UHO Kendari Kukuhkan 732 Lulusan, Plt. Rektor : Gelar Akademik Adalah Awal Pengabdian kepada Bangsa

News100 views

Kendari II LumbungsuaraIndonesia.com
Wisuda selalu menjadi momen yang penuh haru dan kebanggaan. Di balik toga yang dikenakan para lulusan, tersimpan perjalanan panjang yang dipenuhi perjuangan, pengorbanan, dan harapan. Namun, bagi Universitas Halu Oleo (UHO), prosesi wisuda tidak hanya menjadi seremoni pemberian gelar akademik, melainkan juga momentum menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada para alumni yang akan mengabdikan diri di tengah masyarakat.

Hal tersebut tergambar dalam sambutan Plt. Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., saat Rapat Senat Terbuka Wisuda Program Doktor ke-50, Magister ke-80, dan Sarjana ke -113, Rabu (5/8/2026).

Di hadapan ratusan wisudawan beserta keluarga, Plt. Rektor menyampaikan bahwa gelar akademik bukanlah garis akhir dari sebuah perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang jauh lebih besar.
Pesan tersebut menjadi benang merah dari seluruh sambutannya. Ia mengajak para lulusan untuk memaknai ilmu pengetahuan bukan sekadar sebagai alat memperoleh pekerjaan atau jabatan, tetapi sebagai bekal untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Dalam pandangan UHO, keberhasilan seorang sarjana tidak hanya diukur dari indeks prestasi kumulatif (IPK) yang diraih selama kuliah, tetapi juga dari integritas, karakter, dan kemampuan memberikan solusi atas berbagai persoalan di lingkungan sekitarnya.
Ilmu Pengetahuan Harus Melahirkan Pengabdian

Salah satu pesan yang paling menonjol dalam sambutan tersebut adalah pentingnya menjadikan ilmu pengetahuan sebagai sarana pengabdian.

Plt. Rektor mengingatkan bahwa dunia yang akan dihadapi para lulusan adalah dunia yang terus berubah. Perkembangan teknologi, transformasi digital, serta persaingan global menuntut setiap lulusan untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kompetensinya.

Karena itu, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar.
Sebaliknya, wisuda merupakan awal dari perjalanan panjang untuk terus memperkaya pengetahuan, memperluas pengalaman, serta membangun kapasitas diri agar mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Pesan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa gelar akademik tidak akan memiliki makna apabila tidak diiringi dengan kemauan untuk terus berkembang.
Integritas Lebih Tinggi Nilainya daripada Gelar

Di tengah berbagai tantangan kehidupan modern, Plt. Rektor juga menekankan pentingnya menjaga integritas.
Menurutnya, kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kejujuran, etika, dan tanggung jawab.

Pesan ini memiliki makna yang sangat relevan di tengah meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap profesionalisme para lulusan perguruan tinggi.
Keberhasilan karier, jabatan, maupun prestasi akademik tidak akan berarti apabila dibangun tanpa landasan moral yang kuat.
Karena itu, para alumni Universitas Halu Oleo diharapkan mampu menjaga nama baik almamater melalui karya, dedikasi, dan perilaku yang mencerminkan nilai-nilai akademik.

Sambutan Plt. Rektor juga memberikan ruang penghormatan yang besar kepada orang tua, keluarga, guru, dan dosen.
Hal tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan seorang mahasiswa bukanlah hasil perjuangan individu semata.
Di balik setiap toga yang dikenakan hari itu, terdapat doa orang tua, ketulusan para dosen, serta dukungan keluarga yang tidak pernah berhenti.

Baca Juga:  DPD Sultra FSKN Resmi Dilantik Masa Bakti 2022-2027, Ini Pesan Lukman Abunawas Ketua

Karena itu, wisuda menjadi momentum untuk mengingat bahwa setiap keberhasilan selalu lahir dari kerja sama, pengorbanan, dan kasih sayang banyak pihak.

Dan yang tak kalah penting adalah ajakan kepada seluruh lulusan agar tetap menjaga hubungan dengan almamater.
Plt. Rektor mengingatkan bahwa setelah meninggalkan bangku kuliah, para alumni akan menjadi representasi Universitas Halu Oleo di tengah masyarakat.

Baik buruknya perilaku alumni akan ikut menentukan citra institusi yang telah membentuk mereka.
Oleh sebab itu, menjaga nama baik universitas tidak cukup dilakukan melalui prestasi akademik, tetapi juga melalui etika, profesionalisme, dan pengabdian dalam kehidupan bermasyarakat.

