Jejak Intelektual dan Pengabdian: Perjalanan Akademik Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si Hingga Menjadi Guru Besar

News88 views

Kendari II LumbungsuaraIndonesia.com
Kesuksesan dalam dunia akademik tidak pernah lahir secara instan. Di balik capaian seorang guru besar tersimpan proses panjang yang dibangun melalui disiplin, ketekunan, integritas, serta komitmen yang tidak pernah surut terhadap ilmu pengetahuan. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam perjalanan hidup Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si., Guru Besar Bidang Komunikasi Pembangunan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo Kendari.

Kesuksesan dalam dunia akademik tidak pernah lahir secara instan. Di balik capaian seorang guru besar tersimpan proses panjang yang dibangun melalui disiplin, ketekunan, integritas, serta komitmen yang tidak pernah surut terhadap ilmu pengetahuan. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam perjalanan hidup Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si., Guru Besar Bidang Komunikasi Pembangunan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo Kendari.

Perjalanan akademiknya menjadi representasi bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih prestasi tertinggi di lingkungan pendidikan tinggi. Dengan konsistensi belajar dan dedikasi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, ia berhasil menapaki jenjang akademik hingga memperoleh jabatan Profesor.

Prof. Najib Husain lahir di Ujung Pandang kini Kota Makassar pada 18 Oktober 1975. Ia merupakan anak kesepuluh sekaligus anak bungsu dari sepuluh bersaudara yang tumbuh dalam lingkungan keluarga yang menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta pentingnya pendidikan sebagai sarana perubahan kehidupan.

Baca Juga:  Jangan Kaget dan Heran Mengapa di Pagi Hari Begitu Dingin, Ada Fenomena Aphelion: Ketika Bumi Berada di Titik Terjauh dari Matahari

Figur ayahnya yang mengabdikan diri sebagai aparatur pemerintahan, pernah menjabat sebagai Camat hingga Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, memberikan teladan mengenai kepemimpinan, integritas, serta etos pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, sang ibu, meskipun hanya mengenyam pendidikan formal hingga Sekolah Rakyat (SR), menjadi sosok yang menanamkan nilai kejujuran, kesederhanaan, kerja keras, dan keyakinan bahwa pendidikan merupakan investasi paling berharga bagi masa depan keluarga. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi fondasi utama yang membentuk karakter Prof. Najib Husain sejak usia dini.

Pendidikan dasar ditempuh di SD Negeri Pongtiku II Makassar, dilanjutkan ke SMP Negeri 4 Ujung Pandang dan SMA Negeri 2 Ujung Pandang. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia memilih merantau ke Kota Kendari untuk melanjutkan studi di Universitas Halu Oleo Kendari.
Pada tahun 1994, ia diterima sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Administrasi FISIP Universitas Halu Oleo. Sejak masa kuliah, ia dikenal sebagai pribadi yang aktif, kritis, dan memiliki kemampuan kepemimpinan yang kuat.

Aktivitas organisasinya berkembang melalui Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), hingga dipercaya memimpin Komisariat HMI FISIP Universitas Halu Oleo. Pengalaman tersebut menjadi ruang pembelajaran yang membentuk kapasitas intelektual, kepemimpinan, dan kepedulian sosialnya.
Meski aktif dalam berbagai organisasi, ia tetap dikenal sebagai pribadi yang sederhana, mudah bergaul, rendah hati, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap sesama. Karakter tersebut tetap melekat bahkan setelah berhasil menyandang gelar doktor hingga Profesor.

Baca Juga:  Saat Kampanye di Wakatobi, ASR - HUGUA  Akan Jadikan Sultra sebagai Pusat Budaya

Kemampuan akademiknya telah terlihat sejak menempuh pendidikan sarjana. Pada tahun 1998, ia menyelesaikan Program Sarjana Ilmu Administrasi Universitas Halu Oleo dengan predikat Cum Laude.
Semangat akademiknya berlanjut dengan menempuh Program Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Hasanuddin dan kembali lulus dengan predikat Cum Laude pada tahun 2001.

Komitmen terhadap pengembangan ilmu pengetahuan kemudian mengantarkannya menyelesaikan Program Doktor pada bidang Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan Universitas Gadjah Mada. Pada tahun 2014, ia kembali meraih predikat Cum Laude, sebuah capaian yang menegaskan konsistensi prestasi akademiknya pada setiap jenjang pendidikan.

Keberhasilan menyelesaikan pendidikan tinggi secara berjenjang pada usia relatif muda menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan akademiknya.
Sejak diangkat sebagai Dosen Universitas Halu Oleo pada tahun 2002, Prof. Najib Husain secara konsisten mengabdikan diri melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Karier akademiknya berkembang secara bertahap melalui berbagai jabatan strategis, antara lain:
Sekretaris Laboratorium Ilmu Komunikasi (2006–2007)
Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi (2007–2009)
Pelaksana Tugas Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi (2009)
Ketua Konsentrasi Magister Komunikasi Pembangunan (2016–2018)
Ketua Program Studi Ilmu Politik (2018 –2022)
Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan (2022–2026)

Selain menjalankan tugas akademik, ia juga aktif menghasilkan karya ilmiah sebagai kontribusi terhadap pengembangan ilmu komunikasi dan pembangunan.
Hingga tahun 2026, rekam jejak akademiknya meliputi:
16 buku ilmiah;
5 artikel pada jurnal internasional bereputasi;
7 artikel pada jurnal internasional;
28 artikel pada jurnal Nasional terakreditasi SINTA;
7 Hak Kekayaan Intelektual (HKI); serta
berbagai penelitian yang didanai pemerintah, perguruan tinggi, pemerintah daerah, maupun sektor swasta.
Atas dedikasi tersebut, pada tahun 2016 ia memperoleh penghargaan sebagai Dosen Teladan Universitas Halu Oleo.
Meraih Jabatan Guru Besar

Baca Juga:  Jadikan Momentum Hari Jadi ke 14 tahun PG PAUD UHO Kendari sebagai Refleksi dan Peningkatan Kompetensi

Puncak perjalanan akademiknya ditandai dengan perolehan jabatan fungsional Guru Besar Bidang Komunikasi Pembangunan.
Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Najib Husain menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Hybrid Development Communication: Menjembatani Big Data dan Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan.

Melalui konsep tersebut, ia menawarkan paradigma baru dalam komunikasi pembangunan yang mengintegrasikan pemanfaatan teknologi digital dan big data dengan nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi pembangunan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Perjalanan Prof. Dr. H. M. Najib Husain menunjukkan bahwa keberhasilan akademik merupakan hasil akumulasi dari ketekunan, integritas, kerja keras, serta komitmen yang dijaga secara konsisten sepanjang kehidupan. Dari seorang mahasiswa perantau hingga menjadi Guru Besar Universitas Halu Oleo, ia membuktikan bahwa pendidikan bukan sekadar jalan meraih gelar, melainkan sarana membangun peradaban melalui ilmu pengetahuan, pengabdian, dan kepemimpinan yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

. . . . . . < img src = "https://lumbungsuaraindonesia.com/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260502-WA0001.jpg"/> . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

Komentar