diarahkan untuk menjawab persoalan dan kebutuhan spesifik masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna yang sesuai dengan karakteristik serta potensi Daerah.

Baca Juga:  Ketua Bhayangkari Polda Sultra Beserta Jajaran Panen Sayur Pekarangan Kantor

Pelaksanaan KKN Tematik UHO 2026 terus difokuskan pada pemanfaatan potensi dan penanganan masalah spesifik masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna, ungkapnya.

Melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, UHO Kendari diharapkan tidak hanya berperan sebagai institusi pendidikan yang mentransfer pengetahuan, tetapi juga hadir sebagai mitra strategis masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi.

Pengembangan VCO berbasis potensi kelapa lokal tersebut sekaligus membuka peluang bagi Bungkutoko untuk mengembangkan produk unggulan berbasis sumber daya pesisir. Jika dilakukan secara konsisten dan disertai penguatan aspek produksi, kualitas, kemasan, pemasaran, serta kelembagaan usaha, komoditas lokal tersebut berpotensi berkembang menjadi bagian dari ekosistem ekonomi masyarakat setempat.

Dalam kegiatan pendampingan tersebut, Lili Darlian didampingi tim akademisi UHO yang terdiri atas Nur Rayani, Wa Ode Fitriani Sari, dan Rachman.

. . . . . . . . .

Komentar