Membangun Generasi yang Bermanfaat
Jika dicermati secara keseluruhan, sambutan Plt. Rektor UHO tidak hanya berisi laporan akademik mengenai jumlah lulusan atau capaian universitas.

Lebih dari itu, sambutan tersebut merupakan refleksi mengenai hakikat pendidikan tinggi.
Universitas tidak sekadar meluluskan sarjana, magister, dan doktor, tetapi berupaya melahirkan manusia yang memiliki kemampuan berpikir, berkarakter kuat, serta mampu menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Di tengah perubahan zaman yang semakin cepat, pesan tersebut menjadi sangat relevan. Dunia kerja membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, semangat belajar sepanjang hayat, dan kepedulian sosial.
Menjadikan Wisuda Sebagai Titik Awal
Prosesi wisuda memang menandai berakhirnya masa studi.

Namun, sebagaimana pesan yang disampaikan Plt. Rektor Universitas Halu Oleo, perjalanan sesungguhnya justru dimulai setelah para lulusan meninggalkan kampus.
Gelar akademik adalah amanah. Ilmu pengetahuan adalah tanggung jawab. Dan keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari posisi yang dicapai, melainkan dari seberapa besar manfaat yang dapat diberikan kepada masyarakat, daerah, dan bangsa.
Itulah esensi yang ingin diwariskan Universitas Halu Oleo kepada 732 lulusannya tahun ini: jadilah insan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas, adaptif, dan senantiasa menghadirkan manfaat bagi sesama.

Adapun rincian lulusan pada Wisuda ini adalah sebagai berikut :

Pascasarjana (Ps) yang terdiri dari Program Doktor sebanyak 5 orang, dengan rata-rata lPK 3,87 dan rata-rata lama studi 4 tahun 0 bulan;
Pascasarjana (Ps) yang terdiri dari Program Magister sebanyak 42 orang, dengan rata-rata lPK 3,86 dan rata-rata lama studi 1 tahun 9 bulan;

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebanyak 41
orang sarjana, dengan IPK rata-rata 3,5 dan rata-rata lama studi 3 tahun 9 bulan;

Baca Juga:  Jejak Kebaikan di Tanah Papua, Satgas TNI Menebar Senyum di Kampung Mayuberi yang Terpencil

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) sebanyak 86 orang sarjana, dengan IPK rata-rata 3,53 dan rata-rata lama studi 4 tahun 1 bulan; Program Magister (S2) sebanyak 19 orang, dengan IPK rata-rata 3,85 dan rata-rata lama studi 1 tahun 10 bulan;

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) sebanyak 127 orang sarjana, dengan IPK rata-rata 3,53 dan rata-rata lama studi 4 tahun 0 bulan;

Fakultas Pertanian (FP) sebanyak 32 orang sarjana, dengan IPK rata-rata 3,56 dan rata-rata lama studi 3 tahun 11 bulan; Program Magister (S2) sebanyak 1 orang, dengan IPK 3,93 dan rata-rata lama studi 2 tahun 0 bulan;

Fakultas Teknik (FT) sebanyak 24 orang sarjana, dengan IPK rata-rata 3,41 dan rata-rata lama studi 4 tahun 9 bulan; Diploma Tiga sebanyak 4 orang, dengan IPK rata-rata 3,25 dan rata-rata lama studi 3 tahun 10 bulan.

Fakultas Matematika dan Ilmu Pegetahuan Alam (FMIPA) sebanyak 60 orang sarjana, dengan rata-rata IPK 3,44 dan rata-rata lama studi 4 tahun 3 bulan; Diploma Tiga sebanyak 7 orang, dengan IPK rata-rata 3,27 dan rata-rata lama studi 2 tahun 11 bulan.

Fakultas Hukum (FH) sebanyak 47 orang sarjana, dengan IPK rata-rata 3,57 dan rata-rata lama studi 4 tahun 1 bulan; Program Magister sebanyak 3 orang, dengan rata-rata lPK 3,93 dan rata-rata lama studi 2 tahun 3 bulan;

Fakultas Kedokteran (FK) sebanyak 14 orang Sarjana, dengan rata-rata IPK 3,11 dan lama studi 4 tahun 4 bulan;

Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) sebanyak 60 orang sarjana, dengan rata-rata IPK 3,75 dan rata-rata lama studi 3 tahun 11 bulan; Program Magister (S2) sebanyak 6 orang, dengan IPK 3,93 dan rata-rata lama studi 1 tahun 10 bulan;

