Muna III LumbungsuaraIndonesia.com Komitmen Wakil Ketua Komisi V DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ridwan Bae, dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur strategis di Sulawesi Tenggara kembali membuahkan hasil. Salah satu agenda besar yang kini memasuki tahap implementasi adalah revitalisasi kawasan Sport Center (SOR) La Ode Pandu Kabupaten Muna melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Langkah tersebut menjadi tonggak penting bagi upaya mengembalikan fungsi SOR La Ode Pandu Kab. Muna sebagai pusat pembinaan olahraga sekaligus ruang publik representatif yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi terhusus dari Wilayah Pulau Muna, Setelah sekian lama mengalami keterbatasan sarana dan prasarana, kawasan olahraga kebanggaan Kab. Muna memperoleh perhatian serius dari pemerintah pusat melalui pengawalan yang dilakukan Ridwan Bae.
Menurut Ridwan Bae, proses revitalisasi akan dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kemampuan fiskal Negara dan skala prioritas pembangunan nasional. Pendekatan tersebut dinilai sebagai strategi yang realistis agar seluruh pekerjaan dapat berlangsung berkesinambungan tanpa mengganggu stabilitas pengelolaan APBN.
Tahap pertama akan difokuskan pada pengaspalan jalan lingkar kawasan SOR pada tahun 2026. Selanjutnya rehabilitasi berbagai fasilitas olahraga, seperti kolam renang, kolam dayung hingga Gedung Olahraga (GOR), akan dilaksanakan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran APBN, ujar Ridwan Bae kepada insan Media, Kamis 6/8/2026.
Politisi senior Partai Golkar itu menjelaskan bahwa pembangunan jalan lingkar menjadi prioritas karena merupakan infrastruktur dasar yang menentukan kelancaran akses menuju seluruh fasilitas olahraga di kawasan tersebut. Setelah aksesibilitas diperkuat, pemerintah akan melanjutkan peningkatan kualitas fasilitas pendukung sehingga kawasan SOR dapat berfungsi secara optimal.
Revitalisasi kolam renang akan diarahkan pada peningkatan standar fasilitas agar mampu mendukung pembinaan atlet sekaligus memenuhi persyaratan penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga. Sementara itu, penataan kolam dayung juga akan dilakukan untuk memperkuat pembinaan cabang olahraga air yang selama ini menjadi salah satu potensi prestasi Sulawesi Tenggara.
Di sisi lain, rehabilitasi Gedung Olahraga (GOR) dirancang untuk menghadirkan fasilitas yang lebih modern, aman, dan nyaman bagi atlet maupun masyarakat. Perbaikan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembinaan olahraga sekaligus memperluas pemanfaatan kawasan SOR sebagai pusat aktivitas olahraga dan kegiatan masyarakat.
Ridwan Bae menegaskan bahwa revitalisasi SOR La Ode Pandu bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam pengembangan sumber daya manusia melalui sektor olahraga. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi salah satu faktor penting dalam mencetak atlet berprestasi sekaligus meningkatkan budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Ia berharap dukungan APBN yang berhasil diperjuangkannya dapat menjadi fondasi bagi kebangkitan olahraga Sulawesi Tenggara. Dengan tersedianya fasilitas yang semakin berkualitas, SOR La Ode Pandu diharapkan kembali menjadi ikon olahraga daerah, pusat pembinaan atlet, serta ruang publik yang mampu mendorong lahirnya generasi muda berprestasi di tingkat Nasional maupun internasional.
Revitalisasi kawasan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara aspirasi daerah dan kebijakan pemerintah pusat dapat menghasilkan pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui pengawalan yang konsisten, Ridwan Bae menunjukkan komitmennya untuk terus menghadirkan pembangunan yang berdampak nyata bagi kemajuan Sulawesi Tenggara.


.
.
.
.
.
.
.
< img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/>
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.





Komentar