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) sebanyak 18 orang sarjana, dengan IPK rata-rata 3,42 dan rata-rata lama studi 3 tahun 11 bulan;

Fakultas Peternakan (FPt) sebanyak 20 orang sarjana, dengan IPK rata-rata 3,33 dan rata-rata lama studi 4 tahun 6 bulan;

Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) sebanyak 17 orang sarjana, dengan IPK rata-rata 3,46 dan rata-rata lama studi 4 tahun 2 bulan;

Fakultas Ilmu Budaya (FIB) sebanyak 46 orang sarjana, dengan rata-rata IPK 3,57 dan lama studi 4 tahun 1 bulan;

Fakultas Farmasi (FF) sebanyak 41 orang sarjana, dengan IPK rata-rata 3,54 dan rata-rata lama studi 3 tahun 10 bulan;

Program Magister (S2) sebanyak 12 orang, dengan IPK 3,91 dan rata-rata lama studi 1 tahun 10 bulan.

Universitas juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik tingkat Universitas, yaitu Saudari Nazwah Thalbiatul Ilmi.

> Rahman, dengan IPK 4,0 dan masa studi 3 tahun 11 bulan, dari Program Studi Teknik Ilmu Komputer S1, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Baca Juga:  Kisah Inspiratif, Dari Iseng Olifiansyah Mampu Mendirikan Sebuah Perusahaan Media yang Mulanya Hanya Dari Istagram

Lulusan terbaik dari setiap fakultas dan Program Pascasarjana.

> Taziruddin, dengan nilai IPK 4,0 dan lama studi 3 tahun 9 bulan, pada Program Studi Ilmu Manajemen S3, Pascasarjana.

> Erna Yustiana, dengan nilai IPK 4,0 dan lama studi 1 tahun 5 bulan, pada Program Studi Administrasi Pembangunan S2, Pascasarjana.

> Adilla Mahdania Ode Naana,
dengan nilai IPK 3,81 dan lama studi 3 tahun 9 bulan, pada Program Studi Penjaskesrek S1, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

> Erina Rahmadani, dengan nilai IPK 3,92 dan lama studi 3 tahun 11 bulan, pada Program Studi Akuntansi S1, Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

> Soleha Putri Samsinar La Bolu, dengan nilai IPK 3,9 dan lama studi 3 tahun 11 bulan, pada Program Studi Ilmu Komunikasi S1, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

> Ade Sunaddi, dengan nilai IPK 3,91 dan lama studi 3 tahun 9 bulan, pada Program Studi Penyuluhan Pertanian S1, Fakultas Pertanian.

> Alvian Ardiansyah, dengan nilai IPK 3,9 dan lama studi 3 tahun 10 bulan, pada Program Studi Teknik Informatika S1, Fakultas Teknik.

>Nazwah Thalbiatul Ilmi Rahman, dengan nilai IPK 4,0 dan lama studi 3 tahun 11 bulan, dari Program Studi Teknik Ilmu Komputer S1, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

> Agsha Putri Anggraini Ashari, dengan nilai IPK 3,84 dan lama studi 3 tahun 11 bulan, pada Program Studi Ilmu Hukum S1, Fakultas Hukum.

> Anisa Anandari, dengan nilai IPK 3,77 dan lama studi 3 tahun 10 bulan, pada Program Studi Agrobisnis Perikanan S1, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

>Chusnul Alya Triningrum, dengan nilai IPK 3,91 dan lama studi 3 tahun 11 bulan, pada Program Studi Kesehatan Masyarakat S1, Fakultas Kesehatan Masyarakat.

>Nadya Catur Ananda, dengan nilai IPK 3,63 dan lama studi 3 tahun 11 bulan, pada Program Studi Kedokteran S1, Fakultas Kedokteran.

> Abdul Mufid Bustam, dengan nilai IPK 3,83 dan lama studi 3 tahun 10 bulan, pada Program Studi Peternakan S1, Fakultas Peternakan.

>Anwar, dengan nilai IPK 3,9 dan lama studi 3 tahun 10 bulan, pada Program Studi Manajemen Hutan S1, Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan.

> Rindhang Hernis Pratiwi Purwoko, dengan nilai IPK 3,9 dan lama studi 3 tahun 9 bulan, pada Program Studi Sastra Perancis S1, Fakultas Ilmu Budaya.

> Adriansyah, dengan nilai IPK 3,91 dan lama studi 3 tahun 11 bulan, pada Program Studi Farmasi S1, Fakultas Farmasi.

. . . . . . < img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/> . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar